«§» Kelebihan Ayat Kursi «§»
Dari Anas bin Malik r.a. berkata,
"Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat
Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, nescaya
Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan
orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari
kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni
dunia."
Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah,
apakah hendak dibaca setiap hari?"
Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak,
cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."
Umat-umat dahulu hanya sedikit
sahaja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat
mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu
tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu
tentang al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi
seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya
dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.
Setiap satu yang dianjurkan oleh
Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah
S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini
telah diterangkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk
kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan kuncu-kuncunya di
samping itu kita diberi pahala.
Begitu juga dengan surah al-Falaq,
surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya.
Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu
kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an,
hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya
dari syaitan.
Ayat Kursi Menjelang Tidur
Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan
oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba
muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah
memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah
S.A.W," gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu
mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek
: "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya
sangat memerlukan makanan."
Maka pencuri itu pun dilepaskan.
Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya
saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah
melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang
dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa
ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab
Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri
itu,, lalu dilepaskannya.
"Bohong dia," kata Nabi : "Pada
hal nanti malam ia akan datang lagi."
Kerana Rasulullah S.A.W berkata
begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan,
benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin.
Dan kali ini ia pun tertangkap.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah
S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun
sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya
berjanji esok tidak akan kembali lagi."
Kasihan juga rupanya Abu Hurairah
mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada
paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun
bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali
lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan
kembali lagi."
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga
dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya
dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya
sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar
datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya,
ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak
sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa
pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan
Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya
dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."
Malam semakin larut, jalanan sudah
sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri
longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya
dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di
hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri
itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.
"Kali ini kau pastinya kuadukan
kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke
mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon.
Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami,
bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa
akhirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa
kalimat yang sangat berguna."
"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya
Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat
Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya
sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak
akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."
Maka pencuri itu pun dilepaskan
oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai
penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali
menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa
tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.
"Apa yang dilakukan oleh tawananmu
semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
"Ia mengajariku beberapa kalimat
yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.
"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.
Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah
ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya
sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka
engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga
pagi hari."
Menanggapi cerita Abu Hurairah,
Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya
ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu,
siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?"
"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.
"Itulah syaitan."
|
|