|
Only 4 JesusPada September 1973, Todd Burke tiba di Kamboja, dengan visa tamu selama satu minggu. Dalam usia 23 tahun, ia merasakan panggilan yang kuat dari Tuhan untuk melayani disana - sebagi satu-satunya misionaris Karismatik di negara itu. Dimulai dengan 2 kelas berbahasa Inggris, dibantu dengan seorang penerjemah, ia mengajar dari Good News Bible (Alkitab Bahasa Sehari-hari). Mereka yang tertarik untuk mengetahui lebih lagi tentang Yesus boleh tinggal setelah kelas usai. Ia melihat banyak orang-orang bertobat, dipenuhi Roh Kudus dan disembuhkan. Kebangkitan terjadi di ibukota negara yang sudah rusak karena perang, Phnom Penh, dan segera saja kebangkitan itu menyebar ke area sekelilingnya Selama September itu, istri Todd, DeAnne, bergabung dengannya, dan visa mereka diperpanjang. Penerjemah mereka yang kawakan yang bernama Wei juga bergabung dengan tim itu dan mereka mendapat izin pemerintah untuk mengadakan KKR di sebuah stadion atletik. Dari hari Jumat hingga Minggu sore, 28-30 September 1973, satu tim paduan suara dari Amerika Serikat memimpin acara itu selama satu setengah jam dalam lagu dan kesaksian. Todd menjabarkan pertemuan pertama itu. "Terdapat sekitar 5.000 orang, kebanyakan dari mereka berasal dari golongan menengah dan bawah. Diantara mereka terdapat sejumlah besar pengungsi perang. Sekelompok prajurit yang berpakaian perang lengkap duduk di area sebelah kiri saya, dan banyak dari mereka mengalami luka atau kehilangan anggota tubuh. Saya tersentuh dengan wajah-wajah mereka dipenuhi dengan pengharapan ketika mereka mengikuti acara. Sebelum pertemuan itu, saya secara tidak sengaja mendengar seorang reporter mewawancarai seorang prajurit yang sedang bertopang pada tongkatnya di dekap panggung. Prajurit itu kehilangan kaki kanannya dalam pertempuran. 'Saya tidak mengerti apa yang akan terjadi di acara ini', katanya, 'tapi mudah-mudahan seseorang yang bernama Yesus itu bisa membantu kami mengatasi rasa sakit dan duka kami'. Itu adalah doa saya juga. Sementara waktu saya untuk berbicara semakin mendekat, saya mulai berdoa meminta Tuhan mengurapi saya dengan Roh Kudus. Saya membutuhkan kuasa-Nya untuk memproklamasikan keTuhanan Yesus kepada orang-orang yang belum pernah mendengar berita tersebut. Wei menerjemahkan kalimat demi kalimat, dan sepertinya kami berhasil mengumpulkan perhatian semua orang. 'Saya dapat menunjukkan kepada Anda semua bahwa bahwa Yesus menawarkan lebih banyak daripada apa yang Anda punyai dalam Buddha atau agama lainnya. Hanya Yesus yang dapat membuktikannya kepada Anda, sama seperti ketika Ia ada di bumi ini'. Kemudian saya mulai menceritakan kisah seorang lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus. Selama Wei menerjemahkan, saya berdoa dalam hati meminta Roh Kudus menghembuskan kehidupan ke dalam kalimat-kalimat itu dan menyebabkannya sanggup untuk menusuk hati setiap individu. Setelah berdoa dalam hati lagi (pada akhir khotbah), saya berkata, 'Setiap orang yang ingin mengetahui apakah Yesus itu Tuhan yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan dan menyembuhkan diri Anda, tolong angkat tangan Anda'. Seluruh isi stadion itu mengangkat tangannya. Suasana kegelisahan memenuhi orang-orang itu, 'Sekarang', saya berseru lewat mikrofon, 'letakkan tangan Anda yang lain di bagian tubuh Anda yang butuh kesembuhan, atau letkkan tangan Anda di hati jika ingin semua dosa Anda diampuni dan menerima hidup baru dalam Kristus'. Dengan lambat, saya mengucapkan sebuah doa sederhana supaya Wei dapat menerjemahkan setiap kata dengan jelas. Saya merasakan iman yang kuat bahwa Roh Kudus akan melakukan pekerjaan yang hebat saat itu."
Setiap siang kerumunan orang bertambah dan begitu pula dengan hadirat Tuhan. Kru TV Amerika yang bekerja melaporkan perang ditarik untuk memfilmkan KKR terakhir. Film itu ditayangkan diseluruh Amerika. Todd menggambarkan pertemua terakhir itu: "Mendekati akhir khotbah, saya melihat bahwa orang-orang sudah banyak yang berjalan menuju ke depan. 'Kenapa mereka sudah maju ke depan?', saya bertanya-tanya. 'Apakah mereka sudah disembuhkan ketika saya sedang berkhotbah?'. Beberapa orang memang maju ke depan untuk didoakan, tapi kebanyakan orang yang maju sudah disembuhkan sewaktu khotbah. Dengan cepat saya mengakhiri khotbah saya dan berdoa bersama-sama dengan semua orang, seperti yang saya lakukan di hari-hari sebelumnya. Kemudian Wei mengundang orang-orang maju ke depan dan bersaksi apa yang Tuhan telah kerjakan bagi mereka. Responnya sangat luarbiasa. Selama beberapa jam, ratusan orang berbaris berjalan menuju panggung sementara kami memandangi mereka dengan penuh takjub. Setelah kesaksian selesai, kami bertanya kepada sisa pendatang yang tidak maju ke depan, apakah mereka percaya Yesus sudah menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan mereka. Mereka berseru mengiyakan dan kemudian bertepuk tangan secara spontan. 'Berapa banyak Anda yang ingin menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda', Wei bertanya. Sebuah lautan tangan yang terangkat memenuhi stadion. Murid-murid dan pekerja kami berjalan ke kerumunan orang untuk berdoa dan melayani orang sebanyak mungkin, menyerahkan traktat-traktat dan kisah Alkitab dan mengarahkan orang-orang untuk pergi ke gereja untuk mengenal Yesus lebih jauh. " Kesembuhan, mukjizat, dan kelepasan dari ikatan iblis menjadi kejadian yang sering disaksikan sehingga menarik banyak petobat-petobat baru untuk dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus dan mulai bersaksi dan mendoakan satu sama lain. Banyak dari mereka yang diselamatkan dan disembuhkan memulai gereja-gereja rumah. Sebuah gereja yang kuat tersebar melalui jaringan gereja-gereja rumah. Todd bertemu dengan para pemimpin grup ini di pertemuan doa pagi, setiap hari pukul 6 pagi. Kebanyakan pendeta adalah orang yang juga memiliki pekerjaan sekuler. Beberapa mereka bekerja ke luar kota dan kembali lagi setiap pagi untuk doa pagi. Ketika negara itu jatuh kepada komunis pada tahun 1975, keluarga Burke dengan terpaksa meninggalkan Kamboja. Mereka pergi tapi meninggalkan sebuah gereja yang luar biasa dan diurapi oleh kuasa Tuhan. Gereja itu kemudian mendapat tekanan dan mulai secara sembunyi-sembunyi mengadakan pertemuan. Ribuan orang-orang Kristen baru mati di ladang pembantaian Kamboja. Kebangunan rohani selalu memberikan kekuatan dan kasih karunia dalam menghadapi penghancuran dan pembantaian.
Diterjemahkan oleh valent
|