|
Only 4 JesusRoh Tuhan membawa kebangunan sewaktu keadaaan politik Indonesia dan segala sesuatunya tidak menentu pada tahun 1960-an. Banyak dari kebangunan itu terjadi diluar badan gereja dan hanya sedikit gereja yang menerimanya. Ribuan orang Muslim bertobat. Sebuah dampak Kekristenan terbesar yang pernah ada dalam sejarah Indonesia. Semuanya ini dimulai ketika sebuah Sekolah Alkitab di Jawa Timur mengalami kebangunan rohani yang ditandai dengan pertobatan yang dalam, pengakuan, pemutusan praktek-praktek okultisme, pembakaran jimat-jimat dan sebuah kerendahan hati dan kesatuan tubuh yang baru di antara staf dan murid. Tuhan memimpin para murid dan tim dalam kuasa penginjilan di banyak pulau. Sebuah tim mengunjungi Timor, dan melihat adanya permulaan dari sebuah kebangunan rohani, yang kemudian meledak dalam kuasa yang tak terduga pada September 1965. Kebangunan ini menyebar terus sementara terdapat sebuah upaya pengambilalihan kekuasaan oleh sekelompok komunis pada 30 September 1965. Empat hari sebelumnya, sebuah kebangunan terjadi di Timor, tepatnya di Soe, sebuah kota pegunungan dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 orang. Seorang pemuda yang memiliki jiwa pemberontak mendapat penglihatan dari Tuhan yang memerintahkannya untuk bertobat, membakar jimat-jimatnya dan mengakui dosa-dosanya di gereja, sebuah gereja reformed di Soe. Pemuda itu melakukannya pada suatu Minggu di tahun 1965, dan ia menantang orang-orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ratusan orang pun ikut bertobat. Malam itu, seperti pada hari Pentakosta, orang-orang mendengar suara seperti angin ribut dan api muncul pada gedung gereja, yang kemudian mengakibatkan polisi segera menyalakan alarm kebakaran agar petugas kebakaran datang. Kerumunan orang datang untuk mematikan api itu, tapi ternyata gedung gereja tidak terbakar. Banyak orang yang bertobat, dipenuhi Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru pada malam itu. Beberapa orang yang tidak pernah mendengar bahasa Inggris, mulai berbicara dalam bahasa Inggris. Pada tengah malam, beberapa tim diorganisir untuk mulai menyebarkan Injil pada keesokan harinya. Akhirnya, terbentuklah sekitar 90 tim penginjilan yang bekerja dengan penuh karunia-karunia rohani.
Seorang pemuda lain, bernama Mel Tari, menyaksikan pekerjaan Tuhan ini dan ikut bergabung dalam Tim 42. Ia melaporkan berita kebangunan ini dalam 2 buku yang telah dibaca banyak orang. Kesembuhan dan penginjilan bertambah dengan drastis. Tuhan memberikan petunjuk yang spesifik bagi tim-tim itu agar melayani dengan penuh kuasa dan ribuan orang bertobat kepada Kristus. Ia melihat banyak kesembuhan dan mukjizat, seperti air menjadi anggur non-alkohol untuk perjamuan kudus, beberapa kesembuhan yang terjadi secara spontan, kelepasan dari praktek dukun dan kuasa setan, dan membangkitkan orang dari kematian lewat kuasa doa. Tim itu juga sering dituntun oleh penglihatan cahaya pada malam hari ketika mereka sedang melewati hutan-hutan, mengalami tuntunan dan perlindungan malaikat, pelipatgandaan persediaan makanan di rumah beberapa pendeta ketika tim penginjilan menumpang makan di sana sewaktu masa kelaparan, dan pertobatan seorang dukun yang melihat kuasa ilahi saat tim penginjilan berdoa mengusir setan pada dirinya, sehingga dukun itu tidak berkuasa lagi. Para tim itu belajar untuk mendengar suara Tuhan dan menaati-Nya. Tuntunan-Nya datang dalam bentuk jawaban-jawaban yang alkitabiah.
Seringkali, ketika pola kepemimpinan sedang diperiksa oleh para gereja atau grup, Tuhan menyatakan peneguhan-Nya dan kesatuan tubuh seperti pada kisah Paulus dan Barnabas di Antiokhia.
Dan juga sering kali ketika masa penganiayaan, pergeseran politik dan pertumpahan darah, Roh Tuhan bergerak dengan penuh kuasa dan gereja bertumbuh dengan pesat seperti di banyak negara sekarang ini. Berdasarkan sejarah Indonesia, periode agama Budha dan Hindu terdapat diantara abad ke-5 dan 15. Islam masuk pada abad ke-13 dan semakin berpengaruh sampai abad ke-16 ketika Portugis membawa Indonesia dibawa pengaruh Eropa. Kemudian Indonesia terus berada dibawah kekuasaan kolonial Belanda selama 300 tahun, sampai mereka melepaskan kendali mereka tahun 1949, empat tahun setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Salah seorang figur utama dikancah politik adalah seorang Kristen yang bernama Darius Marpaung, yang memimpin Persatuan Pekerja Kristen Indonesia pada saat itu. Dalam sepak terjangnya, ia berhasil memimpin grup-grup penentang komunis dalam strategi mereka untuk mengungkapkan niat-niat jahat komunisme. Taktik-taktik ini mencapai puncaknya pada sebuah pertemuan massal di Jakarta. Puluhan ribu orang memenuhi ibukota untuk mendengar Darius Marpaung membawakan pidato keras yang menantang pemerintah untuk membersihkan komunis dari kabinet. Dikemudian hari Marpaung menyatakan bahwa ia merasakan nasib bangsa ini ketika ia berdiri di podium dan ia benar-benar bergantung pada Tuhan yang memampukannya untuk mengucapkan pidato itu. Gerakan Anti Komunis Suharto, salah seorang dari jenderal yang berhasil selamat, dipilih menjadi presiden menggantikan Soekarno. Sekalipun ia berhasil menyelamatkan negaranya dari keruntuhan ekonomi, tapi justru sewaktu masa kepemimpinannyalah salah satu pembantaian yang tersadis terjadi. Gerakan anti-komunis baru mulai mereda setelah 400.000 orang dibantai. Para komunis, dalam usaha mereka untuk mengambil kekuasaan, telah membangkitkan kelompok oposisi dari masyarakat Islam, dan sebuah pembantaian massal kembali dilakukan atas perintah kaum muslim tersebut. Tetapi, pembantaian fanatik terhadap ribuan komunis tanpa menjalani pengadilan, telah menimbulkan efek samping terhadap banyak pelajar-pelajar muslim. Mereka menjadi jijik dengan perbuatan tersebut, sehingga mereka meninggalkan iman mereka. Para pelajar mantan muslim ini melihat perbedaan yang nyata dari
sikap sebuah kelompok kecil Kristen. Jauh dari sikap yang haus akan darah, mereka melihat orang-orang
Kristen ini
Komunisme adalah sebuah pengaruh modern yang baru datang, tapi animisme dan okultisme telah mengikat dan mendominasi di setiap pulau selama beberapa abad. Banyak pulau terkenal sebagai pusat segala bentuk praktek gelap dan kepercayaan iblis. Misionaris Belanda yang pertama kali menginjil di sini hanya membawa sedikit hasil karena hambatan dari kekuasaan iblis. Hanyalah Injil yang bekerja dengan kuasa Ilahi yang dapat menembus kegelapan dan ketakutan yang telah berkuasa selama beberapa abad. Kaum Pentakosta berhasil berbuat lebih banyak, dan kini mereka menjadi grup yang cukup kuat. Salah seorang misionaris Pentakosta adalah Cornelis Groesbeek, yang tiba pada Januari 1921 dari Bethel Temple of Seattle, Washington, USA. Segera sesudah kedatangannya, ia dipanggil ke sebuah kuil milik raja di Bali untuk berdoa bagi anak gadisnya yang sakit. Rev. Groesbeek berdoa bagi anak tersebut dan ia disembuhkan dengan ajaib. Kemudian Raja itu menceritakan pada misionaris itu bahwa ia sebelumnya bermimpi melihat seorang pria dan memanggil pria tersebut untuk berdoa bagi anaknya. "Anda adalah orang yang saya lihat dalam mimpi itu" kata sang Raja. Lalu Rev. Groesbeek menjawab, "dan tuan Rajalah yang saya lihat dalam mimpi ketika Tuhan memanggil saya ke pulau tuan". Ini adalah salah satu mujizat yang biasa terjadi selama pemberitaan Injil mula-mula di Indonesia. Salah satu visi terbesar adalah pekerjaan Sekolah Alkitab di Indonesia, dan ini masih menjadi hal dibutuhkan sekarang ini. Misionaris dari New Zealand, Harvey John Walker, menjelaskan hal tersebut di Sekolah Alkitab-nya, yang didirikan oleh ayahnya di Tawangmango Bay. Mereka memiliki 130 samapi 140 siswa setiap tahun untuk waktu belajar selama 2 tahun. Para siswa berasal dari berbagai denominasi dan seluruh penjuru Indonesia. Banyak dari mereka yang lulus dengan baik dan membangun gereja-gereja baru. Pada tahun 1973, terdapat kira-kira 8.000.000 orang Kristen di Indonesia. Harvey Walker berkata bahwa telah terjadi pertumbuhan gereja sebesar 200 % pada 15 tahun terakhir, dan kini mendekati (1984) 14.000.000 orang Kristen, dimana 11.000.000 lebih dari mereka adalah golongan Pentakosta. Semua ini terbagi-bagi menjadi sekitar 80 kelompok yang berbeda, dan yang terbesar dari mereka adalah Gereja Pentakosta di Indonesia dengan jumlah 5.000 satelit gereja dengan jemaat 3.000.000 orang. Kebangunan Rohani di Indonesia kini telah semakin dewasa. Mungkin gerakan ini telah kehilangan spontanitasnya seperti yang terjadi pada awal-awal kebangunan, tapi yang jelas kebangunan ini terus berlanjut. Ini memang benar-benar kebangunan rohani!
Diterjemahkan oleh valent
|