ANTOLOGI
PUISI
SAMSUL
BAHRI
BERGANTINYA HARI
for someone in medan
Bergulir Matahari dari peraduannya
Menggantikan tugas sang rembulan dan bintang
Berganti juga hari ini dari kemarin
Tetapi hanya satu yang tetap tak berganti....Hanya satu.....hanya satu.....
Cuma satu dan cuma satu
Kau tak ada disini
disisiku untuk menemaniku...
![]()
KASIH SAYANG SANG EYANG
Uhuk...uhuk...uhuk
Eyang putri batuk lagi
Setelah semalam merajut baju hangat tuk cucunda tersayang
Yang akan pergi jauhHmm...Hmm...Hmm
Eyang putri asyik dengan kunyahan sirih..gambir dan perabot lainnya
Memikirkan perjalanan sang cucunda
Yang menuntut Ilmuhehehe...hehehe...hehehe
Eyang putri tertawa dengan senangnya
Membaca surat pertama dari cucunda
Yang akan menikah.......
![]()
NOKTAH...SATU PERJUANGAN
for seorang ayah... (Oom dan Moyank)
Berjibaku dengan waktu
Untuk Penuhi nafkah
Dari pagi hingga malam
Dari sang jago mulai bekokok hingga pelacur-pelacur tengik mulai keluar
sarangSang ayah berkutat dengan pekerjaannya
Demi anak dan istri di rumah
Agar mereka dapat hidup
Dapat berpakaian yang benarTapi waktu jua yang menentukan
Dan Takdir Ilahi Rabbie tak dapat ditolak
Dengan hati berbunga membawa rejeki tuk keluarga
Tapi yang tiba di rumah hanya seorang lelaki renta
dengan pisau tertancap di uluhati
![]()
WORM
Bergulat penuh semangat
Berpeluh keringat ketika panas
Dengan napas yang setengah
Dan Air putih separoMenyusun jadwal langkah kerja
Selama empat tahun
Untuk songsong abad millenium
Untuk sambut Y2K..”kata James”Tapi itu semua musnah
Musnah hanya dalam sekejab mata
Mata memicing lari buruan tak terkejar
Jahat....sungguh jahat.......
![]()
ANGIN BISA BERBICARA
Desau angin berkata
‘Ya..Rabbi..’ apa yang harus aku sampaikan
Kepada manusia yang selalu ingin menang
Kepada manusia yang selalu takut akan kalahDesau angin kembali berbisik
‘Ya...Illahi..’ apa ada berita yang harus kusampaikan
Kepada mereka yang selalu tamak
Kepada mereka yang selalu berhasil tapi tak pernah bersyukurDesau angin menggemuruh
‘Ya...Khalik’ khabar inikah yang harus aku berikan
Badai yang tak pernah berhenti
Bencana yang beruntun.......
![]()
BISU DI RABU PAGI
Hening bisu suasana pagi
Tak ada canda dan obrol
Kikik ketawa tak terdengar
Senyum cemberut pun tak terlihatWahai.....ada apakah gerangan
Kenapa sepi dan senyap
Adakah bendera hitam berkibar
Ataukah janur yang melambaiSehingga rumah ini menjadi kosong
Tak ada penjaga dan penghuni
Tak ada sanak dan kadang
Tak Ada semua...
![]()
KETIKA KEPALA SERASA INGIN MELEDAK
Bergoyang kepala kiri kanan
Berdenyut nadi dalam otak
Lukisan kisah perjalanan hidup terhampar
Tutupi luka hati yang tergoresBerdenyut lagi nadi yang lain
Ikuti getar dari hati
Tentang cinta dan kisah
Yang datangkan sedih dan gembiraTanganku masih terkepal
Mataku pun masih memerah
Ingin lampiaskan benci dan dendam
Tapi pada siapa...
Pada apa...
![]()
GELEPAR NYAWA
Menggelepar-gelepar sang ikan
Ketika tanah mengambil habis air
Air tempat berteduh
Air tempat mencari makanMenangis sang ikan
Ketika hujan berubah menjadi asam
Karena benci pada tanah
Marah akan perbuatan tanah yang rakusApakah kita juga akan menjadi seperti tanah
Atau seperti ikan...
Karena kita tidak bisa menjaga kelakuan dan tingkah laku kita
Sehingga Tuhan akan mendatangkan azab bagi kita
Atau kita sendiri yang akan membuat azab...
![]()
MINGGU
Penuh dengan semangat kumelangkah
Tapak kaki penuh debu dan keringat
Untuk jalankan tugas dan kewajiban
Demi jaga stabilitas...(katanya)Kukunjungi rumahku di hari ini
Tapi hanya sepi yang ada
Sanak dan kadang tak kujumpai
Apakah mereka sedang bertengkarOh...rindu hati ini
Rindu dengan kehangatan dan senda gurau
Apakah masih ada.....
Aku masih................
![]()
BINGUNG
Kusadar waktu telah larut
Kusadar hari telah berganti
Tapi mata tak mau terpejam
Dan hatipun tak bicaraBukan karena beban pikiran
Tentang gadis...wanita atau putri
Bukan pula beban kerja
Sampai saat inipun aku tak tahuBenar-benar tak tahu
Seperti tembok bata menghadang
Menutup otak tuk mencari
Mencari tahu apa yang terjadi
![]()
ANGAN
Angan-angan berputar menari-nari
Seperti Asep bermain hujan
Gumpal lumpur dan pasir
Tertawa riang penuh gembiraAngan-angan tetap berputar-putar
Menerawang dan menerobos
Coba selusuri masa lalu
Mencari-cari ingatan sejarahAngan-angan masih tetap berputar
Takkan berhenti sebelum sampai
Sampai tujuan yang sebenarnya
Siapakah aku ini.......Bila kau tahu tunjukkanlah
Akan kuhantarkan kepadamu
Sebongkah...dua bongkah logam
Sebagai ungkapan terima kasih
![]()
ALAS ROBAN
Semilir angin tiup tengkukku
Bergoyang semua urat nadiku
Berdiri pula bulu-buluku
Itu yang kurasakanPenuh dengan hawa mistik
Kegaiban dan magis cerita tersebar
Alas Roban hutan jati
Alam yang penuh dengan cerita dan misteri
![]()
BILA SANG BULAN PATAH HATI
Bulan menangis diperaduan
Mendengar sayup biola digesek
Teringat cerita pedih dan sedih
Karena cinta takkan pernah kembaliSang biola terus bergesek
Hantar lagu yang sedih kadang jenaka
Namun sang bulan tetap menangis
Teringat kekasih pujaan hatiIngin berlari laksana tiupan angin
Untuk mengejar sang pujaan hati
Namun sang matahari menatap marah
Ancam akan bakar seluruh bumi
![]()
MENYESAL
Indah mentari pagi
Walau basah sang bumi
Setelah semalam sang langit menangis
Tapi masih tetap indah mentari pagi iniKuingat dengan janjiku
Tapi apa daya...aku ternyata mengingkari
Merutuk sang putri menunggu
Sambil menyiapkan segudang pembalasanAku hanya bisa berjanji lagi
Yang satu ini pasti akan kupenuhi
Karena aku tak ingin sang putriku mengamuk
Aku pasti datang...walau dengan sekujur tubuh terluka
![]()
MATAHARI
Terang sinar yang kaupancarkan
Untuk terangi dunia yang gelap
Ketika malam datang kau menghilang
Kau memang tak selalu adaMatahari kau hanya sebuah ciptaannya
Sama seperti bulan dan bintang
Dan juga manusia yang penuh dosa
Dan kebaikan-kebaikan
![]()
LAUT
Ombak bergelung berada di atas badanmu
Dengan pesisir pantai sebagai tepian badanmu
Dan perahu nelayan sebagai hiasan
Dulu kau indah...karena didasarmu penuh dengan hartaTapi kini hampir semua hartamu habis
Oleh tangan-tangan jahil dan nakal
Jangan kau dendam dengan mengeluarkan ombak badaimu
Tapi berikanlah dengan ombak yang indah
sehingga kami dapat berselancar
![]()
SEPI OH SEPI
for Devy
Berdetak jam didinding ruang kerjaku
Waktu terus berlalu dengan perlahan
Tak pernah ia hiraukan hati ini
Yang selalu gundah dan gulanaSepi masih terus mengikuti
Walau hati ini telah berkata...”Bersedia”
Tapi jawaban itu tak pernah muncul juga
Membuat otak didalam lingkaran kepalaku berdenyut
Wahai sepi pergilah kau menjauh
Jangan kau iringi aku terus
Aku ingin kegembiraan itu datang
Bersamaku mengisi hari-hari esok
![]()
SAJAK PERAWAN
Seingat hanya satu
Tapi upaya dan daya tuk menjaga
Karena penting dan wajib
Bagi sebagian orangTapi kini sang perawan menangis
Bukan hilang harta atau nyawa
Bukan pula hilang mahkota
Perawan menangis untuk sang jakaApakah sang jaka telah merengutnya
Apakah sang jaka telah mencampakkannya
Apakah sang jaka telah ingkar
Apakah sang jaka telah dustaBukan...bukan semua itu
Sang perawan hanya menangis dan menjerit
Karena sang jaka telah kembali
Dan takkan kembali
![]()