- Is Elohim A Pagan Title?
- Yahweh's Restoration Ministry
- http://www.yrm.org/elohimpagantitle.htm
-
Bible kita merupakan terjemahan dari manuskrip Gerika dan Ibrani. Dipisahkan dari kepercayaan yang salah dan takhayul, Nama Bapa, Yahweh, tidak terlihat didalam berbagai terjemahan. Gelar "Elohim" dengan bentuk singkatnya "El" dan "Eloah" merupakan suatu istilah Kitab Suci Ibrani yang artinya Yang Maha Besar – jamak atau tunggal, (Mighty One(s)), dan dari istilah-istilah itulah maka para penerjemah menerapkan gelar Inggeris "God." (Pembaca sebaiknya jangan buru-buru menerjemahkan menjadi Tuhan, penerjemah.)
- Ada sebagian orang yang menganut bahwa istilah "El" dan "Elohim" seharusnya tidak digunakan oleh Pendoa Sejati karena bangsa Kanaan kuno juga menggunakan istilah – istilah itu bagi tuhan-tuhan mereka, yang adalah berhala. Masalahnya sekarang terletak pada satu pertanyaan kunci: siapakah yang menggunakan lebih dahulu gelar Elohim, apakah bangsa Ibrani yang menggunakan bahasa surgawi yaitu bahasa Ibrani (purbakala, penerjemah), ataukah bangsa Kanaan yang menggunakan bahasanya yang masih termasuk dalam keluarga besar bahasa Semit?
- Apabila kita setuju dengan pendapat bahwa bahasa Ibrani adalah bahasa yang pertama-tama digunakan oleh umat manusia, dan dapat membuktikan bahwa "Elohim" terdapat didalam naskah Ibrani yang paling kuno yang kita ketahui sekarang, maka kata dapat memahaminya bahwa istilah itu adalah satu istilah yang di-inspirasi dari Yahweh.
- Kalau demikian, berarti yang terjadi adalah, istilah itu telah dipakai lebih dahulu di dalam bahasa Ibrani baru kemudian diserobot oleh bangsa Kanaan, dan bukan sebaliknya.
- Kita dapat menguji dengan seksama hal itu memakai naskah Kitab Suci tertua yang ada sekarang, yaitu the Dead Sea Scrolls atau Naskah Gulung Laut Mati.
- Salah satu dari naskah tersebut adalah Kitab Yesaya yang ditulis secara lengkap diatas kulit binatang, artinya naskah tersebut merujuk kewaktu 1,000 tahun sebelum munculnya metode penulisan Ibrani cara Masoret. (Naskah Gulung Laut Mati ditemukan pada abad 20, diduga ditulis paling lambat pada abad 1, sedang metode Masoret diduga baru muncul pada abad ke 6, penerjemah).
- Setiap kitab dari Kitab Suci (Istilah Kitab Suci disini selalu dimaksud TNK, baca: Tanakh, artinya Tora-Neviim-Ketuvim, Taurat-Nabi-nabi-Kitab-kitab, sebanding dengan Perjanjian Lama, Alkitab-nya LAI, penerjemah.) terdapat setidak-tidaknya terwakili di dalam Naskah Gulung Laut Mati, kecuali Kitab Ester.
- Didalam seluruh naskah gulung tersebut kita dapat melihat bahwa istilah El dan Elohim ditulis dengan huruf Ibrani (di dalam naskah berbahasa Ibrani, penerjemah). Pasal yang pertama-tama dari Kitab Suci tersebut, artinya salinan tertua kitab Kejadian dalam bahasa Ibrani, menyebut Pencipta kita dengan sebutan "Elohim."--"Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi."
- Yigael Yadin, didalam bukunya, The Temple Scroll (vol. 2), menyalin tulisan Ibrani dari kitab Ulangan, dimana tampak istilah Elohim berkali-kali digunakan. (sebagai contoh, lihat kolom LIV, Deut. 13:3, p.401).
- Kalau Yahweh saja menyebut diriNya sebagai Elohim, siapakah orangnya yang dapat menyalahkan? Apakah Musa yang ter-inspirasi menulis lima kitab pertama dari the Bible memakai istilah berhala kuno untuk Pencipta kita? Bila istilah El dan Elohim telah ada di dalam kitab yang paling dahulu terjadi, maka tidak dapat dikatakan istilah itu telah 'merayap' masuk kedalam kitab yang ada belakangan!
Oleh karena tidak ditemukan lagi naskah yang lebih tua dari Gulungan Laut Mati, kita dapat menyimpulkan bahwa Yahweh telah meng-inspirasi-kan istilah Elohim itu. Musa menulisnya dan Israel menggunakannya.
- Sumber yang bukan dari Kitab Suci?
- Salah satu teori yang digunakan oleh orang-orang yang menolak
menggunakan istilah Elohim adalah Kitab Suci kita merupakan hasil
suntingan pekerjaan potong-tempel dari beberapa sumber naskah yang
terpisah-pisah.
- Naskah yang relatif lebih tua, sebutlah dengan sumber "J"
(diduga dari "Y", YHWH, lalu di-Inggeris-kan menjadi "J", penerjemah).
- Sumber ini mengandung the Tetragrammaton, (istilah Inggeris untuk
kata Ibrani yang terdiri dari empat huruf Ibrani bernama Yod-He-Vav-He,
huruf Ibrani purba huhi
(download
huruf Ibrani purba, simpanlah di C:\\Windows\Fonts\)
seperti dalam Naskah Gulung laut Mati - baca dari kanan kekiri,
tulisan ini kemudian dalam huruf Ibrani klasik yang dipermodern
adalah vuvh (download
huruf Ibrani modern, simpanlah di C:\\Windows\Fonts\) , penerjemah), sedangkan
naskah yang lebih muda, sebutlah dengan sumber "E", menggunakan
istilah "Elohim". Bermula dari sini mereka ber-argumentasi bahwa
"Elohim" adalah sebutan yang dipinjam dari bangsa Kanaan untuk hal
yang setara. Orang-orang yang menolak penggunaan Elohim menunjuk
naskah versi "J" yang merupakan naskah paling tua dan lebih tepat,
tanpa kata El atau Elohim. Namun demikian, argumen mereka runtuh
bila dihadapkan dengan pernyataan yang berwenang: "Tentu saja tidak
ada yang baru dalam penggunaan Elohim dalam J" (The Anchor Bible,
Genesis, Vol. 1, p. 37.)
-
Teori pandangan "dokumenter" Kitab Suci ini, disebut juga hypotesa J-E-P-D, dianut oleh pengkritik sekuler Kitab Suci, mengarah kepada pertanyaan tentang inspirasi Kitab Suci. Naskah Gulung Laut Mati, sebagai naskah yang tertua yang ada sekarang, mengungkapkan cerita yang berbeda.
-
Hypotesa ini juga dikesampingkan oleh para peneliti modern dengan makin bertambah banyaknya jumlah peneliti Kitab Suci yang mengenali kepalsuannya.
-
Dalam tahun 1959 suatu interview didalam Christianity Today, peneliti bahasa Ibrani Cyrus H. Gordon menolak pandangan bahwa pemakaian "Elohim" dan "Yahweh" merupakan suatu nama-nama yang berbeda yang berasal dari sumber literatur yang berbeda. (Higher Criticism and Forbidden Fruit). Istilah Yahweh di-inspirasi-kan kepada kita langsung, sesuai dengan 2Timotius 3:16, dan bukan sebagai hasil dari konflik naskah-naskah serta gunting dan lem para penyunting.
- Lebih lanjut, bila kita terus mengikuti teori ini, maka ke-otentik-an Kitab Suci sendiri menjadi perlu dipertanyakan. Apakah Kitab Suci diturunkan oleh Yahweh (secara langsung sekali jadi, penerjemah) atau diberikan kepada kita melalui suatu proses penyuntingan? Ini adalah satu hal yang paling penting dan mendasar yang menjadi perhatian orang-orang percaya atas Kitab Suci. Inspirasi Kitab Suci merupakan dasar kita orang-orang percaya untuk bertumpu. Kalau Kitab Suci tidak dapat dipercayai maka Kebenaran yang kita pegangi selama ini perlu dipertanyakan lagi.
-
Bahasa serumpun, Kata-kata serupa
- Salah satu kunci untuk mengerti permasalahan ini yaitu dengan menyadari bahwa bahasa-bahasa Timur Tengah merupakan bahasa-bahasa yang serumpun atau sekeluarga, dimana yang satu punya hubungan dengan yang lain. Bagaimana serupanya bahasa-bahasa itu dapat kita jumpai seperti yang dikemukakan didalam buku How the Hebrew Language Grew, oleh Edward Horowitz. Dia menyatakan pendapatnya tentang bahasa-bahasa Semit, termasuk didalamnya adalah bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa di Timur Tengah lainnya, demikian:
- "Saudara bahasa Ibrani adalah bahasa Assyria, Babylonia, Arab, Syria, Ethiopia, dan juga, sesuai penemuan terakhir, Mesir. Dengan bahasa serumpunnya inilah dan bukan dengan rumpun bahasa Indo-Eropa, bahasa Ibrani saling berkaitan erat. Hampir semua kata Ibrani yang umum ditemukan didalam bahasa-bahasa rumpun Semit lain dengan hanya mengalami perubahan yang kecil. Seseorang yang mengerti bahasa Ibrani dengan baik akan mengenali secara literal ratusan kata-kata Arab tanpa dia harus belajar bahasa Arab, karena bahasa Arab dan bahasa Ibrani mempunyai demikian banyak kata-kata umum yang hampir serupa…Semua bahasa-bahasa Semit itu kalau dirunut kebelakang akan menjadi satu bahasa Semit induk purbakala."
- "Bahasa induk Semit purbakala" itu dahulunya adalah Bahasa Ibrani Kitab Suci. Kita dapat mengetahui bahwa ketika bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, mereka tidak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan berbagai suku Kanaan yang sudah ada tinggal disana. Itu karena mereka menggunakan bahasa serumpun, seperti halnya orang-orang Jawa (teks aslinya Jerman, penerjemah.) mengenal bahasa Jawa Tinggi dan Jawa Rendah.
- Apakah mengherankan jika bangsa Kanaan, yang dahulu kala telah tinggal di Tanah Perjanjian, yang bahasanya adalah salah satu bahasa didalam rumpun bahasa Semit yang diturunkan dari bahasa Ibrani purbakala, memakai kata yang sama, Elohim, yang dipakai bangsa Ibrani – dan yang mereka gunakan hanya untuk tuhan mereka yang bukan Yahweh?
- Dengan cara pemikiran yang sama kita menjadi tahu juga bagaimana bisa terjadi Nama Suci "Yah" juga dipakai di Mesir. Perhatikanlah kata-kata berikut ini dari the Encyclopedia of Gods oleh Michael Jordan: "Yah-tuhan bulan. Bahasa Mesir. Yah mungkin hasil import yang dibawa ke Mesir oleh imigran berbahasa Semit …" (p. 291).
- Praktek peminjaman nama sudah lumrah terjadi disepanjang sejarah.
- Ketika sekelompok orang-orang melakukan migrasi mereka juga membawa kepercayaan, bahasa dan nama-nama didalam budaya mereka lalu menyebarkannya didaerah yang mereka datangi.
- Salah satu argumen mengatakan bahwa istilah El dan Elohim merayap kedalam bahasa Ibrani setelah bertahun-tahun Kitab Suci asli ditulis, merujuk pada Yesaya 19:18: "Pada masa itu lima kota di Tanah Mesir harus menggunakan bahasa Kanaan, dan bersumpah kepada Yahweh tuan-tuan rumah; sebutan namanya, Kota kerusakan".
- ("Kota kerusakan" dari "city of destruction" adalah penerjemahan yang tidak tepat, dan seharusnya "kota keadilan" atau "city of righteousness" dari kata Ibrani ha-zedek)
- (bandingkan dengan Alkitab-LAI dan Kitab Suci, bahasa Jawa, LAI, penerjemah. Berikut ini adalah kutipan penerjemah dari TNK, Yesaya 19:18:
- Ibrani:
-
o°h½©r‰m¦n .¤rɤt‰C oh¦rŠg J¿¥n¨j ÏUh§v°h tUÇv©v oIÉH‹C
,I¼gŠC§J°b±u i‹gº³b‰F ,É‹p«§a ¿,Ir‰C©s§n
,œ¨j¤t‰k r¼¥n¨t¯h x¤rº¤v©v rhɈg ,I·tŠc‰m vɲu«vhœ‹k
- Bacaan:
- Bayom hahu yihyo khamesh arim be-erets mitsrayim medaberot shfat
kna'an venishbaot lavɲu«vh
tsevaot ir haheres yeamer le'ekhat.
- Indonesia:
- Pada hari itu akan ada lima kota di tanah mesir berbicara bahasa kanaan dan
bersumpah kepada vɲu«vh panglima perang kota kerusakan orang akan
menyebutnya).
-
Pasal ini merupakan nubuat tentang beralihnya kepercayaan Mesir di dalam Kerajaan, ketika semua orang bercakap-cakap dengan bahasa Ibrani. Ayat tersebut tidak berarti membawa bahasa Kanaan yang menyembah berhala ke dalam Israel. "Bahasa Kanaan" hanyalah kata puisi kiasan dalam budaya Ibrani karena bangsa Israel yang berbahasa Ibrani itu tinggal disana. (lihat Cyclopedia of Biblical, Theological and Ecclesiastical Literature). Lebih jauh lagi, di dalam abad ke-8 Sebelum Mesias, ketika Yesaya menulis ini, bahasa bangsa Kanaan adalah bahasa Ibrani, bukan bahasa Kanaan.
- Sebagai catatan kaki, dalam berpindah dari satu bahasa ke bahasa yang lain, tulisan yang kita gunakan untuk menyalin bunyi suatu nama tidak sama persis, agar tulisan itu dapat menyatakan dengan tepat bunyi dari kata dalam tulisan aslinya. (Melakukan transliterasi bukan translasi, penerjemah)
- Beberapa orang berpendapat bahwa "El" merupakan sesuatu yang salah, sehingga membuat suatu sisipan atau penggantian yang tampaknya aneh, seperti misalnya mengganti "el" dengan "yl" didalam kata "Israyl." Ini adalah sekedar usaha perbaikan karena persepsi mereka atas "masalah el" itu. Ini tidak berbeda jauh dengan permasalahan ketika pihak gereja mengganti huruf g kecil dengan G besar dalam kata "god" untuk merubah istilah gelar generik menjadi satu nama.
- Tetapi didalam kasus ini, penggantian "e" dengan "y", akan berdampak pada penggantian dalam kata Ibrani yang terinspirasi itu, yaitu mengganti huruf aleph dalam "el." dengan huruf yod . Kalau demikian apakah penggantian "el" menjadi "yl" akan membawa kita kepada kata yang tepat dan asli?
- Bila demikian, bagaimana dapat membuktikan, bahwa "yl" adalah lebih benar? Dimanakah kata Ibrani "Israyl" dapat ditemukan di luar tulisan pribadi segelintir orang tertentu? Lebih dari itu, satu hal yang aneh, bagaimana mungkin penggantian "e" dengan "y" dapat membuat pengucapan kata-kata itu berbeda.
- Kita tidak bisa membenarkan doktrin kita sendiri dengan cara merubah Kitab Suci agar selaras dengan kepercayaan kita, dengan menambahi atau mengurangi. Kita tidak punya kewenangan untuk berbuat demikian. Ini adalah Kitab Yahweh, bukan milik kita.
- Satu perintah di dalam Kitab Wahyu 22:19 cukup sederhana dan jelas:
- "Dan bila ada manusia yang mengurangi kata-kata Kitab nubuatan ini, Elohim akan mengambil bagiannya dari kitab kehidupan, dan dari kota suci, dan dari segala sesuatu yang dituliskan didalam kitab ini" (lihat juga Ulangan 4:2, Amsal 30:5-6).
- Jadi jelaslah bahwa El, Eloah dan Elohim adalah rujukan yang tepat bagi "Yang Maha Kuasa (tunggal atau jamak, penerjemah)" di dalam Kitab Suci.
- Contoh-contoh 'El' didalam Kitab Suci
- Seseorang dapat membuat satu kasus yang padat bahwa bahasa yang asli di atas bumi, diturunkan dari langit yang paling atas, adalah bahasa Ibrani. Bahasa ini dahulu kalanya adalah bahasanya utusan-utusan dari surga yang selalu berbicara kepada umat manusia dalam bahasa Ibrani dan kepada orang-orang yang bahasa aslinya adalah bahasa Ibrani. Yahshua berbicara kepada BapaNya dalam bahasa Ibrani (Aram) ketika Dia digantung diatas tiang pancang, Matius 27:46. Kata-kataNya tidak diterjemahkan didalam Perjanjian Baru, yang mana mengandung harapan bagi kita.
- Perhatikanlah apa yang Dia katakan itu. "Dan pada sekitar pukul ke sembilan Yahshua mengeluh dengan suara nyaring, katanya, 'Eli, Eli, lama sabachthani?' yang artinya, El-Ku, El-Ku, mengapa Engkau (telah) meninggalkan Aku?" "Eli" artinya "El saya" dalam bahasa Ibrani ("i" adalah singkatan dari kata ganti milik "milikku").
- Bila El adalah satu istilah bersifat berhala dan dikutuk oleh Yahweh, pastilah Juru Selamat kita tidak pernah menggunakannya untuk memanggil BapaNya sendiri.
- Bila "El" dahulu adalah satu rujukan yang bersifat berhala, mengapa banyak orang-orang suci menggunakan "el" didalam nama-nama mereka? Berikut ini nama-nama mereka dalam ejaan Inggeris, Elijah (EliYah), Elisha, Eliezer, Ezekiel, Daniel, Joel dan banyak lagi yang menggunakan kata Ibrani yang diakui ini, El. Bila El adalah begitu salah, mengapa nama-nama itu dipakai oleh malaikat maha agung Michael (nama yang artinya "Siapa yang seperti El") dan Gabriel ("El penuh kuasa")? Mahluk malaikat itu telah ada sebelum bumi ada, dan pasti sebelum bahasa-bahasa pemeluk kepercayaan berhala kuno ataupun sebelum tuhan-tuhan berhala.
- Setelah memperoleh janji akan mempunyai keturunan yang menjadi bangsa yang besar melalui mimpinya yang dapat dia ingat ketika tidur bersandar di tangga, Yakub menyebut tempat dia tidur itu "Bethel," satu nama yang artinya "Rumah El" (Kejadian 28:19). Kemudian, dalam Kejadian 35, Yakub diberitahu oleh Yahweh untuk pergi ke Beth-el dan membangun altar di sana. Yakub menyebut tempat altar itu "El-Beth-el," atau "El Rumah Elohim." Di dalam Kejadian 33:20 dia membuat satu altar lagi, kali ini di Shalem, dan menyebutnya "El-eloah-Israel," atau "El, Elohim Israel." Pastilah datuk agung itu tidak akan memberi nama untuk tempat-tempat pemujaan berhala.
- Bahkan sebelum ini, Abram menamakan anak laki-lakinya Ishmael, yang artinya "El akan mendengar."
- Malaikat, didalam Matius 1:23, berkata bahwa nama Yahshua akan disebut Emmanuel, artinya "El bersama kita."
- Jadi jelaslah bahwa sebutan El, Eloah, dan Elohim adalah istilah Ibrani yang sah yang di-inspirasi Yahweh dan dipakai oleh umatNya, termasuk PuteraNya. Kalau dikatakan berasal dari kepercayaan berhala maka mereka percaya kepada kepalsuan yang dibuat oleh manusia sendiri.
-
----OOO----
-
-
-
-
-
-
-
- Diterjemahkan oleh Ohol YAOHUSHUA di Indonesia
- 2002
- Ke Halaman Depan Situs OHOL
YÁOHUSHÚA di INDONESIA
|
- Pertanyaan yang menarik...
- Apakah Yesus mengeluh berseru kepada tuhan berhala yang disebut
'El' ketika diatas Salib?
- Christian Thinktank
- http://www.christian-thinktank.com/elwho.html
- [Dibuat 4/28/97]
- Baru-baru ini, XXX menulis:
- When christ was on the cross, he blurted out "Eloi, Eloi, ...".
The literal translation is NOT "My God, My God, why has thou forsaken
me?" Rather, it is "My El, My El, why has thou forsaken me?" El
is a pagan god, a *very* specific pagan god. Why would christ call
out to this pagan god?
- Ketika Kristus diatas kayu salib, dia berseru "Eloi, Eloi,...".
Terjemahan secara literal BUKAN "God-ku, God-ku, mengapa Engkau
meninggalkan aku?" tetapi "El-ku, El-ku, mengapa Engkau meninggalkan
aku?" El adalah tuhan berhala, tuhan berhala yang *sangat* istimewa.
Mengapa kristus berseru kepada tuhan berhala itu?
- Dapatkah anda membantu saya menjawab pertanyaan ini (bahkan sekalipun
bantuan itu hanya berupa petunjuk dimana letak halaman anda). Pertanyaan
ini sedikit mengganggu saya dan saya tidak punya sedikitpun pendidikan
theologia untuk dapat sekedar memberi jawaban... Terimakasih.
- ..............................................................
- Pada dasarnya ada dua hal perlu kita ketahui untuk menjawab pertanyaan
tersebut:
- 1. Siapa atau apakah dulunya "El" itu?
- 2. Bagaimanakah kemungkinan bahwa Yesus berdoa kepada 'El'?
- Apa yang kita ketahui tentang "El"
- Pertama-tama, mari kita simak data ekstra kitab suci ....
- · "Kata il, ilu(m), atau el dikenal umum didalam semua bahasa
serumpun Semit; dalam pengertian yang luas kata tersebut mempunyai
pengertian satu nama umum yang berarti 'god,' (dalam bahasa Inggeris,
atau tuhan dalam bahasa Indonesia, penerjemah) tetapi juga dapat
berarti satu nama yang khusus tuhan." [MM:138]. Ini berarti kita
harus menguji dahulu pengertian YANG MANA dari kedua arti tersebut
yang dimaksud didalam kutipan yang diberikan.
- · Dalam sejarah kuil Semit Barat, El adalah satu-satunya tuhan
yang 'terkemuka' di Ebla (millenium ke-3 Sebelum Kristus) [EBLA0:179f],
dan kemudian dengan cepat ditutupi kejayaannya didalam agamaa bangsa
Kanaan, oleh 'anaknya laki-laki' Baal [PCE:93]. El secara umum tidak
aktif, khususnya dibandingkan dengan Baal [PCE:123; POTW:171].
- · Kata 'El' paling banyak dijumpai secara luas menurut literatur
ANE adalah didalam sumber-sumber Canaanite Ugaritic [e.g. ANET:129-155,
659]. Dalam daftarnya, ANET hanya menuliskan SATU kejadian terdapat
diluar bangsa Kanaan, dan ini ada dalam literatur Hitti [ANET:519].
Seperti telah dikemukakan diatas, El merupakan satu tuhan yang minor
didalam pengertian keagamaan dan praxis Ugarit.
- · Setelah melewati masa 'cikal bakal' agama ekstra-kitab suci
ini, El kemudian menghilang dari muka bumi. Namanya kemudian dijumpai
didalam bentuk senyawa dengan kata lain (elkunirsha) didalam satu
mitos Semit Barat purbakala yang berbahasa Hitti [POTW:150; AI:310],
dan mitos tersebut terpelihara didalam beberapa naskah Aram pada
awal millenium pertama Sebelum Kristus. [POTW:225-226; AI:310].
- · Tempat yang diperkirakan paling logis dimana El ini 'tinggal'
yaitu didalam agama Phunisia, yaitu keturunan bangsa Kanaan. Tetapi
disini, seperti juga ditempat lain, kita jumpai El tidur menyepi:
- "Tuhan-tuhan yang dimuliakan dalam Phunisia Jaman Besi merupakan
campuran tuhan-tuhan laki-laki dan tuhan-tuhan perempuan yang sudah
dikenal sejak jaman Kanaan sebelumnya dan tuhan yang baru ternyata
baru dikenal sejak awal millenium pertama (Sebelum Kristus, penerjemah).
Dalam beberapa kejadian, beberapa tuhan yang lebih tua dan relatif
penting telah berubah. Contohnya, El, pencipta dan raja dari tuhan-tuhannya
bangsa Ugarit, hanya ditulis sekali didalam naskah tanah leluhurnya."
[POTW:201]
- · Versi Babylon (ilu, Akkadian Anu) juga menunjukkan terjadi penyurutan
nama tuhan-tuhan itu. Hal ini terlihat didalam daftar nama-nama
raja selama Jaman Perunggu Akhir (1500-1200 Sebelum Kristus), tetapi
kemudian ketenarannya surut oleh tuhan-tuhan lokal dalam satu generasi
atau sekitar itu [AHANE:74]. Anu pada mulanya cukup tenar meyakinkan,
tetapi kemudian dapat kita saksikan di Ebla 'diturunkan dari singgasana
ketenaran' oleh tuhan-tuhan keturunannya. Demikian ditulis dalam
BABY:171-172:
- Struktur dasar dari kuil [Babylon], paling tidak seperti tercatat
didalam literatur purbakala paling awal yang telah ditemukan, menunjuk
kepada tuhan-tuhan pada jaman millenium ketiga (Sebelum Kristus,
penerjemah). Anu, tuhan langit, pemunculannya samar-samar sepanjang
sejarah Mesopotamia, pada awalnya dikenal dari kepalanya. Beberapa
lambangnya kemudian diambil alih, pertama-tama oleh Enlil, dan kemudian
oleh Marduk serta Assur di Babylonia dan juga di Assyria...Enlil
(Ellil), 'tuan angin', tuhan wali pelindung bangsa Nippur, adalah
anak laki-laki Anu. Seperti ayahnya dia datang dikenal sebagai 'Bapa'
- atau 'Raja' dari tuhan-tuhan dan yang pertama kali menggantikan
Anu didalam mitologi.
- Selanjutnya, kita perlu mencermati apakah arti "El" didalam kitab
suci...
- · "El" adalah istilah yang dipakai sebagai alternatif dari istilah
Tuhan yang kuat --demikian menurut ZPEB (in. loc):
- El--Sebagian besar merupakan pernyataan puitis untuk satu-satunya
Tuhannya Israel yang Sejati; seringkali dalam bahasa Ibrani, dipakai
awalan penunjuk kepastian, seperti dalam bahasa Inggeris the (true)
God, walaupun awalan itu tidak perlu untuk menjelaskan the true
God (Bilangan 12.13). Tetapi istilah itu, pada dasarnya berarti
"kekuatan," dapat dipakai dalam kata sifat dan juga dapat menunjuk
kepada orang yang besar kuasanya dan berkedudukan sosial tinggi
(Yehezkiel 31:11), seperti misalnya Nebuchadnezzar, atau menunjuk
kepada malaikat-malaikat (Mazmur 29.1)
- · El kadangkala dipakai oleh bangsa Israel berlawanan dengan yang
dimaksud oleh bangsa Kanaan! Demikian menurut EBC:5.211-212:
- El secara umum menunjuk pada Kepala tuhan-tuhan didalam kuilnya
bangsa Kanaan. Bangsa Israel umumnya menggunakan istilah tersebut
untuk menunjuk kepada Yahweh, paling tidak, ada sedikit kesimpang
siuran antara Tuhan mereka apakah sama dengan El-nya bangsa Kanaan...Bangsa
Israel percaya bahwa Yahweh ada lebih dahulu baru kemudian muncul
seperti dinyatakan oleh bangsa Kanaan, El dan kemudian anaknya Baal
dan banyak lagi.....Didalam bagian puisi Perjanjian Lama, para penulis
yang ter-inspirasi dengan leluasa menggunakan ungkapan sastera untuk
memuja Yahweh. Didalam hati mereka para pe-mazmur itu setia kepada
- Yahweh dan sadar bahwa El adalah satu gambar khayalan. Mereka
juga meminjam uraian, ungkapan kesempurnaan, dan penghormatan kepada
El. Pada waktu itu terlihat bahwa ada usaha untuk mengatasi polemik,
karena pemazmur dengan tegas menyatakan bahwa hanya Yahweh adalah
El dan tidak ada El lain kecuali Yahweh! Dilain saat para pemazmur
secara kreatif menggunakan ungkapan sastera untuk memuja Yahweh.
- · Oleh karena itu El menurut Kitab Suci adalah "satu istilah umum
dan tidak merujuk kepada nama pribadi tuhan bangsa Ugarit El", kecuali
dalam konteks perdebatan. [MM:139]
- · Bangsa Israel pada hakekatnya telah 'mengosongkan' beberapa
istilah mereka untuk tuhannya para penyembah berhala dan mengisi
istilah itu dengan isi yang ter-inspirasi dari Tuhan digunung Sinai.
Demikian menurut Livingston [PCE:182]:
- Nama nama ini, dulu kala memisahkan diri dari kepercayaan berhala
polytheisme dan naturisme serta mencerminkan satu kepribadian yang
kuat dan dalam waktu yang bersamaan memberi tekanan pada kemuliaan,
kesucian, keesaan dan keunikan tuhan.
- · Didalam mazmur, istilah dalam Bible berbahasa Inggeris "my God
(El)" umumnya setara dengan "my Father" [EBC:5.200]
- The Net:
- Nama El (dan variasi linguistiknya) dahulu kala, dipakai sebagai
satu nama tuhan yang berpengaruh kuat dalam aliran utama kepercayaan
berhala didalam budaya mula-mula bangsa Ebla dan Sumer, tetapi menyurut
dari aliran utama pada tahun 1200 Sebelum Kristus. Nama spesifik
El menghilang dari catatan-catatan bersamaan dengan ditutupnya Perjanjian
Lama (sekitar 500-400 Sebelum Kristus). Didalam data kitab suci,
Tuhannya Israel, Yahweh, dapat merampas nama 'El' karena Dia adalah
Tuhan yang sejati dan satu-satunya Tuhan--berlainan sekali dengan
El milik bangsa Kanaan yang pasif beserta anaknya laki-laki yang
- aktif, Baal. Oleh karena itu maka 'El' didalam kitab suci BUKAN
tuhan kepercayaan berhala (terkecuali dalam konteks yang menjadi
perdebatan dalam hal tertentu), tetapi adalah Yahweh-- Tuhannya
Abraham, Isak dan Yakub.
- ................................................................................................
- Katakanlah adakah kemungkinan bahwa Yesus berdoa kepada 'El' ini
-- yang adalah tuhan kepercayaan berhala yang dipercayai dimuka
bumi selama 4-5 abad?
- Ada beberapa pendekatan dan permasalahan yang harus kita ingat
dalam menilik pertanyaan ini:
- 1. Ketika seseorang penyembah Satan sekarang ini berucap "Tu(h)an"
didalam upacara mistis, apakah dia juga menujukan panggilannya itu
kepada pribadi yang sama dengan kita ketika mengucapkan "Tu(h)an"?
Pasti tidak sama! Kata 'tu(h)an' itu sendiri adalah satu gelar,
seperti halnya "lord" atau "god" dalam bahasa Inggeris. Jadi, sekalipun
"El" tetapi "El" yang diucapkan oleh Yesus pasti tidak sama tujuannya
dengan tujuan para pemuja berhala bangsa Kanaan!
- 2. Hampir semua peneliti sepakat bahwa Yesus mengutip dari Mazmur
22. [EBC: Mt 27.46]. Ini merujuk kepada Mazmur 22.1 (2 didalam the
MT) tujuan yang paling mungkin dimaksud oleh Yesus. Didalam Mazmur
22, 'my God' atau 'Tuhanku' (seperti tertulis diatas) menunjuk kepada
Yahweh, dalam satu bentuk pendekatan "my Father" atau "Bapaku" (EBC:
in loc).
- 3. Kitab LXX menerjemahkan pasal tersebut dengan memakai istilah
'God' (theos) bukan 'El' .
- 4. Para penulis Injil berbahasa Inggeris menerjemahkan istilah
itu bagi kita!--bacalah ayat di dalam Kitab Matius 27.46:
- About the ninth hour Jesus cried out in a loud voice, "Eloi, Eloi,
lama sabachthani?" -- which means, "My God, my God, why have you
forsaken me?"
- Dalam Matius maupun Markus (Markus 15.34) tertulis bahwa Yesus
mengucapkan "God" (theos) bukan "El".
- 5. Kenyataan bahwa "El" sebagai tuhan berhala sudah tidak berperan
selama 4 - 5 abad (sedikitnya) dapat menjadi alasan bahwa SANGAT
mungkin Yesus tidak sedikitpun bermaksud memanggil segala sesuatu
yang berkaitan dengan El ini.
- 6. Tidak ada bukti sedikitpun yang menunjukkan bahwa berubah dari
semula memuja Yahweh dan berpaling kepada tuhan bangsa Kanaan, setelah
seumur hidupnya mengabdikan dirinya kepada Yahweh!
- 7. Sebenarnya, bentuk ucapan 'eloi' dan 'eli' didalam Matius dan
juga Markus, secara umum adalah menurut bahasa Aram. [Bentuk ucapan
Ibrani yang digunakan Matius--"eli"--juga masih mendukung ucapan
dalam bahasa Aram, karena Targum didalam Mazmur tetap mempertahankan
bentuk tulisan Ibrani untuk Nama TUHAN , sekalipun didalam kalimat
berbahasa Aram...seperti halnya kalau kita menggunakan istilah Yahudi,
Yahweh, didalam kalimat berbahasa Indonesia. Cf. EBC: dalam Matt.
Loc.] Peluang mengkombinasi antara kata tambahan 'ku' dengan nama
'El' sangat kecil dibanding dengan kombinasi antara 'ku' dengan
'tuhan'
- atau 'bapa'. Bentuk nama+ku sangat, sangat amat jarang didalam
literatur religius, maka kemungkinannya sangat kecil (bahwa yang
dimaksud adalah nama 'El' Kanaan, penerjemah.)
- 8. Yesus sebelumnya telah mengajarkan bahwa orang-orang Yahudi
harus dan hanya mengenal kepada satu-satunya Tuhan yang sejati,
seperti diungkapkan didalam percakapannya dengan wanita Samaria.
(Yohanes 4.22: Kalian orang-orang Samaria menyembah apa yang kalian
tidak kenal, tetapi kami menyembah apa yang kami kenal, karena keselamatan
datangnya dari bangsa Yahudi). Jadi untuk apa dia pada akhir hayatnya
menyembah kepada tuhannya bukan orang Yahudi?!
- 9. Terakhir, tentang hikayat sedih, penuh sindiran, didalam Mazmur
tentang Penderita Yang Adil - dengan berbagai tingkat kepastian
dan kejelasan. Bermacam-macam mazmur Penderita dialamatkan kepada
Tuhan dengan berbagai nama (seperti Elohim, Yahweh, dll.), membantu
kita tahu bahwa alamat tujuannya sama dengan yang dituju Mazmur
22. Untuk melihat jalinan hikayat sedih dalam mazmur, saya membuat
daftar ayat paralel sebagai berikut ini, sesuai yang disarankan
didalam DJEC:207ff. (Lihat juga tinjauan mendalam atas peran Mazmur
tentang Penderitaan didalam DM:1452-1465.) Format dibawah ini adalah
[pasal dalam injil, perihal, mazmur yang paralel (dengan tanda "?"
bila diduga, tetapi masih dipertanyakan, ada kemungkinan sindiran)]:
- · Matius 26.3-4
- berkumpul dan mengajukan tuntutan untuk membunuh
- 31.14LXX
- · Markus 14.1 (Matius 26.4)
- membunuh dengan tipu muslihat
- 10:7-8
- · Markus 14.18 (Yohanes 13.18)
- orang yang makan bersama aku
- 41.9 LXX (mrk)
- · Yohanes 15.25
- membenci aku tanpa alasan
- 35.19; 69.4LXX
- · Markus 14.34 (Matius 26.38)
- sangat sedih
- 42.5, 11; 43.5 LXX
- · Yohanes 12.27
- jiwa yang kacau
- 6.3-4 LXX
- · Markus 14.41 (Matius 26.45)
- dikirim kepada tangan-tangan orang-orang berdosa
- 140.8 LXX
- · Markus 14.45 (Matius 26.49; Lukas 22.47-48)
- ciuman yang licik
- 38.12; 41.6
- · Markus 14.54 (Matius 26.58; Lukas 22.54)
- mengikuti dari jauh
- 38.11 LXX
- · Markus 14.57
- saksi-saksi palsu bangkit
- 27.12 LXX; 35.11 LXX
- · Markus 14.61 (Matius 26.63; Markus 15.5; Matius 27.14; Lukas
23.9)
- berdiam diri didepan penuntut
- 38.13-14
- · Lukas 22.71
- kami sudah mendengarnya sendiri
- 35.21
- · Markus 15.3 (Lukas 23.10)
- serangan kata-kata yang hebat
- 109.3
- · Matius 27.34
- memberi empedu
- 69.21 LXX
- · Markus 15.24 (Mat 27.35; Luk 23.34; Yoh 19.24)
- membagi jubah
- 22.18 LXX
- · Markus 15.29 (Matius 27.39)
- ejekan, mengangguk-anggukkan kepala
- 22.7 LXX
- · Markus 15.30-31 (Matius 27.40,42)
- "Selamatkanlah dirimu sendiri!"
- 22.8 LXX
- · Matius 27.43
- "Dia percaya dalam Tuhan, biarlah Tuhan yang membebaskan dia"
- 22.8 LXX? (pepoithen, elpisen)
- · Markus 15.32 (Matius 27.44)
- pencaci makian
- 22.6 LXX
- · Markus 15.34 (Matius 27.46)
- tangis karena tidak diperhatikan
- 22.1 LXX
- · Lukas 23.46
- "Kedalam tanganmu rohku keserahkan!"
- 31.5 LXX
- · Yohanes 19.28
- "Aku haus"
- 22.15? 69.21?
- · Markus 15.36 (Matius 27.48)
- menawari asam cuka untuk diminum
- 69.21 LXX
- · Markus 15.39 (Matius 27.54)
- disembah oleh orang-orang bukan Yahudi
- 22.27
- · Lukas 23.47
- sama sekali tidak berdosa (dikaios)
- 34.15, 17, 19, 21; 37.12; etc. LXX
- · Markus 15.40 (Matius 27.55; Luk 23.49)
- memperhatikan dari jauh
- 38.11 LXX
- · Yohanes 19.36
- tidak ada tulang yang dipatahkan
- 34.20 LXX
- · Markus 15.43 (Lukas 23.51)
- kerajaan Tuhan
- 22.28
- [Orang menjadi tahu mengapa Kristus yang telah naik itu memilih
kitab Mazmur sebagai rujukan kebelakang di dalam ucapannya ketika
sedang melakukan perjalanan menuju Emaus -- Dia berkata kepada mereka,
"Inilah yang kukatakan kepada kalian selagi aku masih bersama-sama
dengan kalian: Segala sesuatunya harus dipenuhi, semua yang telah
ditulis tentang aku didalam Torah Musa, kitab nabi-nabi dan Mazmur."
]
- Abbreviations Used in References
- Updated May 7/2002; To look for a non-book abbreviation or glossary
entry, go to the Search form and follow instructions.
- Common abbreviations: DSS (Dea Sea Scrolls); mss (manuscripts);
NT (New Testament); OT (Old Testament/Tanach); ANE (Ancient New
East). Books with an X: prefix are NOT in my library.
- · [AAA] Atlas of Ancient Archaeology, Jacquetta Hawkes (ed), Barnes
and Nobles: 1994.
- · [AAF] Answering a Fundamentalist, Albert J. Nevins, M.M., Our
Sunday Visitor Publishing:1990.
- · [AB] Atlas of the Bible, John Rogerson, Facts on File: 1985.
- · [ABC] Atlas of the Bible and Christianity, Tim Dowley (ed.),
Baker:1997.
- · [ABD] Anchor Bible Dictionary, David Noel Freedman (main ed.),
DoubleDay:1992
- · [ABH] Archeology and Bible History, Free and Vos, Zondervan:1992.
- · [ABWT] Archaic Bookkeeping: Writing and Techniques of Economic
Administration in the Ancient Near East, Hans Nissen / Peter Damerow
/ Robert Englund (trans. Paul Larsen), U.Chicago: 1993.
- · [ACAEC] Early Civilizations: Ancient Egypt in Context, Bruce
G. Trigger, American University in Cairo:1993.
- · [ACCS:Mark] Ancient Christian Commentary on Scripture. Thomas
Oden and Christopher Hall (eds.). IVP:1998.
- · [ACH] Atlas of Classical History, Michael Grant, Oxford: 1994.
- · [AEC] The Archaeology of Early Christianity--A History, William
Frend, Fortress:1996.
- · [AEL1] Ancient Egyptian Literature (3 vols), Miriam Lichtheim,
Univ of Cal:1973, 1976, 1980.
- · [AEL2] Ancient Egyptian Literature (3 vols), Miriam Lichtheim,
Univ of Cal:1973, 1976, 1980.
- · [AEL3] Ancient Egyptian Literature (3 vols), Miriam Lichtheim,
Univ of Cal:1973, 1976, 1980.
- · [AHANE] Archeological History of the Ancient Near East, Jack
Finegan, Barnes&Nobles:1979.
- · [AHSG] Archaeology, History, and Society in Galilee--the Social
Context of Jesus and the Rabbis, Richard A. Horsley, Trinity Press:
1996.
- · [AI] Ancient Israel. de Vaux, Roland, McGraw-Hill, 1965.two
vols.
- · [AILCC] Ancient Israelite Literature in its Cultural Context,
John H. Walton, Zondervan: 1989.
- · [AL] Ancient Literacy, William V. Harris, Harvard:1989.
- · [AM] Ancient Mesopotamia, Leo Oppenheim-completed by Erica Reiner,
Univ.Chicago: 1977 (2nd ed).
- · [ANET] Ancient Near Eastern Texts, Relating to the Old Testament,
with supplement. James B. Pritchard. PrincetonUP:1969 (3rd ed)
- · [ANL] Archeology and Langauge: The Puzzle of Indo-European Origins,
Colin Renfreq, Cambridge: 1987.
- · [ANT] The Archeology of the New Testament-The Life of Jesus
and the Beginnings of the Early Church, Jack Finegan, Princeton:
1992 (revised edition)
- · [AOOT] Ancient Orient and Old Testament. Kitchen, K.A. ,Intervarsity
Press, 1966.
- · [AOTI] Approaches to Old Testament Interpretation (2nd ed),
by John Goldingay, IVP:1990.
- · [AP:CBW] Can a Bishop be Wrong?--Ten Scholars Challenge John
Shelby Spong, Peter C. Moore (ed.), Morehouse:1998.
- · [AP:IDFB] In Defense of the Faith: Biblical Answers to Challenging
Questions, Dave Hunt, Harvest House:1996.
- · [ART] Aspects of Rabbinic Theology, Solomon Schechter, Jewish
Lights: 1909/1993.
- · [ATNT] The Text of the New Testament, Aland and Aland, Eerdmans/EJ
Brill: 1989 (2nd ed).
- · [ATRD] As the Romans Did: A Sourcebook in Roman Social History,
Jo-Ann Shelton, Oxford: 1988.
- · [BABY] Babylon, Joan Oates, Thames and Hudson: 1986 (rev.ed.)
- · [BAFCSALS] The Book of Acts in its First Century Setting: Ancient
Literary Setting, Bruce Winter and Andrew Clarke (eds.), Eerdmans:
1993.
- · [BAFCSDS] The Book of Acts in its First Century Settting: Diaspora
Setting, by Irina Levinskaya, Eerdmans/Paternoster:1996 (vol 5 in
the series)
- · [BAFCSGR] The Book of Acts in its First Century Settting, vol
2: Graeco-Roman Setting, David W. Gill and Conrad Gempf, eds. Eerdmans:
1994.
- · [BAFCSP] The Book of Acts in its First Century Setting: Vol
4--Palestinian Setting, ed. R. Bauchkham, Eerdmans: 1995, 526pp.
- · [BAFCSPRC] The Book of Acts in its First Century Setting: Paul
in Roman Custody, Brian Rapske, Eerdmans:1994.
- · [BAM] Berossos and Manetho: Introduced and Translated--Native
Traditions in Ancient Mesopotamia and Egypt, Gerhard Verbrugghe
and Wichersham, U.Mich: 1996.
- · [BAW] Before Abraham Was: The Unity of Genesis 1-11, Kikawada
and Quinn, Ignatius: 1985.
- · [BBC] The Bible Background Commentary-NT. Keener, Craig. S.
, IVP, 1993.
- · [BCANON] The Canon of Scripture, F. F. Bruce, IVP: 1988.
- · [BEALE] The Right Doctrine from the Wrong Texts, G. K. Beale
(ed.), Baker:1994.
- · [BEAP] Biblical Exegesis in the Apostolic Period. Longenecker,
Richard. , Eerdmans Publishing, 1975.
- · [BFC] Beyond Form Criticism: Essays in Old Testament Literary
Criticism, Paul R. House (ed.), Eisenbrauns: 1992.
- · [BHDL] Biblical Hebrew and Discourse Linguistics, Robert D.
Bergen (ed.), Summer Institute of Linguistics: 1994.
- · [BIAI] Biblical Interpretation in Ancient Israel, Michael Fishbane,
Oxford: 1985.
- · [BKC] Bible Knowledge Commentary, Kenneth L. Barker, Eugene
H. Merrill, and Dr. Stanley D. Toussaint (eds). Victory Books.
- · [BLOM] The Historical Reliability of the Gospels by Craig Blomberg,
IVP: 1987.
- · [BM] The Birth of the Messiah, by Raymond E. Brown, Doubleday:
1993.
- · [BNTH] New Testament History. Bruce, F.F., Anchor, 1972.
- · [BPM] Bandits, Prophets, and Messiahs: Popular Movements at
the Time of Jesuss, Richard Horsley and John Hanson, Harper & Row:
1985.
- · [BQI] Beyond the Q Impasse: Luke's Use of Matthew, Allan J.
McNichol (ed), Trinity: 1996. (International Institute for Gospel
Studies).
- · [BREC] Books and Readers in the Early Church, Harry Y. Gamble,
Yale: 1995
- · [BSNT] Behind the Scenes of the New Testament, Barnett, IVP:
1990.
- · [BTE] The Bauer Thesis Examined: The Geography of Heresy in
the Early Christian Church, T.A. Robinson, Edwin Mellen: 1988.
- · [BTM] Before the Muses--An Anthology of Akkadian Literature
(2 vols), Benjamin R. Foster, CDL Press:1996.
- · [BTT] The Trinity, Edward Henry Bickersteth, Kregel: 1994. Reprint
of 19th century work.
- · [BVS] The Bible, Violence, and The Sacred: Liberation from the
Myth of Sanctioned Violence, James G. Williams, HarperCollins: 1991.
- · [CAE] Constantine and Eusebius, Timothy D. Barnes, Harvard:
1981.
- · [CAM] Cultural Atlas of Mesopotamia and the Ancient Near East,
Michael Roaf, Facts of File: 1990.
- · [CAP] Christianity and Paganism, 350-750, J. N. Hillgarth (ed.),
Univ of Penn Press: 1986.
- · [CASA] Cambridge Annotated Study Apocrypha, Howard Clark Kee
(ed.), Cambridge: 1989.
- · [CBGR] Civilization before Greece and Rome, H.W.F. Saggs, Yale:1989.
- · [CER] The Civilization of Europe in the Renaissance, John Hale,
Simon and Schuster: 1993.
- · [CFMH] The Classical Foundations of Modern Historiography, Arnaldo
Momigliano, U of Ca: 1990.
- · [CH:DECB] A Dictionary of Early Christian Beliefs, David W.
Bercot (ed), Hendrickson:1998.
- · [CH:JCW] John Calvin and the Will: A Critique and Corrective,
Dewey J. Hoitenga, Jr., Baker:1997.
- · [ChRE] Chronicle of the Roman Emperors, Chris Scarre, Thames
and Hudson: 1995.
- · [CKC] Chronos, Kairos, Christos: Nativity and Chronological
Studies Presented to Jack Finegan, Jerry Vardaman and Edwin Yamauchi,
eds. Eisenbrauns:1989.
- · [CKC2] Chronos, Kairos, Christos II, E. Jerry Vardaman (ed),
Mercer UPress: 1998.
- · [CMM] An Introduction to the New Testament. Carson, D.A.; Moo,
Douglas; and Morris, Leon. , Zondervan, 1992.
- · [COMFORT] Quest for the Original Text of the New Testament by
Philip Wesley Comfort, Baker: 1992.
- · [COTTD] Celsus On the True Doctrine: A Discourse Against the
Christians, trans. R. Joseph Hoffman, Oxford: 1987.
- · [COWA1] Chronologies in Old World Archaeology (2 vols), Robert
W. Ehrich (ed)., Univ of Chicago: 1992.
- · [COWA2] Chronologies in Old World Archaeology (2 vols), Robert
W. Ehrich (ed)., Univ of Chicago: 1992.
- · [CP] The Chronicle of the Pharoahs, Peter A Clayton, Thames
and Hudson:1994
- · [CR:NLBC] The Natural Limits to Biological Change, Lester &
Bohlin, Probe Books: 1989.
- · [CRCST] Classical Rhetoric and Its Christian & Secular Tradition,
George A. Kennedy, Univ. of N.Carolina: 1980.
- · [CRE] Christianizing the Roman Empire A.D. 100-400, Ramsay MacMullen,
Yale:1984.
- · [CRJ] Christianity and Rabbinic Judaism: A Parallel History
of Their Origins and Early Development, Hershel Shanks (ed.), Biblical
Archeology Society: 1992.
- · [CRST] The Christians as the Romans Saw Them, Robert Wilken,
Yale: 1984.
- · [Crux] Crucifixion, Martin Hengel, Fortress: 1977.
- · [CS:AM] Animal Minds. Griffin, Donald R., Univ of Chicago, 1992.
- · [CS:AWU] Are We Unique?, James Trefil, Wiley:1997.
- · [CS:BR] Brain Repair, Stein, Brailowsky, and Will, Oxford: 1995.
- · [CS:CCS] The Chemistry of Conscious States: How the Brain changes
its Mind by J. Allan Hobson. Little/Brown: 1994,292pp.
- · [CS:CD] Cognitive Development (3rd ed), by J. H. Flavell, P.H.
Miller, and S. A. Miller, Prentice Hall:1993.
- · [CS:CE] Conscious Experience, Thomas Metzinger (ed.), Schoningh:
1995.
- · [CS:CEden] Consciousness Explained by Daniel C. Dennett. BackBay
Books: 1991, 500pp.
- · [CS:CMSM] Cognitive Models and Spiritual Maps. Jensine Andresen
and Robert Forman (eds). ImprintAcademic:2000
- · [CS:CRA] Consciousness Research Abstracts, Imprint Academic.
- · [CS:DEERHB] Descartes' Error: Emotion, Reason, and the Human
Brain by Antonio Damasio. Grosset/Putnam: 1994,310+pp.
- · [CS:DM] Deconstructing the Mind, Stephen P. Stich, Oxford: 1996.
- · [CS:DPSOBB] Dynamic Patterns: The Self-Organization of Brain
and Behavior by Scott Kelso. Bradford (MIT), 1995.
- · [CS:EL] Goodbye, Descatres: The End of Logic and the Search
for a New Cosmology of the Mind. Keith Devlin. John Wiley: 1997.
- · [CS:EVM] Evolving the Mind: On the Nature of Matter and the
Origin of Consciousness, A.G. Cairns-Smith, Cambridge: 1996.
- · [CS:HBT] How Brains Think, William H. Calvin, BasicBooks:1996.
- · [CS:HSCB] How the Self Controls its Brain, John C. Eccles, Springer-Verlag:
1994.
- · [CS:IOSD] Immortality: The Other Side of Death, Gary Habermas
and J.P. Moreland, Nelson:1992.
- · [CS:JCM] Journeys to the Centers of the Mind--Toward a Science
of Consciousness, Susan Greenfield, Freeman: 1995.
- · [CS:JCSxx] The Journal of Consciousness Studies, cited by vol:issue,
pps.
- · [CS:KOM] Kinds of Minds: Towards and Understanding of Consciousness,
Daniel Dennett, Basic Books/Harper: 1996.
- · [CS:MBB] Memory, Brain, and Belief. Daniel Schacter and Elaine
Scarry (eds). Harvard:2000.
- · [CS:MCM] Minds, Causes, and Mechanisms: A Case Against Physicalism.
Josep E. Corbi and Josep L. Prades. Blackwell: 2000.
- · [CS:MD] Memory Distortion: How Minds, Brains, and Societies
Reconstruct the Past. Daniel Schacter (ed). Harvard:1995.
- · [CS:MI] The Making of Intelligence. Ken Richardson. Columbia:2000.
- · [CS:MMQM] Mind, Matter, and Quantum Mechanics, Henry P. Stapp,
Springer-Verlag: 1993, 248pp.
- · [CS:OOSSE] The Origins of Order: Self-organization and Selection
in Evolution, S. A. Kauffman, Oxford: 1993.
- · [CS:PBP] Pseudoscience in Biological Psychiatry: Blaming the
Body. Colin Ross and Alvin Pam. WileyInterscience:1995.
|