Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Geografy

 

Sebagian besar wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat berupa lahan berlereng curam - hampir 86% masuk dalam klasifikasi "sistem pegunungan" - dan memiliki banyak puncak yang tinggi, beberapa di antaranya lebih tinggi dari 2500 m. Jajaran pegunungannya terbelah oleh lembah-lembah yang panjang, bernama Lembah Kerinci. Dua lembah lain yang penting terdapat di bagian timur laut dan barat daya taman nasional. Sistem dataran rendah dan perbukitan rendah ternasuk di bagian barat dan timur bagian yang berpegunungan.

Di dalam taman nasional ini terdapat lebih dari 20 lahan basah, termasuk danau yang dikelilingi lembah, rawa gambut yang dikelilingi pohon-pohon kerdil, yang beberapa di antaranya sangat penting bagi habitat jenis binatang dan tumbuhan langka dan endemik. Danau Gunung Tujuh pada ketinggian 1950 m merupakan danau kawah yang teringgi di Asia Tenggara. Banyak mata air panas yang menunjukkan kegiatan gunung berapi di kawasan ini.

Taman Nasional Kerinci Seblat menghubungkan rangkaian yang tidak terputus antara dataran rendah sampai puncak pegunungan, sehingga nilai ekologisnya sangat besar. Daerah resapan air untuk Sungai Batangan (terpanjang) dan Sungai Musi (terbesar) di Sumatera, terlindung di dalam taman nasional ini, dan banyak sungai lainnya yang lebih kecil mengalir dari dalam kawasan. Lebih dari tiga juta penduduk dan empat juta hektar lahan untuk pertanian mengandalkan pasokan air yang terus menerus dari sungai-sungai ini.

Di daerah-daerah resapan air yang rentan terhadap erosi, fungsi hutan sangat penting dalam pengaturan aliran air. Masyarakat setempat sangat menyadari hubungan yang erat antara penebangan pohon dengan banjir besar, tanah longsor, dan kehilangan lapisan tanah akibat kedua kegiatan ini. Mereka juga mengetahui bahwa kemarau panjang dan sawah kering merupakan akibat penebangan hutan.

 

Back

 

Sumber :

© Taman Nasional Kerinci Seblat 1998-1999