![]() |
Gajah
Deskripsi
Dulu gajah tersebar luas di seluruh wilayah TNKS, tetapi sekarang binatang besar ini hidupnya terbatas di sebelah selatan taman nasional dan populasinya terutama terdapat antara Gunung Sumbing dan Sungai Batang Meranggin (Jambi) dan di sekitar Sungai Seblat dan Sungai Ipuh di Bengkulu.
Gajah dalam Kelompok yang lebih besar jumlahnya dapat mencapai 18-20 ekor, yang terdiri dari gajah betina, remaja dan anak-anak di bawah pimpinan seekor gajah betina. Gajah jantan muda meninggalkan kawanannya untuk membentuk kawanan jantan muda, biasanya terdiri dari 2 atau 3 ekor, dan jika bertambah tua mungkin akan menjadi gajah menyendiri atau "gajah tunggal".
Gajah Sumatera berukuran paling kecil dibandingkan dengan gajah Asia lainnya. Berbeda dengan gajah Afrika, gajah jantan dari Sumatera jarang yang memiliki gigi taring yang panjang (gading), bahkan pada gajah betina, gigi taring ini sangat pendek sehingga tertutup oleh bibir atasnya.
Walaupun gajah merupakan mamalia terbesar di Sumatera, gajah liar agak sulit terlihat di dalam hutan. Peluang untuk melihatnya adalah ketika kawanan gajah sedang menuju sungai untuk minum, mandi atau untuk menjilat air garam.
| Masa hidup | Hingga 70 tahun dalam kurungan, tapi lebih muda dalam keadaan liar. |
| Masa Kehamilan | 19-21 bulan (kira-kira) |
| Berat | Berat lahir sampai 90 kg (rekor Thailand). Jantan dewasa mencapai +3000 kg. |
| Tinggi | Dewasa tinggi sampai bahu mencapai 1,7-2,6 m. |
| Kedewasaan | Menjadi dewasa penuh pada umur kira-kira 25 tahun. |
| Habitat | Hutan dataran rendah dan hutan perbukitan, umunya berdekatan dengan sungai besar, tapi kadang-kadang mengembara ke bukit-bukit secara musiman. |
| Makanan | Dapat memakan 200 kg hijauan selama tiga hari. Sangat menyukai tanaman pisang liar, jahe-jahean, tunas bambu dan daun berbagai tumbuhan merambat. |
| Pemangsa Utama | Manusia. Harimau mungkin dapat memangsa anak gajah. |
sumber
© Taman Nasional Kerinci Seblat 1998-1999