Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
Aktualita Dunia Islam
No. 65/II, 24-30 April 1998
https://www.angelfire.com/id/aktualita
 
ANALISA

Surat Rahasia Ghassan Addasi:
Upaya Mengungkap Siapa Pembunuh 'Sang Insinyur ke-2'?

Pada nomor lalu telah dimuat wawancara IMRA dengan Dr. Abdel Aziz Rantisi yang menyatakan bahwa beliau memiliki surat dari Ghassan Addasi - mahasiswa Bir Zeit University dan anggota Hamas - yang dituduh telah membunuh Muhyiddin Syarif. Berikut ini surat rahasia dari Ghassan Addasi yang ditulis pada 1 April lalu yang berhasil diselundupkan keluar melalui Sheikh Mahmud Masleh.

***

Saudaraku tercinta,
Semoga Allah SWT melindungi anda, Jika anda telah menerima surat ini, mohon disebarkan ke media sedapat mungkin. Selamat hari raya.

"Kepada rakyat Palestina tercinta, Pertama-tama, saya tahu bahwa hidup saya sangat tergantung dengan kekuatan surat ini. Dalam penjara ini saya merasakan detik-detik kematian setiap hari.

Biarkan semua orang tahu bahwa saya tidak mengetahui banyak tentang asy-syahid Muhyiddin Syarif. Saya tidak ikut serta, juga tidak setelah saya bersaksi atas kematiannya sebagaimana klaim para interogator.  Saya menceritakan hal ini setelah saya diancam dan disiksa yang kekejamannya belum pernah saya lihat sepanjang hidup. Mereka menuduh karena saya cedera, dan saya ikut serta dalam pembunuhan Muhyiddin Syarif untuk kepentingan Yahudi Israel.

Mereka memukuli saya sekeras-kerasnya. Mereka tidak membiarkan mata saya terpejam selama 3 hari berturut-turut. Salah satu tangan saya digantung dilangit-langit penjara. Mereka mencaci maki saya, dan melakukan perbuatan-perbuatan biadab terhadap tubuh saya. Saya tidak pernah diberi kesempatan untuk berbicara atau menceritakan masalahnya.  Saya dipaksa menceritakan kejadian tersebut menurut versi mereka yang mana saya sendiri tidak mengetahui kejadian tersebut. Semua ini hasil rekayasa  Jibril Rajjoub, Tayyib Abdel Rahim, Tirawi, Ismail Rajab dan interrogator lainnya (Direktorat Intelejen Palestina). Mereka menekan dan menyiksa saya agar mengaku telah membunuh Syarif.

Saya ceritakan kepada anda (Sheikh Mahmud Masleh - red) tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap saya. Sebelum pihak polisi militer Hatim Abdel Qadir datang dan berkunjung ke sel saya, Jibril [Rajjoub] duduk disamping saya dan meyakinkan saya bahwa adik perempuan saya telah ditahan. Dia mengancam akan terjadi sesuatu terhadap adik perempuannya jika saya menceritakan telah menjadi objek penyiksaan kepada  Hatim Abdel Qadir.  Mereka memaksa saya untuk mengaku telah membunuh Syarif sendirian. Inilah sebenarnya yang terjadi. Demi Allah saya melakukan ini hanya untuk melindungi kesucian dan kehormatan adik saya.

Saya tahu setelah itu bahwa saya telah ditipu dan sesungguhnya tidak terjadi apa-apa terhadap adik saya.

Hari ini, saya akan katakan kepada rakyat Palestina  bahwa saya tidak bersalah. Saya katakan dengan tulus kepada Hamas bahwa saya tidak menipu mereka. Apa yang saya alami telah melebihi dari apa yang saya dapat bersabar. Nabi Muhammad SAW, telah mengizinkan  'Ammar Ibn Yassir bersumpah dibawah penyiksaan. Tentu saja saya tidak memiliki keyakinan  sebaik 'Ammar Ibn Yassir.

Saya telah menghubungi Presiden Yassir `Arafat dan meminta beliau untuk menjamin saya. Saya minta beliau untuk menjamin saya mengatakan kebenaran sebelum saya bicara ke media.

Saya ingin semua orang tahu, terutama untuk saudara-saudara dan keluarga saya, bahwa saya tidak bersalah atas apa-apa yang mereka tuduhkan. Saya sedang tidur di rumah ketika pemboman itu terjadi.

Saya menulis surat ini untuk membebaskan diri saya dari segala tuduhan. Mereka, polisi intelejen Palestina (Preventative Security Service = PSS), dapat saja memaksa saya untuk tidak mengatakan telah menulis surat apapun. Mereka punya cara dan teknik-teknik penyiksaan yang iblis saja tidak mampu membayangkannya.

Terakhir, jika surat ini merupakan kata terakhir yang dapat saya ucapkan, maka saya mohon pihak keluarga, rakyat Palestina, dan khususnya saudara-saudaraku di Hamas untuk memaafkan segala kesalahan saya. Allah Maha Mengetahui bahwa saya tidak bersalah dan cukuplah DIA sebagai saksi.''  (pic/afd)

***

Kuis Menarik tentang Israel

Berikut ini adalah sebuah kuis dan jawabannya yang dibuat oleh Charley Reese, seorang staf The Orlando Sentinel pada 8 Februari 1998 lalu.

Pertanyaan (P): Negara satu-satunya yang memiliki rudal nuklir di Tim-Teng?
Jawab (J): Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang menolak menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir dan menghalangi inspeksi internasional?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang merampas kedaulatan wilayah sebuah negara dengan kekuatan militer dan sampai sekarang tetap tidak mengindahkan resolusi DK-PBB?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang secara rutin melanggar perbatasan internasional dari kedaulatan negara lain dengan pesawat tempur dan artileri serta tembakan naval?
J: Israel.
P: Sekutu Amerika di Tim-Teng yang beberapa tahun belakangan ini mengirimkan para pembunuh (assassin) ke wilayah negara lain untuk membunuh para musuh politiknya?
J: Israel.
P: Di negara mana di Tim-Teng yang memiliki ranking paling tinggi yang pejabat militernya mengizinkan para tahanan perangnya secara umum dieksekusi?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang menolak mengadili para tentaranya yang diketahui telah mengeksekusi para tahanan perang?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang menyebabkan 762.000 orang mengungsi dan menolak mengizinkan mereka kembali ke rumah, ladang dan bisnis mereka?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang menolak untuk membayar kompensasi kepada rakyat yang tanahnya, rekening bank dan bisnisnya disita?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang paling banyak membunuh para diplomat PBB?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang oknumnya memerintahkan pembunuhan terhadap para diplomat PBB kemudian oknum tersebut menjadi Perdana Mentri?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang meledakkan fasilitas diplomatik Amerika di Mesir dan menyerang sebuah kapal kapal perang AS di perairan internasional, sehingga menyebabkan 33 pelaut terbunuh dan melukai 177 lainnya?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng yang mempekerjakan seorang mata-mata, Jonathan pollard, untuk mencuri dokumen rahasia dan kemudian memberikannya kepada Uni Sovyet ketika itu?
J: Israel.
P: Negara mana yang pertama menyangkal setiap pejabatnya berhubungan dengan Pollard, kemudian memutuskan mata-mata tersebut (Jonathan Pollard) menjadi warga negaranya dan sampai sekarang masih meminta kepada presidennya untuk mengampuni dan menjamin keselamatan Pollard?
J: Israel.
P: Negara mana di dunia ini yang untuk kedua kalinya mengerahkan kekuatan lobinya di AS sehubungan dengan survei majalah Fortune tentang 'Washington Insiders'?
J: Israel.
P: Negara mana di Tim-Teng tidak mengindahkan 69 resolusi DK-PBB dan mendapat perlindungan veto AS dari 29 resolusi yang berhubungan dengan negara tersebut?
J: Israel.
P: Negara mana yang diancam akan di bom oleh AS karena menganggap ''semua resolusi DK-PBB harus dipatuhi?''
J: Irak. (just world/afd)

***

Tak Semua "Hacker" Berbahaya

London, Inggris
Bagi para penggemar komputer mungkin tidak asing lagi dengan istilah Hacker. Hacker adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki kemampuan membuat program-program perusak (virus) sebuah sistem komputer.

Keahlian para hacker selain dicerca orang-orang yang merasa 'dikerjai' karena secara tiba-tiba komputernya 'ngadat' namun juga sangat dibutuhkan dalam industri komputer.

Karena kemampuannya dalam 'merusak' itulah maka sebuah kelompok muslim membentuk perkumpulan para hacker bernama Muslim Hackers Club (MHC) yang tujuannya tidak lain adalah untuk mencegah para jenius-jenius komputer menyalahgunakan keahliannya dalam 'merusak'. Lebih jauh perkumpulan ini berusaha mengarahkan para hacker agar menyalurkan keahliannya untuk hal-hal positif. Seperti melakukan diskusi tentang hacker, teknik programming dan lain-lain.

Disamping itu, perkumpulan para hacker ini juga berusaha membuat aturan main bersama seperti tidak diperkenankan mengembangkan keahliannya kearah yang destruktif, tidak diperkenankan mengganggu privasi seseorang. Bahkan MHC tidak akan membela para hacker yang kedapatan telah mengganggu dan menghancurkan sistem komputer seseorang.

Bagi yang ingin berkenalan dapat mengunjungi alamat berikut ini: http://www.ummah.net/hackers. (msanews/akrfd)

***

Putra Mahkota Saudi Arabia Kunjungi Syeikh Ahmad Yasin

Amman, Yordania
Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz mengunjungi syeikh Ahmad Yasin, pendiri Hamas, yang kini sedang dirawat di rumah sakit King Khalid di Jeddah Saudi Arabia.

Dalam kunjungan itu pangeran Abdullah didampingi oleh pangeran Majid bin Abdul Aziz dan sejumlah pangeran serta pejabat Saudi yang mengungkapkan perasaan cinta yang tulus terhadap syeikh Yasin dengan harapan beliau segera sembuh.

Dalam kunjungan itu terjadi pembicaraan sekitar masalah Palestina dan perkembangannya serta sikap gerakan Hamas dalam menghadapi Zionis. Disinggung pula peranan Saudi yang sangat besar dalam mendukung masalah Palestina.

Ibrahim Ghoseh jubir Hamas dalam pernyataan resminya yang diterima oleh Quds Press mengatakan, ''Hamas menghargai setinggi-tingginya langkah mulia Saudi Arabia yang tercermin dalam penghargaan terhadap syeikh Yasin dan gerakan Hamas dan peranannya yang besar dalam masalah Palestina. Dan itu selaras dengan sikap saudara-saudara kami di Saudi yang ternyata mendukung bangsa Palestina dan membela hak-haknya yang sah.''

Ibrahim menambahkan bahwa berkenaan dengan kunjungan tersebut, Hamas mengharapkan agar hubungan dengan Saudi baik pemerintahan maupun rakyatnya dan kepada semua negara-negara Islam semakin bertambah baik dan aman. Dan kami menandaskan kepada mereka bahwa Hamas akan senantiasa husnu-dzon (berbaik sangka) terhadap umatnya untuk tetap bertahan dan konsisten dalam membela bangsa Palestina dalam konfrontasi dengan Zionisme. Ditegaskannya bahwa Hamas akan tetap menjadi penghubung yang kokoh antara rakyat Palestina dengan bangsa Arab dan Islam. (quds press/naj/imn)

***

Deklarasi Kuala Lumpur tentang Kosovo

Kuala Lumpur, Malaysia
International Movement for a Just World (sebuah LSM untuk penegakan masalah-masalah keadilan pimpinan Dr. Chandra Muzaffar) bekerja sama dengan the Institute for Policy Research pada 3-4 April 1998 lalu menggelar sebuah diskusi tentang Kosovo di Kuala Lumpur.

Hadir dalam perhelatan akbar itu Deputi Perdana Mentri Malaysia Dato' Seri Anwar Ibrahim beserta 250  undangan lainnya dari berbagai kalangan seperti diplomat, pejabat pemerintah, politikus, aktivis sosial, akademisi dan para mahasiswa.

Dalam diskusi tersebut turut diundang perwakilan dari Kosovo, Albania, Macedonia, dan Bosnia Herzegovina. Mereka diminta berbicara tentang kondisi negaranya masing-masing. Setelah dua hari secara intensif mengadakan diskusi disepakati untuk melahirkan sebuah deklarasi yang dikenal dengan Deklarasi Kuala Lumpur tentang Kosovo.

Deklarasi yang berisi 16 tuntutan itu pada intinya meminta masyarakat internasional dan PBB untuk segera mencegah agresi yang dilakukan oleh Serbia dan mengembalikan hak-hak sah warga Kosovo yang telah dirampas Serbia.

Sementara itu pada bulan Maret lalu (28/3) sebelas anggota kongres AS asal Bosnia mengeluarkan statemen yang menyatakan dukungannya terhadap perjuangan warga Kosovo yang ingin mendirikan sebuah negara merdeka, republik Kosovo.

Pernyataan yang ditandatangani oleh sebelah anggota kongres asal Bosnia yang diantaranya adalah Musadik Borogovac, Dr. Vahid Sendijarevic, Dr. Muhamed Borogovac, Ajsa Fazlic, dan Bedrudin Gusic.
menyatakan bahwa warga Kosovo yang berani harus tahu bahwa mereka berjuang tidak sendirian. Semua mata saat ini mengarahkan pandangannya ke Kosovo, kekejaman Serbia selama ini tidak akan melunturkan keberanian warga Kosovo dalam bertempur untuk sebuah kebebasan dan kemerdekaan. Semua kekejaman dan kejahatan Serbia akan diadili dan kebijakan Serbia untuk melakukan genocide akan dikalahkan di Kosovo. Fasisme Serbia akan berakhir sebagai sampah sejarah, sebagaimana fasis-fasis lain di dunia ini.

Sekarang ini tidak ada kekuatan di dunia yang dapat menghentikan perjuangan dan perlawanan rakyat dalam meraih keadilan, kebebasan dan kemerdekaan, dengan tanpa mengecilkan seberapa besar mereka berjuang dan seberapa banyak senjata yang mereka pergunakan, sebagaimana bisa kita saksikan Vietnam mengalahkan Amerika Serikat, Afghanistan mengalahkan Uni Soviet dan  Chechnya mengalahkan Russia.

Kekalahan militer telah menimpa Serbia di Bosnia Herzegovina. Semuanya mereka peroleh dengan jalan tidak fair dan melalui pengkhianat-pengkhianat dari bangsa Bosnia sendiri. Namun walau bagaimanapun, kami mengingatkan warga Kosovo agar berhati-hati dalam melakukan perundingan dengan Serbia.

Diakhir statemennya para anggoa kongres itu mengucapkan selamat dan panjang umur bagi kebebasan dan kemerdekaan warga Kosovo, dan panjang umur bagi Republik Kosova. (msanews/afd)

***

Muslim Lawyers Jerman Adakan Seminar

Weimar, Jerman
Organisasi Pengacara Muslim (Muslim Lawyer) Jerman pimpinan Abu Bakr Rieger akan menggelar seminar untuk para pengacara muslim di Weimar Institut pada 1-4 Mei 1998 mendatang.

Seminar selama 4 hari tersebut rencananya akan membicarakan tema-tema seperti:Komisi Eropa: Sebuah Laporan Penyelidikan Barat, Kosovo dan Isu Balkan, Akses ke pengadilan Eropa, perspektif bisnis bagi pengacara muslim di Eropa, Islam dan hukum internasional, serta diskusi tentang kondisi hukum masyarakat muslim di Eropa.

Pembicara dalam seminar tersebut adalah Prof. Dr. Ojembarrena (ketua komisi eropa untuk wilayah Basque), Necati Ceylan (ketua muslim lawyer Istanbul), Abu Bakr Rieger (ketua muslim lawyer Jerman), Dr. Muhammad Amin Mayet (Afrika Selatan) dan Ahmad Thomson (London).

Para peserta diharapkan hadir dari seluruh dunia Islam termasuk Indonesia. Bagi peserta yang tertarik dapat menghubungi telepon +49-3643-800133 atau faks +49-3643-800122. Informasi lebih lanjut bisa didapatkan juga di internet http://www.muslim-lawyers.net atau http://www.weimarinstitut.net. Abu Bakr Reiger (ketua muslim lawyers Jerman) mengharapkan peserta dari Indonesia datang, karena selama ini hubungan dan informasi tentang Indonesia terputus. (weimarinstitut/afd)



[back to]