Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
Aktualita Dunia Islam
No. 58/II Pekan ke-3 Februari 1998
https://www.angelfire.com/id/aktualita
 
TOKOH

Roger Garaudy:
''Saya Siap Dipenjara Demi Keikhlasan Perjuangan''

MUNGKIN tak banyak yang tahu siapa Roger Garaudy, sosok lelaki tua yang baru-baru ini membuat gempar masyarakat Zionis internasional. Dialah tokoh muslim Perancis yang secara terang-terangan menohok mitos-mitos yang selama ini membuai kaum Yahudi. Ketidakpercayaannya terhadap tragedi holocaust (pembantaian massal) warga Yahudi oleh Nazi Jerman membuat ia dituduh anti-Semit. Apalagi setelah bukunya yang terbaru ''Mitos Lembaga Politik Yahudi'' beredar semakin beranglah masyarakat Yahudi terhadap dirinya. Beliau kini diancam hukuman penjara dan denda sebesar US$ 50.000.

Dalam menghadapi teror dan ancaman tersebut Garaudy tampil tegar. Beliau dalam suratnya yang dikirimkan kepada saudara-saudaranya di negara-negara Arab dan Islam mengatakan ''Sesungguhnya saya tidak pernah merasa sendiri atau merasa asing, karena saya yakin bahwa dunia Arab dan Islam yang membentang dari wilayah Teluk yang kaya dengan para ulama dan intelektual muda memiliki kekuatan yang luar biasa. Hati dan pikiran mereka seakan selalu menyertai saya dan dengan semangat yang tinggi mereka akan mendukung konsep kita yaitu konsep keadilan bersama.

Dunia Islam mengetahui bahwa saya akan tetap dalam prinsip untuk menghadapi ancaman dan teror yang dilakukan oleh kelompok Yahudi fanatik aliran keras. Saya tetap pada keyakinan bahwa Israel adalah pelaku teroris internasional. Israel tidak akan berniat untuk berdamai dan mustahil akan memberi hak rakyat Palestina. Mereka tidak akan menjalin hubungan persaudaraan dan kerjasama dengan negara tetangganya.

Sikap Israel hari ini sama dengan seperti yang dilakukannya di hari kemarin. Mereka akan terus menjadikan mitos-mitos palsu sebagai landasan untuk membantai warga Palestina serta dengan leluasa berusaha mewujudkan rencana besarnya. Kasus inilah yang saya perjuangkan, mereka adalah kasus kita semua (warga Arab dan kaum muslimin). Saya akan siap menghadapi hukuman penjara demi keikhlasan memperjuangkan kebenaran dan sebuah nilai yang nyata. Saya akan dituntut sejumlah US$ 50.000, karena mengangkat kepalsuan-kepalsuan yang selama ini digembar-gemborkan oleh para petinggi Israel untuk mengelabui warga Arab dan dunia internasional dalam rangka menguburkan makna perdamaian.''

Menanggapi surat Garaudy tersebut, organisasi pengacara negara-negara Arab membentuk sebuah tim pembela yang berpusat di Doha, Qatar. Tim ini disiapkan khusus untuk membela kasus beliau. Sampai hari ini Roger Garaudy telah menyiapkan surat pembelaan (pledoi) atas dirinya setebal 23 halaman. Namun pihak Perancis melarang beliau tampil berbicara maupun mengemukakan pendapatnya di media cetak dan elektronika yang berhubungan dengan segala masalah tuduhan yang dilontarkan kepada dirinya.

Siapa Garaudy?
Shorouk International (UK) Ltd dalam sebuah catatan biografi beliau menulis, Roger Garaudy dilahirkan di  Marseilles pada 1913. Beliau bergabung dengan dinas ketentaraan Perancis pada 1939 tapi pada 1940 beliau dipenjara di kamp konsentrasi di Aljazair sampai dibebaskan pada 1943. Tahun 1945 terpilih  di Majelis Nasional, kemudian menjabat sebagai juru bicara dan senator.

Sejak 1962 Roger Garaudy mengajar di universitas dan aktif menulis buku tentang teori-teori politik serta filosofi peradaban.  Untuk beberapa tahun ia merupakan tokoh intelektual Marxist Perancis yang kemudian tertarik pada pengajaran Islam dan peradaban. Tahun 1982 akhirnya beliau memeluk Islam.
(rsl/mjt/msanews/msl/afd)

***

Sudan Berkabung Nasional
 
Khartoum, Sudan
Kamis, 12 Februari 1998, TV dan radio Sudan serentak menghentikan siarannya. Sesaat kemudian berkumandang alunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam waktu yang cukup lama. Hari itu, rakyat Sudan tengah dilanda duka yang amat dalam. Sudan kehilangan putra-putra terbaik negerinya. Wakil presidennya beserta 27 pejabat tinggi lainnya tewas dalam kecelakaan pesawat di kota Nasir sebelah tenggara Sudan.
 
Tak lama kemudian stasiun TV Sudan menyiarkan siaran langsung pernyataan duka dan bela sungkawa yang dibacakan langsung oleh Presiden Omar Hassan Ahmad Al-Bashir.  Omar Bashir mengumumkan bahwa kematian wakil presiden Letjen  Zubair Muhammad Salih beserta yang lainnya sebagai syuhada

Setelah berita kematian tersebut diumumkan ribuan rakyat Sudan berkumpul di istana Republik, tempat kediaman wakil presiden. Dr. Hassan Al-Turabi sebagai ketua parlemen Sudan menyatakan dihadapan ribuan rakyatnya bahwa yang tewas dalam kecelakaan tersebut selain wakil presiden juga beberapa pejabat pemerintahan, militer dan publik figur, seperti: 1) Brigjen Arouk Thon Arouk dari Democratic Salvation
Front juga sebagai tokoh kunci penandatanganan Khartoum Peace Agreement pada April 1997. 2) Musa Sid Ahmed, Eksekutif Direktur dari Dewan Mahkamah untuk Perdamaian. 3) Dr. Timothy, Gubernur negara bagian sungai Nile Atas. 4) Abdul Salam Sulieman, Direktur Islamic Call Organisation.

Selain itu pesawat buatan Rusia tersebut (Antonov) juga membawa 54 penumpang  yang merupakan para delegasi yang terlibat dalam perjanjian damai. Menurut rencana mereka akan terbang ke wilayah selatan Sudan untuk melakukan perbaikan dan rehabilitasi perdamaian, namun ketika mendekati kota Nasir cuaca memburuk dan terjadi badai pasir. Melihat kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, pilot memutuskan untuk mendarat. Ketika mendarat itulah tiba-tiba pesawat jatuh dan meluncur tak terkendali. Pesawat meluncur sejauh 200 meter sebelum akhirnya tercebur ke sungai Sobat.

Total 28 penumpang dikabarkan tewas, tapi beberapa penumpang selamat dari kecelakaan pesawat naas tersebut.  Diantara yang selamat itu adalah Dr. El-Tayeb Muhammad Khair Menteri Penerangan Sudan, Musa El-Mak Kur Menteri Sumber Daya Hewani dan Dr. Lam Akol, Komandan Penyatuan SPLA, sebuah faksi yang secara terpisah menandatangani  perjanjian damai (Fashoda Agreement) dengan pemerintah Sudan.

Dr. Khair dalam siaran persnya menolak bahwa kecelakaan pesawat ini ada unsur sabotase dari pihak oposisi John Garang (SPLA). Menurut baliau kecelakaan ini murni accident. Pernyataan ini dikeluarkan berkenaan dengan klaim dari pihak oposisi bahwa mereka berhasil menembak jatuh pesawat naas tersebut.
 
Sementara itu pemakaman para korban telah dilaksanakan pada Jum'at pagi (13/2) setelah sebelumnya para jenazah disholatkan di lapangan hijau di ibukota Khartoum. Di Jakarta, direktur Yayasan SIDIK beserta staf pada Selasa (16/2) melakukan ta'ziyah ke kedubes Sudan di Gedung Bank Dharmala. Saat itu Yayasan SIDIK berkesempatan menuliskan ucapan bela sungkawa di buku yang telah disediakan pihak kedubes. (msanews/afd)

***

Penelitian Seorang Profesor Hindu:
Kitab Weda Membenarkan Ajaran Rasulullah SAW

New Delhi, India
Seorang profesor bahasa dari Alahabad University India dalam salah satu buku terakhirnya berjudul ''Kalky Autar'' (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

Sang profesor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut agama Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah SAW adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual (al-muslish ar-ruhiy).

Prof. Waid Barkash (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan orang pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri ''Kalky Autar'' sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri Kalky Autar diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama Syanuyihkat dan ibunya bernama Sumaneb. Dalam bahasa Sangsekerta kata Syanuhyikat adalah paduan dua kata yaitu Syanu artinya Allah sedangkan Yahkat artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut Abdun. Dengan demikian kata Syanuhyikat artinya ''Abdullah''. Demikian juga kata Sumaneb yang dalam bahasa Sangsekerta artinya amana atau amaan yang terjemahan bahasa Arabnya ''Aminah''. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah adalah Abdullah demikian juga ibunya bernama Aminah.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya ke dalam sebuah goa untuk mengajarkan Kalky Autar. Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan kita akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

Bukti lain yang dikemukakan oleh profesor Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa Kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Cerita tersebut merupakan isyarat langsung kejadian Isra' Mi'raj dimana Rasulullah, oleh sebagian riwayat dikatakan sedang mengendarai Buroq. (rsl/sautmsr/msl)

***

Resensi Buku

Pembagian Kekuasaan Menurut Islam

Power Sharing Islam, sebuah buku yang memuat tulisan para pakar politik and tokoh pergerakan Islam kontemporer dari berbagai belahan dunia Islam. Buku ini menjadi demikian menarik karena menampilkan secara utuh perdebatan yang muncul di dalam forum seminar, sehingga saat membacanya kita seolah-olah duduk bersama diantara para peserta seminar dan menyaksikan secara langsung bagaimana jalannya sebuah dialog ilmiah serius dan penuh nuansa akhawiyah.

Kumpulan makalah hasil seminar dan dialog ini kemudian dibukukan dan diberi pengantar oleh Dr. Azzam Tamimi (direktur Liberty for Muslim World) yang sekaligus sebagai ketua pelaksana seminar bekerja sama dengan Central for Democracy Studies universitas Wesminster London.

Seminar yang berlangsung tahun 1993 lalu itu telah banyak memberikan solusi penyelesaian terhdap kasus-kasus lapangan yang terkait dengan perjuangan kaum muslimin dalam skala politik. Dr. Rasyid Al-Ghanusy contohnya; mengangkat masalah ''Partisipasi gerakan Islam dalam sebuah sistem yang tidak Islami'' dari sudut pandang hukum. John Keen, membahas penilaian Barat terhadap partisipasi kalangan Islam dalam kekuasaan; serta ditambah dengan tulisan-tulisan mengenai pengalaman-pengalaman beberapa negara Islam tentang peran harakah Islamiyah dalam parlemen dilihat dari aspek positif dan negatifnya atau dalam bahasa fiqih antara mashlahat dan mudhorotnya.

Meskipun kasus Indonesia tidak diangkat dalam buku ini, minimal pengalaman negara-negara lain bisa dijadikan cermin untuk mengukur peta kekuatan partai Islam di bumi nusantara ini.

Masalah lain yang tidak kalah pentingnya adalah: Bagaimana seharusnya sikap aktifis gerakan Islam yang berdakwah di wilayah yang mayoritas warganya kaum muslimin? Respon apa yang harus diberikan jika sistem yang diberlakukan bukan sistem islami? Bagaimana sikap gerakan Islam dengan partai yang secara fikroh (pemikiran), manhaj (metode) dan mabda (landasan) bertentangan dengan Islam? Sejauh mana batasan interaksi dengan kelompok ini dalam format konsep multi partai?

Nampaknya buku ini sangat penting bagi para aktifis muslim, minimal sebagai acuan dalam menghadapi setiap tantangan pemikiran politik. (msl)



[back to]