| No. 57/II Pekan ke-2 Februari 1998 |
| ANALISA
''Mata dan Telinga'' Israel di Gedung Putih SKANDAL yang menimpa diri Bill Clinton (Zipper-Gate) karena terlibat affair dengan stafnya Monica Lewinsky setidaknya cukup merepotkan para pembantunya, orang-orang yang selama ini bekerja dibalik layar politik Amerika. Skandal ini mau tidak mau memaksa orang seperti Rahm Emanuel tampil didepan layar kaca meyakinkan dunia bahwa Clinton masih dapat dipercaya. Selama ini, Rahm Emanuel memang lebih banyak bekerja dibelakang layar. Clinton memang sangat mengandalkan orang yang satu ini, terutama dalam menghadapi momen-momen krisis seperti sekarang ini. Orang jadi bertanya-tanya siapa sesungguhnya Rahm Emanuel ini? Jika kita tilik riwayat hidup dan perjalanan politiknya tidaklah berlebihan bila orang-orang menjulukinya sebagai ''mata-mata'' terselubung Israel. Saat ini, Rahm Emanuel menjabat sebagai penasehat politik senior presiden Clinton dan kantornya berdekatan dengan ruang Oval dimana dapat dengan mudah memonitor seluruh kejadian yang terjadi di ruang kepresidenan, tempat Clinton melakukan aktifitasnya sebagai presiden. Rahm Emanuel termasuk figur yang unik di Gedung Putih, ia mengkombinasikan kekuatan uang dengan politik dan publik relasi. Asisten Menlu untuk urusan Timur Tengah Martin Indyk, utusan khusus masalah Timur Tengah Dennis Ross dan wartawan CNN Wolf Blitzer adalah orang-orang yang sangat dekat dengan diriya. Dan yang perlu dicatat, ia adalah mata-mata Israel yang pada saat bersamaan menjadi orang pentingnya Clinton. Perannya yang besar dalam mengumpulkan dana dan dukungan dari masyarakat Yahudi Amerika membuat Clinton dengan senang hati menariknya menjadi penasehat politik senior. Emanuel dikenal memiliki hubungan sangat dekat dengan masyarakat Yahudi Amerika berkantong tebal. Rahm Emanuel memiliki kewarganegaraan ganda (WN Israeli
dan Amerika) sejak berusia 18 tahun,
Selama Perang Teluk tahun 1991, Rahm menjadi sukarelawan untuk Angkatan Bersenjata Israel namun ia tidak ikut berperang melainkan ditempatkan untuk mengurusi bantuan pekerjaan. Rahm Emanuel terjun ke politik tahun 1980. Ia dinilai sukses setelah berhasil menyingkirkan anggota kongres dari Springfield Illinois yang pro-PLO, Paul Findley (terkenal lewat bukunya They Dare to Speak = Mereka Berani Bicara) dan George Bush dalam pemilihan presiden AS lalu. Pekerjaan pertamanya dibidang politik adalah ketika ia diangkat sebagai Direktur Keuangan untuk partai Demokrat. Jabatan politiknya inilah yang mengantarkannya menjadi bagian dari lobbi Yahudi/Israel, dimana ia bekerja secara tidak langsung sebagai mata-mata bagi kepentingan Israel. Keberadaannya di Amerika serta kedudukannya yang strategis tidak menyurutkannya untuk memberikan loyalitas sepenuhnya kepada negara Israel, negara dimana bapak moyangnya berasal. (mid-east-realities/afd)
Washington, D.C., AS
Sehubungan dengan kasus tersebut petugas kepolisian wilayah Genesee dan perwakilan dari Flint Islamic Center, mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada saat umat Islam sedang merayakan hari raya Idul Fitri (29-30 Januari). Para perusak merusak masjid dengan cara menancapkan paku-paku besar disekeliling masjid. Petugas kepolisian yang menangani kasus tersebut mengatakan bahwa paku-paku tersebut buatan tangan, dan berbentuk menyerupai jangkar. Ia menambahkan bahwa akhir-akhir ini juga telah terjadi perusakan terhadap sejumlah rumah ibadah, termasuk gereja Katholik yang dicat dengan simbol syetan. Kasus perusakan Flint Islamic Center bukan sekali ini
terjadi, pada 1995 Islamic Center inipun pernah dicorat-coret dengan tulisan
anti Islam. Kasus yang lebih seram lagi pernah menimpa sebuah masjid di
kota Yuba, California, yang dibakar habis oleh para perusak Juga
tempat-tempat ibadah di North
Karena cukup seringnya terjadi perusakan (vandalis) terhadap rumah ibadah umat Islam di Amerika utamanya masjid maka sebagai tindakan preventif CAIR (sebuah lembaga advokasi Islam AS) memberikan sebuah tips bagi keselamatan masjid, yaitu: 1) Memasang lampu luar disekitar masjid. 2) Memasang sistem alarm (tanda bahaya) dari kebakaran dan pencurian. 3) Mengganti pintu-pintu yang rapuh dengan yang kuat yang terbuat dari kayu jati atau besi. 4) Merapikan semak belukar dan pohon-pohonan untuk mengurangi tempat-tempat kriminal. 5) Bekerjasama dengan tetangga untuk melaksanakan siskamling. 6) Bertemu dengan para tetangga dan pejabat hukum setempat untuk mendiskusikan masalah keamanan. 7) Mendidik para marbot atau sukarelawan tentang perjanjian dalam menghadapi ancaman lewat telepon dan melacak bom. 8) Menghubungi pejabat berwenang ketika menemukan paket atau surat yang mencurigakan, dan jangan menyentuh obyek tersebut. 9) Mampu menguraikan atau menggambarkan orang atau kendaraan yang mencurigakan yang berada dekat masjid. 10) Membuat duplikat dari semua kertas-kertas penting, disket, kaset dan disimpan ditempat lain. 11) Buang segala benda yang potensial mudah terbakar seperti sampah dari lingkungan masjid. (cair/afd) |
Nasyid Ciptaan Yusuf Islam jadi Lirik Lagu Kebangsaan Thaliban London, Inggris
Masih ingat nasyid yang dibuat Yusuf Islam pada di Pakistan tahun 1980-an yang berjudul Afghanistan The Land of Islam? Nasyid yang pernah populer dikalangan mujahidin Afghanistan tersebut ternyata liriknya dijadikan lirik lagu kebangsaan Afghanistan era pemerintahan Thaliban saat ini. Dikabarkan pemimpin Thaliban sampai turun langsung membeli copy kaset Yusuf Islam tersebut di Peshawar. Salah seorang staf Radio Sharia (radio resmi milik pemerintahan Thaliban) mengatakan bahwa menurut hukum Islam lagu-lagu Yusuf Islam bukanlah musik karena didalamnya tidak ada instrumen musik. Jadi tidak dilarang oleh agama. Namun sangat disayangkan master (kaset asli) dari nasyid tersebut hilang. Kaset nasyid Afghanistan The Land of Islam yang beredar saat ini adalah hasil rekaman ulang ketika Yusuf Islam berada di London, bukan hasil rekaman asli di Pakistan tahun 1979 lalu. Dari Malaysia dikabarkan bahwa Yusuf Islam telah melakukan rekaman dua buah nasyid dengan sebuah grup nasyid popular di Malaysia, Raihan. Nasyid pertama menampilkan duet antara Yusuf Islam dan Raihan sementara nasyid satunya lagi menampilkan Yusuf sebagai vokalis dan Raihan backing vokal. Judul nasyid tersebut adalah The songs are Seal
of the Prophet dan God is the Light. Album nasyid tersebut direkam
oleh WEA Records (Malaysia) Sdn Bhd dan telah beredar Desember 1997 lalu.
(sunday times/afd)
Turki Terima Bantuan Keuangan Militer
Namun Turki, bagaimanapun, akan menerima secara simbolis
dana bantuan bagi pendidikan dan pelatihan militer internasional (International
Military Education and Training) sebesar US$1.5 milyar untuk tahun fiskal
1999 mendatang, lapor harian tersebut. (mesr/afd)
Mesir Buat Reaktor Nuklir Baru Kairo, Mesir
Seorang ilmuan Mesir mengatakan bahwa peresmian reaktor
nuklir ini merupakan ''percobaan politik'' Mesir untuk menguasai reaktor,
lapor Reuters. Ilmuan tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya,
mengatakan bahwa Israel sangat berkepentingan dengan reaktor tersebut.
Ia menambahkan bahwa Mesir ingin memiliki keahlian dalan memproduksi senjata
nuklir jika diperlukan. (mesr/afd)
Pemerintah Inggris Subsidi Sekolah-sekolah Islam London, Inggris
Sekolah yang dikelola oleh Yusuf Islam (Yusuf's Islamia Primary School) dijadwalkan akan mendapat bantuan dana dari pemerintah Inggris. Sebelumnya hanya sekolah Yahudi dan Khatolik yang mendapatkan dana bantuan. (bbc/afd) |