Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
Welcome to
Aktualita Dunia Islam
buletin  ikhtisar  berita  pekanan
Online
Alamat: Jalan Mampang Prapatan VIII/R-2 Jakarta 12710. Telp/Faks. (021) 7971784

No. 55/II, Pekan ke-3, 16 Januari 1998 

Daftar isi:


ANALISA
 Siapa Berpeluang Menggantikan Arafat?

Banyak pertanyaan yang bergulir diseputar kesehatan Arafat, ada yang ingin tahu lebih dalam penyakit apa sebenarnya yang diderita orang nomor wahid PLO itu. Apa dampaknya jika Arafat, karena alasan kesehatan tidak bersedia tampil di pentas politik. Bagaimana pengaruhnya terhadap PLO serta sejauhmana dampaknya terhadap Hamas, benarkah akan muncul pertikaian internal kalau tidak dikatakan perang saudara seperti yang dinyatakan Nyonya Arafat, Suha?

----------------------------
 

DAN masih ada pertanyaan yang lebih penting lagi yaitu siapa bakal menjadi calon pengganti presiden Palestina? Apa saja kriteria dan syarat-syaratnya. Kemudian pihak mana yang memiliki kekuatan otoritas untuk menentukan bakal calon pengganti presiden sebuah negara yang menjadi poros pertikaian dunia dewasa ini?

Isu seputar kesehatan Yasser Arafat - presiden Palestina - kembali mencuat dan menjadi berita penting setelah Suha isteri Arafat menuduh Israel telah berusaha menculik suaminya dengan menyebarkan isu dan desas-desus yang berlebihan tentang kondisi kesehatan suaminya. 

Beberapa sumber Israel memberitakan bahwa sang presiden menderita penyakit Parkinson yang sering mempengaruhi daya ingat dan cepat membuat lelah. Namun keterangan itu dibantah oleh dokter pribadinya, Ashraf Al-Kurdy, bahwa kondisi kesehatan Arafat tidak separah seperti yang diberitakan. 

Pihak PLO menilai bahwa desas-desus tersebut sengaja direkayasa oleh Netanyahu untuk mencapai beberapa sasaran: pertama, ingin menciptakan suasana kekosongan kepemimpinan dalam kabinet Yasser Arafat. Kedua, berusaha untuk mengadu-domba antar pusat kekuatan Palestina yang dipersiapkan untuk menggantikan Arafat. Dan ketiga, ingin menjadikan Yordania sebagai sebuah kekuatan internasional yang memiliki andil setelah terjadi hubungan yang tidak sehat antara keduanya karena penculikan Khalid Mish’al yang gagal beberapa bulan lalu.

Nominasi Capres

Muncul banyak nama dikalangan para pengamat sebagai calon presiden menggantikan Yasser Arafat. Namun bagaimanapun Amerika dan Israel akan memegang peran penting dalam menentukan siapa calon presiden yang akan datang. Sementara rakyat Palestina sendiri tidak memiliki daya dan kekuatan dalam menentukan pemimpin negaranya. 

Israel dan Amerika sendiri telah menetapkan dua kriteria calon pengganti Arafat antara lain: (1) Harus mampu menjamin stabilitas keamanan diwilayah kekuasaan dan siap menghabisi gerakan perlawanan Islam, utamanya Hamas. (2) Bersedia untuk melanjutkan proses perdamaian (peace process) yang ditawarkan Israel seperti selama ini telah dijalankan oleh Arafat atau lebih baik darinya. 

Dari kriteria diatas maka nama yang santer dijagokan sebagai capres adalah Mahmud Abbas (Abu Mazen), orang kedua setelah Arafat dan orang yang sangat berperan serta dianggap berhasil dalam kesepakatan Oslo (Oslo Agreement) melalui lobby yang dilakakukannya secara rahasia dengan Israel. Berdasarkan reputasi dan karirnya Abu Mazen mungkin dianggap orang yang paling pantas menggantikan Arafat. Hanya saja kelemahan yang menonjol dari Abu Mazen adalah ketiadaan dukungan dari pihak keamanan.

Calon lain adalah Ahmad Qari’. Ia secara umum diterima oleh Israel dan memiliki kapasitas politik yang cukup namun dibandingkan dengan Abu Mazen, Ahmad Qari’ tidak didukung massa dan belum memiliki simbol politik rakyat. Dan seperti halnya dengan Abu Mazen ia juga tidak mendapat dukungan dari pihak keamanan 

Masih ada beberapa nama seperti Faisal Alhusaini, Shaib Arqat dan Haidar Abdus Shafi. Mereka ini adalah tokoh-tokoh yang muncul dari dalam Palestina. Nama-nama lain yang patut diperhitungkan dari kalangan militer adalah antara lain Jibril Rajub, Muhammad Dahklan dan Naser Yusuf. Menurut sebagian pengamat nampaknya Jibril Rajub memiliki peluang cukup besar dan konon sudah lama mempersiapkan dirinya untuk posisi presiden.

Sikap Hamas

Dalam situasi yang ramai membicarakan calon pengganti Arafat, banyak pertanyaan yang diajukan ke pihak Hamas. Apa sikap dan kebijakannya dalam menghadapi krisis kepemimpinan ini? Apakah pihak Hamas siap untuk mengajukan calonnya? 

Sampai dengan tulisan ini dimuat, Hamas masih berada dalam posisi moderat. Khalid Mish’al, kepala biro politik Hamas, menilai bahwa pihaknya merasa prihatin karena melihat pergulatan dan persaingan yang ada bukan dalam masalah program kerja dan tawaran progran serta strategi kedepan, namun yang terjadi adalah perebutan kekuasaan untuk kemaslahatan sendiri. Hal ini merupakan dampak langsung dari ketidakberesan sistem dan kolusi serta kelumpuhan dalam kekuasaan.

Menyinggung tentang kemungkinan akan muncul perang saudara, Khalid Mish’al menolaknya dan mengatakan bahwa rakyat Palestina adalah rakyat yang cukup berpengalaman dalam menghadapi berbagai tekanan dan konflik internal yang dipicu oleh pihak luar. Sejarah membuktikan mereka tidak mudah dipancing untuk bertindak secara membabi buta tanpa perhitungan seperti orang bodoh. 

Pertanyaan lainnya adalah bagaimana dengan nasib tiga juta lebih warga Palestina yang berada di luar sehubungan dengan kasus ini? Nampaknya hak dan peran mereka tidak terlalu digubris dalam kasus-kasus seperti ini. (msl/dari berbagai sumber)
 

200.000 Jamaah Hadiri Jum’at Pertama Ramadhan

Tanah Pendudukan, Palestina 
Dibawah bayang-bayang tekanan tentara Zionis Israel, Muslim Palestina pada Jum’at pertama bulan Ramadhan lalu (2/1) memadati Masjidil Aqsha untuk melaksanakan sholat Jum’at. 

Menurut sumber-sumber Palestina diperkirakan 200.000 orang menghadiri sholat Jum’at tersebut. Yang membuat sholat Jum’at pertama ini terasa lain adalah kebanyakan para jamaah berasal dari kota Jerusalem sendiri. Menurut sumber yang sama, jumlah ini merupakan yang terbesar sejak 1967. 

Syeikh Hamed al Beitawi, selaku khotib pada Jum’at tersebut, memperingatkan pemerintah Israel dan ekstrim Yahudi agar jangan coba-coba melakukan tindakan yang dapat mencemarkan tempat-tempat suci ummat Islam. Beliau berkata, "Kami akan membakar kaki tempat anda berpijak jika terjadi sesuatu pada masjid kami." Pernyataan ini disampaikan beliau sebagai peringatan agar kaum Yahudi ultra-religius tidak menyerang Masjidil Aqsha selama Ramadhan ini. 

Beitawi, dikenal secara luas sebagai tokoh Muslim berpengaruh setelah pendiri Hamas Syeikh Ahmad Yasin. Beliau termasuk orang yang diawasi oleh pemerintah Israel.

Jum’at itu pemerintah Israel terpaksa menutup sebagian jalan-jalan yang menuju Kota Lama Jerusalem. Ribuan tentara Israel dikerahkan. Sementara pos-pos penjagaan (checkpoints) disiagakan. Karena tak tertampung lagi orang-orang tua berusia lanjut diminta kembali kerumah masing-masing. (ptimes/afd)
 

Sebuah Universitas Larang Sholat Ied

St. Paul, AS
Perlakuan diskriminasi terhadap warga Muslim di Amerika masih sering terjadi. Terbukti pada Kamis lalu (8/1) sebuah universitas di St. Paul, Minnesota, menolak dan melarang gedung olahraga di universitas tersebut digunakan untuk melaksanakan sholat I’dul Fitri tahun ini, padahal tahun lalu masih boleh digunakan untuk sholat Ied..

Sehubungan dengan pelarangan itu para tokoh Muslim lokal berinisiatif menyewa gedung tersebut namun tetap tidak diperkenankan. Seorang pejabat universitas mengatakan bahwa larangan ini datang langsung dari pihak rektorat. Jadi hanya pihak rektor yang dapat merubah keputusan tersebut. Sementara itu perwakilan warga Muslim melaporkan bahwa para alumni Muslim mendapat tekanan dari rektor setelah melaksanakan sholat Ied tahun lalu. 

Usut punya usut ternyata larangan tersebut dikenakan karena ada sebagian pastor dan profesor di universitas tersebut yang tidak senang dengan suasana tersebut. Mereka beralasan tidak pantas membawa sekelompok Muslim menggunakan fasilitas kampus milik orang-orang Lutheran. Alasan lain mengatakan bahwa keyakikan (aqidah) orang Muslim sangat berbeda dengan apa yang mereka yakini. 
 
Leonard Pranschke, pengacara Gereja Sinode Lutheran Missouri, mengatakan, "Ini bukan diskriminasi, tetapi diskriminasi menurut hukum." (StarTribune newspaper/afd)
 

Konferensi Ulama Islam di India Membahas Problematika Dakwah

Lucknow, India
Sekitar 300 ulama hadir dalam konferensi ulama Islam yang digelar di kota Lucknow India beberapa waktu lalu. Peserta yang diundang berasal dari beberapa negara Islam seperti Saudi Arabia, Turki, Palestina, Malaysia dan sejumlah negara lainnya. 

Dalam kesempatan itu ulama tersohor Abul Hasan Ali An-Nadawi dalam pidato pembukaannya mengatakan bahwa bahaya besar yang menimpa akidah Islam dalam era globalisasi ini adalah "Qadiyaniyah" yang sengaja dilindungi oleh musuh-musuh untuk memerangi Islam. Ditegaskan bahwa keberadaan agama dan syariat sangat erat hubungannya dengan keberadaan Al-Quran dan As-Sunnah, namun keberadaan ummat Islam sebagai suatu ummat yang dinamis dan hidup sangat erat hubungannya dengan keyakinannya kepada Rasul terakhir SAW. 

Syeikh Muhammad bin Abdullah Assabeel, khatib dan imam Masjidil Haram sependapat dengan Syeikh An-Nadawi bahwa Qadiyaniyah adalah satu aliran sesat yang disokong oleh penjajah Inggris untuk memecah belah ummat dan membuatnya lemah tak berdaya. Selanjutnya beliau menyeru kepada generasi muda Islam untuk mepelajari aqidah secara benar dan menjauhkan diri dari larangan-larangan yang telah digariskan-Nya.

Sementara itu Syeikh Muhammad Shiam, mantan imam Masjid Al-Aqsha Palestina, mensinyalir bahwa bahaya besar yang dihadapi oleh Islam adalah bahaya Zionis, dan untuk menghadapi bahaya yang mendunia ini diperlukan kesatuan dan persatuan yang kokoh dan solid dalam barisan ummat Islam. Dalam akhir makalahnya, Syeikh Muhammad Shiam membacakan puisi dengan judul "Peran para ulama dalam mencerdaskan ummat" yang mendapat sambutan hangat dan membuat para hadirin terpukau.

Ada yang patut diketahui dari hasil konferensi ini bahwa ummat Islam tidak boleh lepas dari kehidupan da’wah dan bahaya yang mengancam kehidupan mereka terutama dari musuh-musuh Islam yang didukung oleh kekuatan besar seperti Zionis. (almujtama/msl)
 

MUTIARA RAMADHAN
   
Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan 
  1. Turunnya wahyu yang pertama kepada Rasulullah  SAW  di Goa Hira
  2. Pada Ramadhan tahun 10 tercatat sebagai wafatnya Abu Thalib dan Siti Khodijah ra
  3. Pada Ramadhan tahun 2 Hijriyah terjadi perang Badar Qubro yang berlangsung selama 17 hari. Itulah untuk pertama kali muslimin menang dalam berperang dengan orang kafir Quraisy.
  4. Pada Ramadhan tahun 2 Hijriyah juga diwajibkannya zakat fitrah bagi kaum muslimin.
  5. Pada 21 Ramadhan  tahun 7 Hijriyah Rasulullah diberi wahyu akan takluknya kota Makkah  (fathu Makkah). Sementara Khalid bin Walid menghancurkan  berhala ‘Uzza;  Amr bin Al Ash menghancurkan berhala Suwa’; Sa’ad bin Zaid Al Asyhali menghancurkan berhala Manat.
  6. Pada Ramadhan tahun 9 Hijriyah terjadi perang Tabuk. Pada bulan Ramadhan itu juga Rasulullah kembali dari peperangan.
  7. Pada Ramadhan tahun 9 Hijriyah utusan Thaif datang  ke Madinah untuk menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW. Sehingga pada bulan itu juga  mereka terus mengerjakan kewajiban-kewajiban agama, berikut puasa Ramadhan
  8. Pada Ramadhan tahun 9 Hijriyah para utusan Raja Himyar masuk Islam kepada Rasulullah SAW.
  9. Pada Ramadhan tahun 10 Hijriyah Rasulullah mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman dengan membawa surat dari Nabi khususnya untuk kabilah Hamadan  yang seluruhnya masuk Islam dalam satu hari dan kemudian sholat berjamaah yang dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib ra.
  10. Pada Ramadhan tahun 11 Hijriyah wafatnya Fatimah Azzahra ra.
  11. Pada Ramadhan tahun 40 Hijriyah malam Jumat 15 Ramadhan Ali bin Abi Thalib ra ditikam saat akan pergi sholat Subuh  ke masjid, dan meninggal pada 17 Ramadhan.
  12. Pada Ramadhan tahun 53  Hijriyah pasukan Islam dapat menaklukkan Jazirah Rhodes.
  13. Pada Ramadhan tahun 58 Hijriyah  ibunda Aisyah ra meninggal dunia dan dikuburkan di Baqi.
  14. Pada Ramadhan tahun 91 Hijriyah kaum muslimin menginjakkan kakinya di pantai Andalusia (Spanyol).
  15. Pada Ramadhan tahun 92 Hijriyah Thariq bin Ziyad dapat menaklukkan  Raja Frederick dalam peperangan sengit.
  16. Pada Ramadhan tahun 92 Hijriyah dakwah Banil ‘Abbas telah berkumandang di Khurasan di bawah pimpinan Abu Muslim Al Khurasani.
  17. Pada Ramadhan tahun 361 Hijriyah masjid Al-Azhar Kairo di bangun dan dijadikan pusat  pengetahuan Islam.
  18. Pada Ramadhan tahun 584 Hijriyah Sholahuddin Al-Ayubi dapat memporak-porandakan tentara Salib. Mereka dapat menguasai benteng-benteng musuh yang kokoh.
  19. Pada Ramadhan tahun 658 Hijriyah Mamalik dapat menghancurkan tentara Tartar di mata air Jalut  dan akhirnya mematahkan mereka di dekat Mesir, padahal pasukan Tartar sudah merencanakan untuk menguasai seluruh Dunia Islam.
  20. Pada Ramadhan tahun 1375 Hijriyah Indonesia memproklamasikan Kemerdekaannya.
(Departemen Wakaf dan Urusan Islam Kuwait, Risalah Puasa dan Zakat, yang diterbitkan oleh Dewan Dakwah Jakarta, h. 94-97) 


PENGUMUMAN

(c) 1997-1998, SIDIK Foundation. All Rights Reserved.
Last Modified: Jan 21, 1998