| Aporisma Khalil Gibran |
||
| Akal
dan pikiran itu seperti raga dan jiwa Tanpa raga, jiwa hanyalah udara hampa Tanpa jiwa, raga adalah kerangka tanpa makna |
||
| Rasa humor adalah rasa keteraturan | ||
| Seorang
gila juga pemusik seperti kita juga Hanya melodi yang ia mainkan agak kurang berirama |
||
| Orang
yang dapat menaruh tangannya pada yang membedakan antara yang baik dan yang buruk ibarat ia dapat menyentuh keliman baju Tuhan |
||
| Tuhan telah menciptakan begitu banyak pintu kebenaran yang terbuka bagi setiap orang yang mengetuknya dengan jari-jari iman | ||
| Doa adalah nyanyian hati yang selalu dapat membuka jalan terbang kepada singgasana Tuhan meskipun terhimpit di dalam tangisan seribu jiwa | ||
| Keindahan adalah apa yang menarik jiwa, kepadanya akan diberikan dan bukan diminta | ||
( Cinta, keindahan, kesunyian ) |
||
| Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apapun kecuali dari dirinya sendiri, cinta tiada memiliki pun tiada ingin dimiliki, karena cinta telah cukup bagi cinta | ||
| Dan apakah artinya bekerja dengan cinta ? Yaitu menenun kain dengan benang yang ditarik dari hatimu, sebagaimana seakan-akan kekasihmulah yang akan mengenakan kain itu. Yaitu membangun rumah dengan penuh kesayangan, sebagaimana seakan-akan kekasihmulah yang akan menghuni rumah itu Yaitu menabur bebijian dengan kemesraan dan memungut panen dengan riang, sebagaimana seolah-olah kekasihmulah yang akan memakan buah itu Yaitu meliputi semua benda yang kauciptakan dengan nafas dari semangatmu sendiri, dan ketahuilah bahwa semua roh suci sedang berdiri disekitarmu dan menjadi saksi |
||
| Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kautaburi dengan kasih dan kaupanen dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian | ||
| ( Sang Nabi ) |
Copyright © 2000; Winarso, Teguh
>>> Back to . . . . <<<