Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!


GIGI jagokan single "Andai"
Maret 2002
(disctara.com)


SUKSES mengeluarkan album berjudul Untuk Semua Umur yang mengandalkan dua lagu Jomblo dan Diva yang sudah digarap dalam bentuk video klip, kini grup musik GIGI akan membuat gebrakan baru lagi. Mereka merencanakan merilis single terbarunya di bawah naungan perusahaan rekaman Sony Music Indonesia.

Menurut rencana, single yang akan diberi judul Andai itu dirilis pada bulan Mei 2002 mendatang lewat album the best. "Sebetulnya lagu GIGI yang benar-benar baru cuma satu yaitu Andai, selebihnya adalah kompilasi hits GIGI sebelumnya seperti Janji, Terbang, dan yang lainnya," kata Armand Maulana (vokalis).

Sementara itu pihak Sony Music sendiri memang pernah mengumumkan bahwa GIGI akan merilis album baru dalam bentuk kompilasi dan mengambil judul The Best GIGI: 1994-2001. Tentu saja, album ini merangkum perjalanan musik GIGI yang tercatat selama tujuh tahun berkiprah di blantika musik Indonesia.

Agaknya ini akan menjadi album yang paling ditunggu oleh penggemar grup musik yang dimotori oleh Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas) dan Budhy Haryono (drum) itu. Apalagi grup ini memiliki penggemar cukup banyak.

Selain itu, album ini akan mengingatkan penggemarnya pada mantan personel GIGI yang pernah menyumbangkan bakatnya. Seperti Ronald yang dulu memegang drum, Baron yang main gitar dan Opet Alatas yang main bass.(06/17)



Budhy "GIGI" Haryono: Menikah Setelah "Dicomblangi" Budjana
Cimahi, KCM 

October 22, 2001
(gigi-fans mailing list)

Budhy Haryono, drummer grup GIGI, dan Vivi Wulandari, Sekretaris Redaksi situs indonesianart.net, sama-sama sudah sangat cukup umur untuk mengakhiri masa lajang. Budhy 39, Vivi 36. Tapi, sejak putus dari pacar masing-masing, mereka tak kunjung bertemu jodoh. Untung ada I Dewa Gede Budjana, gitaris GIGI. Berkat keisengan Budjana, akhirnya Budhy dan Vivi jadi suami istri. Mereka menjalani akad nikah di kediaman orang tua Vivi di Malang (Jatim), pada 14 Oktober 2001. Resepsi pernikahan mereka gelar pada Minggu (21/10) pagi hingga siang, di sebuah gedung pertemuan milik TNI AD, di Cimahi (Jabar), kota kelahiran (4 April 1961) Budhy sekaligus tempat tinggal orang tua Budhy. Seperti apa keisengan Budjana? Pada 13 Juni lalu, Vivi harus mewawancara GIGI dalam rangka pengumpulan bahan untuk sebuah buku yang sedang disusun oleh Pra Budi Dharma, pemain bas grup Krakatau. Tempatnya di kantor manajemen GIGI di bilangan Pejompongan, Jakpus. Dalam kesempatan itu, di depan Budhy dan Vivi, Budjana meminjam handphone (HP) Vivi, lalu memencet nomor HP Budhy. Dengan panggilan tak terjawab (misscall), nomor HP Budhy masuk ke HP Vivi. "Nah, habis ini, lo berdua saling telepon deh," ujar Budjana mengulang ucapannya ketika itu, ketika diwawancara oleh KCM di Cimahi (Jabar), pada Minggu (21/10). "Budhy dan Vivi kan sama-sama sudah ingin menikah, tapi belum bertemu jodoh. Jadi, gue ojok-ojok saja mereka," sambung Budjana yang masih lajang. Buntutnya, Vivi dan Budhy langsung saling berhubungan lewat SMS. "Saya tantang dia untuk datang ke tempat tinggal saya. Padahal, waktu itu sudah tengah malam. Kalau sungguh-sungguh, dia akan datang. Eh, ternyata dia datang, sekitar pukul 01.00 (WIB)," kenang Vivi ketika diwawancara oleh KCM di Cimahi, pada Minggu (21/10). "Saya sendiri sih sudah tertarik kepada Vivi sejak April (2001), waktu melihat fotonya di antara foto-foto staf indonesianart.net yang terpajang di Sekolah Musik Farabi (sekolah musik di kawasan Kebayoran Baru, Jaksel, yang dipimpin oleh pemusik Dwiki Dharmawan, teman bermusik Budhy semasa masih di Krakatau)," aku Budhy. Sejak peristiwa 14 Juni pukul 01.00 WIB tersebut, hari demi hari mereka kian dekat. Pada 8 September lalu Budhy meminang Vivi. "Dalam mengambil keputusan menikah, kami enggak saling melihat kelebihan yang ada pada pasangan. Dalam istilah kami, buang saja semua itu ke dalam tong sampah. Sebaliknya, kami siap menerima apa yang ada pada pasangan, sampai yang terburuk," tegas Budhy. Mereka lalu sah jadi suami-istri pada 14 Oktober. "Mas kawin yang saya terima dari Budhy, uang sejumlah Rp 1.462.001. Artinya, 14 Juni 2001," kata Vivi. Dalam keluarga masing-masing, Budhy dan Vivi sama-sama anak terakhir yang menikah. Budhy nomor delapan dari sembilan bersaudara, sedangkan Vivi bungsu dari tujuh kakak beradik. Dalam resepsi pernikahan mereka, hadir sejumlah artis musik. Sebut saja, vokalis GIGI Armand Maulana dan istrinya, penyanyi Dewi Gita, pemain bas GIGI Thomas Ramdan beserta istri dan dua putranya, Budjana, Dwiki dan istrinya, vokalis Ita Purnamasari, manajer GIGI Dhani Widjanarko, staf manajemen GIGI dan beberapa anggota klub penggemar GIGi di Jakarta, Pra Budi Dharma, penyanyi sekaligus dai Hari Mukti, serta pemain bas Bintang Indrianto dan istrinya, penyanyi Netta KD. "Dengan menikah, mereka diberi kunci oleh Tuhan. Kunci itu membuka jalan yang belum tentu selalu lurus dan mulus. Saya mendoakan, semoga mereka bisa terus bersama-sama menjalaninya. Saya juga berharap Budhy masih bisa terus bermain musik, meskipun sudah berkeluarga," pesan Thomas yang pernah sekali bercerai dan sudah menikah lagi. Ikut memeriahkan pesta itu, diiringi sebuah band, Dewi, Ita dan Netta masing-masing membawakan sebuah lagu. GIGI, lengkap dengan Budhy-nya, juga menghibur para tamu. Tapi, kali ini Budhy tidak bermain drum. Ia melantunkan bagian refrain hit GIGI yang berjudul Kuingin, didampingi oleh istrinya yang tak turut menyanyi. Selain itu, Hari Mukti menyampaikan doa bagi kedua mempelai. Layaknya pasangan lainnya, Budhy dan Vivi ingin punya anak. "Segera. Dua saja cukup. Laki-laki atau perempuan sama saja," kata Budhy yang menginginkan Vivi tetap bekerja, tanpa melupakan perannya selaku istri dan kelak sebagai ibu. (Ati)


GIGI's D.I.Y. Album

March 27, 2001

Indonesia -- Who needs record companies when it comes to making music? GIGI band decided to do just about anything that concerns the making of their seventh album titled "Untuk Semua Umur."

According to Armand, the vocalist of GIGI, the concept of the new album is similar to the ones before. The only difference is the work behind the making of this album. They've supported themselves in making it -- the cassette cover, producing and music engineering are all done by GIGI. One thing's for sure, the album was made more seriously than ever and through a very long tiring process. There were a couple of songs that needed to be redone because they weren't as exact as the band wanted them to be.

Even so, the album's nine songs don't sound as difficult as the making. They say that their music's now more easy listening and more accessible. Their album is also dominated by hard uptempo numbers and only three songs are considered slow.

"Untuk Semua Umur" includes various love stories and will be distributed through their label Sony Music Indonesia, the album is planned to be launched on March 22, 2001. -- Nadia Marzuki



GIGIONLINE Direct News