|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PARIWISATA YANG ADA DI SOLO
KRATON KASUNANAN
Didirikan oleh Pakubuwono II tahun 1745. Selain sebagai symbol pusat budaya jawa, didalamnya terdapat galleri yang menyimpan benda – benda kuno bersejarah antara lain kereta kencana, keris, wayang kulit. Dibagian depan terdapat sebuah bangunan “panggung songgobuwono yang konon merupakan tempat bersemedi raja untuk bertemu dengan penguasa laut selatan ( Ratu Roro Kidul ).
PURO MANGKUNEGARAN
Didirikan oleh Raden Mas Said yang Lebih dikenal sebagai Pangeran Sambernyowo pada tahun 1757 setelah penandatanganan perundingan Salatiga pada tanggal 13 Maret. Selain simbol pusat budaya, didalam Puro juga terdapat Musium yang menyimpan benda bersejarah dengan nilai seni tinggi seperti perhiasan untuk menari dari emas murni, topeng berbagai daerah, dan gamelan.
TAMAN JURUG
Sebuah Taman Rekreasi yang terletak ditepi sungai Bengawan solo, yang terkenal. Selain habitat hewan, taman rekreasi ini dilengkapi juga dengan fasilitas hiburan yang cukup representative, seperti aquarium raksasa dan bangunan pertunjukan seni keroncong.
MUSEUM RADYO PUSTOKO
Museum ini dibangun pada tahun 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV.. Museum ini menyimpan benda – benda kuno yang mempunyai nilai sejarah tinggi seperti keris, gamelan, arca, keramik dan lainnya. Disamping itu, museum ini juga mempunyai koleksi buku –buku kesusastraan dalam bahasa Jawa dan Belanda.
SEKATEN
Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Maulud untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad. Sejarah sekaten dimulai sejak lebih 500 tahun yang lalu, untuk pertamakalinya pada tahun 1478 pada masa pemerintahan Kerajaan Demak. Puncak acara dari perayaan Sekaten adalah keluarnya sepasang gunungan dari Mesjid Agung seusai didoakan oleh ulama Kraton. Banyak orang percaya bahwa siapapun yang mendapatkan gunungan tersebut, biarpun sedikit akan dikaruniai kebahagiaan dan kemakmuran. Beberapa hari menjelang dibukanya Sekaten, diadakan pesta rakyat yang berlangsung selama dua minggu.
SURO
Setiap 1 Suro diadakan kirab pusaka di Puro Mangkunegaran yang dimulai pukul 19.00, sedangkan di Kraton Surakarta kirab pusaka dimulai pada pukul 24.00. Barisan terdepan Kirab Pusaka Kraton Surakarta adalah kerbau bule keramat yang disebut Kyai Slamet, yang kemudian diikuti para abdi dalem dan prajurit Kraton. Upacara ini telah berlangsung selama lebih dari 250 tahun, berawal pada tahun 1633 ketika kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung, salah satu raja Jawa yang paling populer.
SYAWALAN
Perayaan syawalan dimulai 1 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, diselenggarakan di Taman Jurug yang terletak di tepi sungai Bengawan Solo. Ribuan orang menghadiri perayaan ini untuk memperoleh ketupat yang dibagikan. Berbagai pertunjukan tradisional diselenggarakan seperti dangdut, keroncong dan seni-seni tradisional lain
SRIWEDARI
Salah satu obyek wisata lain yang terkenal adalah Sriwedari. Taman ini selain menyuguhkan kesian wayang orang setiap malam, juga dilengkapi sarana permainan anak yang cukup representatif. Disekitarnya terdapat Pujasari (Komplek jajanan sarwo asri) yang menghidangkan makanan berbagai ragam dan toko-toko cinderamata.