Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Surat Utang Negara

 

HOME

SEPUTAR SUN
Latar Belakang
Karakteristik
Pasar Perdana
Pasar Sekunder
Restrukturisasi
Penatausahaan

D A T A
Posisi
Seri-Seri
Perdagangan

Kupon & Jatuh Tempo

PUBLIKASI
Berita
Laporan

Peraturan

PENGUMUMAN
Transaksi Harian
Tingkat Kupon VR
Lelang SUN

LAIN-LAIN
Pendidikan 
F.A.Q.
Daftar Alamat
Hubungi Kami

LINK
Bank Indonesia
PMON - Depkeu
Bursa Efek Surabaya

R E S T R U K T U R I S A S I

 

Sejak pertama kali diterbitkan Pemerintah telah melakukan serangkaian program restrukturisasi Surat Utang Negara. Program ini bertujuan untuk: (1) memperingan beban pembayaran kupon dan pokok yang jatuh tempo; (2) memperbaiki pendapatan bank rekap dari kupon SUN; dan (3) mendorong aktivitas perdagangan SUN.

 

(2) Penerbitan Obligasi Pemerintah dalam Rangka Pelunasan Seri Hedge Bonds yang Jatuh Tempo  

Pemerintah menerbitkan seri HB untuk Bank Mandiri, BNI dan BTN dalam rangka membantu  net open position (NOP) bank-bank dimaksud. Total HB yang diterbitkan saat awal rekap sampai dengan Oktober 2000 sebesar Rp. 36,8 triliun. Pada mulanya penerbitan HB bersifat jangka pendek antara 3 bulan s.d 2 tahun. Namun, selama ini pelunasan HB yang telah jatuh waktu tidak dilakukan secara tunai, melainkan diganti dengan Obligasi Pemerintah seri baru. 

Kronologis penerbitan Obligasi Pemerintah dalam rangka pelunasan seri HB yang jatuh tempo dapat dilihat pada Tabel Realisasi Penerbitan Baru Obligasi Pemerintah dalam Rangka Pelunasan Seri HB yang Jatuh Tempo.

 (3) Program Pengembalian Kelebihan Penyertaan Modal Pemerintah pada Bank-bank Rekap

a.    Program pengembalian kelebihan penyertaan modal Pemerintah pada bank-bank rekap tahap pertama dilakukan pada bulan Juli 2000. Pengembalian kelebihan ini dilakukan akibat hasil right issue beberapa bank peserta program rekapitalisasi yang berhasil mengumpulkan tambahan dana segar dari masyarakat.  Beberapa bank rekap yaitu Bank Mandiri, BII, Bukopin, Bank Lippo, Bank Patriot, Bank Prima Ekspres dan Bank Universal, mengembalikan obligasi seri VR total sebesar Rp. 6,92 triliun kepada Pemerintah.  Terhadap obligasi dimaksud, tanggal 7 Juli 2000 Pemerintah melakukan penarikan kembali obligasi dimaksud sebelum jatuh waktu (redemption/buy back) dan obligasi tersebut dianggap lunas.

b.    Tahap kedua, bank-bank BUMN rekap yaitu BNI, BRI, dan BTN pada tanggal 5 November 2001 melakukan pengembalian obligasi seri FR0009 masing-masing sebesar Rp. 630,616 miliar, Rp. 85,469 miliar dan Rp. 161,46 miliar kepada Pemerintah cq. rekening BPPN. Berbeda halnya dengan perlakuan redemption pada tahap pertama, total pengembalian obligasi senilai Rp 877,545 miliar tersebut tidak diredeem tetapi ditempatkan pada rekening investasi Departemen Keuangan. Rincian data mengenai program pengembalian kelebihan penyertaan modal pemerintah pada bank-bank rekap dapat dilihat pada Tabel Daftar Obligasi Pemerintah yang Dikembalikan karena Kelebihan Penyertaan Modal Pemerintah.

(4) Program Pertukaran seri Obligasi Pemerintah (Stapled Bond)

Dalam rangka mendorong aktivitas perdagangan Obligasi Pemerintah dan menjadikan obligasi Pemerintah lebih menarik bagi investor serta  membantu likuiditas bank-bank peserta rekapitalisasi dalam memperdagangkan obligasi yang dimilikinya,  Pemerintah melakukan program  Bonds Exchange Offer (BEO) pada tanggal 8 Desember 2000.  

Program BEO dilakukan dengan cara menukarkan: 

(i) obligasi seri FR0001 (bunga 12,00%) menjadi seri FR0006 (bunga 16,5%) dan seri FR0007 (bunga 10,00%); dan 

(ii) obligasi seri FR0003 (bunga 12,00%) menjadi seri FR0008 (bunga 16,5%) dan seri FR0009 (bunga 10,00%). 

Rata-rata tertimbang bunga kedua jenis obligasi tersebut adalah sama dengan bunga obligasi Seri FR0001 dan FR0003 yang dipertukarkan. Program ini bersifat sukarela, dengan total jumlah stapled bond mencapai Rp. 58,5 triliun. Data mengenai program pertukaran seri Obligasi Pemerintah dapat dilihat pada Tabel Stapled Bond dalam rangka Program Bonds Exchange Offer.

(5) Program Pertukaran Obligasi Pemerintah milik BII dengan Seri Hedge Bonds

Pada tanggal 5 November 2001, dalam rangka proses penyehatan BII, pemerintah melakukan pengalihan kredit Sinar Mas Group (SMG) dari BII ke BPPN.  Terhadap pengalihan tersebut, BPPN menggunakan Obligasi Pemerintah yang dimilikinya (yang berasal dari pengembalian kelebihan penyertaan modal bank rekap) untuk dialihkan ke BII menggantikan kredit SMG.  

Selanjutnya, Obligasi Pemerintah dimaksud dipertukarkan dengan seri Hedge Bonds.  Obligasi Pemerintah milik BII yang dikembalikan ke Pemerintah yaitu seri-seri FR dengan jumlah sebesar Rp. 11,51 triliun untuk dipertukarkan dengan seri-seri Hedge Bonds total senilai Rp. 11,88 triliun (termasuk accrued interest dari seri-seri yang ditukar sebesar Rp. 371,5 miliar). 

Rincian data mengenai program penukaran obligasi pemerintah milik BII dengan seri Hedge Bond dapat dilihat pada Tabel Program Pertukaran OP Milik BII dengan Obligasi Seri HB.

(6) Program Pertukaran Obligasi Pemerintah seri Fixed Rate (FR) menjadi Variable Rate (VR)

Pada tanggal 26 Maret 2002, Pemerintah melaksanakan program pertukaran seri FR menjadi seri VR.  Program konversi tersebut dilaksanakan untuk 4 bank yaitu BRI, BTN, Bank Bali dan Bank Niaga, bertujuan untuk membantu bank-bank tersebut memperbaiki Capital Adequacy Ratio (CAR) dari peningkatan pendapatan bunga seri VR yang saat ini masih relatif lebih tinggi dibandingkan dengan seri FR.  Total nominal obligasi yang dipertukarkan sebesar Rp. 24,78 triliun sebagaimana Tabel Program Konversi FR menjadi VR.