Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
border=0 border=0 border=0 border=0 border=0
Halaman border=0 header border=0
border=0 border=0 border=0 border=0 border=0
border=0
border=0 cerita pilihan
border=0

Ada seorang hamba Tuhan di Australia yang selain melayani sebagai Gembala Sidang, dia juga adalah seorang gembala domba dan dia memiliki banyak domba peliharaan.

Dalam keseharian dia menggembalakan domba, memberi mereka makan, membawa mereka ke padang rumput, dia menemukan seekor domba yang nakal dan memiliki karakter yang sangat berbeda dengan domba-domba yang lain.

Domba nakal ini selalu memisahkan diri dari teman-temannya. Ketika domba-domba yang lain
makan rumput secara berkelompok, dia akan keluar dari kelompoknya dan pergi ke tempat yang dia suka, atau ketika gembalanya sedang menggiring domba-dombanya ke padang rumput, si domba nakal akan lari sendirian ke arah yang  berlawanan, jauh dari kelompoknya.

Reaksi si gembala adalah selalu mengejar domba nakal ini dan menempatkannya kembali ke kelompoknya. Dan hal ini selalu dia lakukan berulang kali, jadi, bila si domba nakal memisahkan diri, si gembala akan mengejar dan menggendongnya untuk mengembalikan dia ke kelompoknya.

Gembala ini sabar menghadapi hal ini karena dia juga seorang gembala yang Tuhan percayakan
jemaat kepadanya (mungkin juga ada jemaat yang nakal kaya' begini..), tapi setelah berkali-kali hal ini terjadi, si gembala pusing juga ternyata... dan dia mulai menyampaikan hal ini kepada Tuhan dalam doanya.....

"Tuhan,...Engkau adalah seorang Gembala yang baik,..dalam Mazmur, Daud pun mengilustrasikan Engkau sebagai Gembala yang membawa domba-domba-Mu ke padang rumput yang hijau. Daud, pada masa mudanyapun adalah seorang gembala domba dan apa yang dia ungkapkan tentang Engkau, sebagai seorang Gembala, ku percaya bahwa Daud pun menemukan hal-hal ini ketika dia sedang menggembalakan dombanya.

Tuhan,...Engkau Allah yang mengetahui segala sesuatu,...jadi kalo Engkau ada pada posisiku,....apa yang akan Engkau lakukan dalam menghadapi domba yang nakal ini?"

"Patahkan kakinya..." Kata Tuhan kepadanya dengan tegas. "Haa....Tuhan,...patahkan kakinya..?
(sambil mikir, ko' Tuhan tega amat) Tanya balik ke Tuhan.

Tapi, kembali jawaban Tuhan, "..patahkan kakinya.." Menyadari bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, dia ngikut apa yang Tuhan suruh dia buat. Maka, esok harinya, ketika sedang menggembalakan domba,si domba nakal melakukan kebiasaannya dan si gembala mengangkatnya,sambil berkata dalam hati,  "Tuhan,... aku nggak tega, tapi karena Engkau yang suruh aku untuk patahkan kakinya, maka aku akan patahkan kakinya..."

Si domba nakal merintih kesakitan dan si gembala nggak tahan mendengarnya, hatinya sakit sekali mendengar rintihan itu, namun dia sangat mengasihi domba itu dan dia patuh dengan apa yang Tuhan suruh dia lakukan.

Setelah dia mematahkan kaki si domba nakal,kaki tersebut dia balut. Setiap hari dia menggendong domba nakal itu karena dia nggak bisa jalan.Si domba itupun dirawat olehnya, domba itu makan rumput di samping gembalanya karena bila dia makan rumput dengan teman-temannya - dia akan terinjak, bila sedang berjalan-jalan di padang rumput, si gembala akan menggendongnya.

Inilah yang terjadi,.. setiap kali domba nakal ini haus, dia akan menjilat keringat si gembala yang menggendongnya, kepalanya selalu bersandar pada dada si gembala dan menggosokkan kepalanya di bahu gembala bila sedang berjalan-jalan di padang rumput.  Selama kakinya patah, domba nakal ini sangat bersikap manis dan hampir setiap saat, dia menjilat keringat gembalanya...dia tidak berdaya, sangat bergantung pada gembalanya.

..Next page >>

border=0
 Atas

  Short Cut Link
 
  About Us:
 

Sejarah Korem

  Aktivitas
  Hubungi kami
 
  Resources:
  Renungan Harian
  Ringkasan kotbah
  Bahan PA
 

 

E-Plus:

 

Resensi Film

 

Game

 

Artikel Terpilih

 

 

TNT E-zine

 

TNT Terbaru

 

 

L i n k:

 

Christian Link

  Cool Websites
 

emailIngin mengirimkan
tanggapan dan
sharing kamu tentang berbagai hal?
Kirimkan aja via email
di alamat ini mail us

© Komisi Remaja GKJMB
Agustus 2000