Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
border=0 border=0 border=0 border=0 border=0
Halaman border=0 header border=0
border=0 border=0 border=0 border=0 border=0
border=0
border=0 Artikel pilihan
border=0

Ketika tiba di Ujiji, penduduk asli mencuri makanannya, dan yg terburuk dari semua itu, mereka mencuri kotak obat-obatannya yang berisi kina dan obat-obatan lain untuk menyembuhkan demam-demam yang mengerikan itu. Bagi Livingstone itu benar-benar berarti kematian, dan dia berseru, "Oh Allah, Engkau berjanji menyertaiku."

Selama 5 tahun dia tidak melihat wajah orang kulit putih, dan sekarang ditengah-tengah pedalaman Afrika, dia menengadah dari doanya dan melihat sebuah wajah kulit putih berjalan menghampirinya.

Di belakang pria kulit putih ini ada suatu kafilah lengkap dan di atasnya berkibar sebuah bendera Amerika. Pria itu adalah Henry M.Stanley, dia berkata, "Dr. Livingstone, kalau saya tidak salah?" Dia diutus oleh James Gordon Bennet dari harian New York Herald untuk menemukan David Livingstone. Kata Bennet, "Mereka mengatakan bahwa Livingstone sudah mati. Saya percaya bahwa dia ada di tengah-tengah Afrika terhilang, sakit dan terkucil. Stanley, carilah dia. Bawa dia kembali ke peradaban. Tidak peduli berapapun harganya"

Stanley mencari sampai menemukannya, membawa obat-obatan dan makanan lengkap, serta merawat dia sampai sehat kembali. Selama 4 bulan Stanley tinggal bersama Livingstone dalam satu pondok. Stanley menggambarkan dirinya sendiri sebagai berikut :

"Aku adalah seorang ateis paling angkuh di seluruh dunia ini."

Tapi dia tetap menuruti amanat dari Bennet untuk mencari Livingstone. Livingstone juga menuruti amanat dari Allah "Umat-Ku terhilang,sakit, menderita, dan terkucil. Pergi dan bawalah mereka kembali dan jangan pernah menghitung-hitung ongkosnya. Orang seperti apakah Livingstone? Stanley yang hidup dalam satu pondok dengan pria ini selama 4 bulan, mengatakan bahwa pria ini jelas bukanlah seorang malaikat, tetapi Stanley tidak dapat menemukan kesalahan dalam hidupnya. Belas kasihnya, kesungguhannya,ketenangannya pada saat dia menjalankan tugasnya, rasa simpatinya yang ditunjukkannya kepada semua orang di sekitarnya, membangkitkan simpati dalam hatinya sendiri dan dia berkata,

"Akhirnya, setelah berbulan-bulan ini, Livingstone bahkan membuat saya bertobat kepada Kristus."

Bagaimanapun, Livingstone tidak mau kembali ke peradaban, tetapi terjun lebih dalam lagi di Afrika. Dan bagi dia akhir perjalanannya sudah dekat. Buku hariannya mengatakan : "Tuhan, tolong aku untuk menyelesaikan pekerjaan-Mu tahun ini bagi kehormatan-Mu."

Dan itulah yang dilakukannya, dia tiba di tempat di mana seluruh kekuatannya habis, kakinya luka dan bernanah karena bisul. Selama berbulan-bulan dia tidak punya apa-apa untuk dimakan kecuali jagung kering yang keras, dan perlahan-lahan semua giginya mulai goyang dan tanggal.

Dia ditinggalkan oleh semua orang kecuali 3 pengikutnya, termasuk Suzi dan Chumah (yang membawa jasad Livingstone kembali ke Inggris). Dia tidak dapat berjalan atau berdiri, dia tidak dapat maju satu langkah pun. Inikah akhir dari perjalanan Livingstone?

Tidak ! Livingstone menyuruh teman-temannya meletakkan dia di atas tandu dan mengusungnya maju. "Aku tidak akan menyimpang sedikitpun dari pekerjaanku selama hidupku masih tersisa." Dengan bersandar di tandunya yang ditegakkan, dia memproklamasikan kekayaan Injil Yesus Kristus kepada semua orang yang ditemuinya.

Tibalah suatu hari ketika dia bahkan tidak bisa digerakkan. Hujan lebat tercurah ! Sebuah pondok kecil cepat-cepat didirikan. Livingstone terbaring di atas tempat tidur kecilnya. Tengah malam, pembantunya berbaring di pintu masuk untuk mencegah masuknya binatang-binatang liar. Ia mendengar Livingstone bergerak dan melihat dia dengan penuh penderitaan berguling dari tempat tidurnya, dan berlutut dengan tangannya terlipat dalam doa. Anak laki-laki itu kembali tidur. Di pagi hari dia melihat Livingstone masih berdoa.

Beberapa utusan datang meminta pertolongannya, dan anak laki-laki ini memberitahu mereka bahwa Livingstone masih berdoa, supaya mereka jangan mengganggunya berdoa. Akhirnya dia sendiri menjadi kuatir dan berbisik kepadanya, "Bwana (Tuan)." Tidak ada jawaban. "Bwana." Hening. Dia merangkak mendekatinya dan menyentuh pipinya yang sudah dingin.

Livingstone meninggal di atas lututnya dalam doa. 39 tahun dia berjalan dengan susah payah menempuh 29000 mil di permukaan benua Afrika. Terang yang bersinar dalam kegelapan. 2 juta orang Afrika dibawa kepada Injil, dan terang itu terus bercahaya. Dalam setiap langkahnya dia dikuatkan dan ditopang oleh janji "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa."

<<HOME BASE >>
border=0
 Atas

  Short Cut Link
 
  About Us:
 

Sejarah Korem

  Aktivitas
  Hubungi kami
 
  Resources:
  Renungan Harian
  Ringkasan kotbah
  Bahan PA
 

 

E-Plus:

 

Resensi Film

 

Game

 

Artikel Terpilih

 

 

TNT E-zine

 

TNT Terbaru

 

 

L i n k:

 

Christian Link

  Cool Websites
 

emailIngin mengirimkan
tanggapan dan
sharing kamu tentang berbagai hal?
Kirimkan aja via email
di alamat ini mail

© Komisi Remaja GKJMB
Agustus 2000