Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
border=0 border=0 border=0 border=0 border=0
Halaman border=0 header border=0
border=0 border=0 border=0 border=0 border=0
border=0
border=0 Artikel pilihan
border=0

Surat-suratnya mengungkapkan suatu cerita yang jauh berbeda:

"Maryku tersayang, aku tidak dapat melihat wajah yang dapat dibandingkan dengan wajah yang terbakar terik matahari itu yang seringkali menyalamiku dengan pandangannya yang ramah. Kumpulkan anak-anak di sekitarmu dan ciumlah mereka untuk aku. Dan katakan kepada mereka bahwa aku mencintai mereka, dan bahwa aku telah meninggalkan mereka karena kasih kepada Yesus, dan bahwa mereka harus mengasihi Dia juga"

Selama lima tahun penderitaan yang panjang dia tidak pernah melihat istri maupun anak-anaknya. Tetapi bayangan tentang ribuan desa di bawah sinar matahari pagi tetap menghantui dia dan mendorong dia pergi memproklamirkan Injil Kristus. Pada saat-saat ini, keberanian dan perasaan yang kuat bercampur baur dalam buku hariannya. "Aku tidak akan menyimpang sedikitpun dari pekerjaanku bila hidup masih tersisa.

Sasaranku yang terbesar adalah menjadi seperti Dia, dan menjadi serupa Dia, sepanjang Dia dapat ditiru. Tidak ada hal duniawi yang akan membuat aku putus asa. Aku membangkitkan keberanianku sendiri di dalam Tuhan Allahku dan maju terus" Dan dia terjun ke hutan, selalu dikuatkan dalam kesepiannya oleh kata-kata ini :

"Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa."

"Lepaskanlah setiap ikatan, kecuali ikatan yang mengikatku kepada pelayanan-Mu dan kepada hati-Mu." Salah seorang anaknya telah meninggal, keluarganya berada ribuan mil jauhnya.

Akhirnya, waktunya tiba ketika dia pulang ke rumah. Akhirnya rumah ! Dengan penuh pengharapan besar dan sukacita dia menyerbu masuk ke rumah lamanya di Blantyre dan menemukan rumah itu kosong. Mereka baru saja menguburkan ayahnya.

Dan pria yang telah menghadapi tombak-tombak orang liar yang biadab dan auman binatang- binatang liar tanpa berkedip ini terjatuh dan meratap seperti seorang anak kecil. tetapi Mary ada di sana. Apakah Mary masih mencintai dia? Mungkin kita dapat menangkap sekilas isi hatinya pada saat kita membaca sebuah puisi yang ditulisnya untuk suaminya yang sudah kembali:

Seratus ribu selamat datang; betapa hatiku meluap-luap. Dengan kasih dan sukacita dan keheranan karena melihat wajahmu lagi. Bagaimana mungkin aku dapat hidup tanpa engkau selama ini, selama tahun kedukaan yang panjang? Kelihatan seolah aku akan mati bila aku harus berpisah denganmu sekarang. Bulan-bulan berlalu dan persekutuan berjalan manis. Tetapi selalu kata-kata ini terngiang dalam pikirannya: "Pergi dan beritakanlah Injil."

Dan mimpi-mimpinya dihantui visi tentang seribu desa di bawah sinar matahari pagi. Jadi dengan kesusahan hati yang besar, dia berlayar kembali ke Afrika.

Tahun-tahun berlalu, dan ketika anak-anak mereka sudah cukup dewasa, Mary menulis surat bahwa dia bisa datang untuk tinggal bersama dengan David. Selama berbulan-bulan Mary berlayar melintasi lautan lalu ke hulu sungai-sungai Afrika. Akhirnya di sambut oleh suaminya, hanya untuk segera diserang demam Afrika yang memilukan. Livingstone mengesampingkan segala sesuatu yang sedang dilakukannya dan mencurahkan segenap keahlian medisnya untuk merawat dia. Malam demi malam, siang demi siang, dia duduk bersamanya dan menyeka dahinya yang panas. Lambat laun keadaannya memburuk dan dia menghembuskan nafas terakhir.

Mary meninggal dunia. David Livingstone menguburkan dia di bawah sebuah pohon yang besar dan menjatuhkan diri di atas gundukan tanah itu, dan sekali lagi dia meratap. Di situ muncul kembali di hatinya sebuah doa, "Lepaskan ikatan apa saja kecuali ikatan yang mengikatku kepada pelayanan-Mu dan kepada hati-Mu."

Badan Livingstone remuk, orang-orang yang dikasihinya telah pergi, dia kelihatan sendirian, kecil hati. Dapatkah dia mengatasinya? Dalam buku hariannya tertulis "Yesusku,Rajaku,Hidupku, Segala-galanya bagiku, sekali lagi aku mengabdikan hidupku untuk-Mu ! Aku tidak menganggap bernilai segala sesuatu yang dapat kulakukan, kecuali dalam kaitannya dengan kerajaan Kristus." Dan melalui semua itu, kata-kata yang menopang ini :

"Aku menyertai kamu senantiasa."

..Next page >>

border=0
 Atas

  Short Cut Link
 
  About Us:
 

Sejarah Korem

  Aktivitas
  Hubungi kami
 
  Resources:
  Renungan Harian
  Ringkasan kotbah
  Bahan PA
 

 

E-Plus:

 

Resensi Film

 

Game

 

Artikel Terpilih

 

 

TNT E-zine

 

TNT Terbaru

 

 

L i n k:

 

Christian Link

  Cool Websites
 

emailIngin mengirimkan
tanggapan dan
sharing kamu tentang berbagai hal?
Kirimkan aja via email
di alamat ini mail

© Komisi Remaja GKJMB
Agustus 2000