Renungan Natal

| Renungan Natal | - | Bobot sebuah doa |



Renungan Natal
Sent by: Phang I Yen (icaruso@centrin.net.id)
(tolong direnungkan...)

      Seorang bapak setengah baya bekerja pada sebuah perusahaan kereta api, dan tugas bapak ini mudah saja. Beliau hanya bertugas menarik sebuah tuas yang mengerakkan roda roda raksasa yang saling berhubungan untuk mengangkat jembatan yang merintangi jalan kereta api, sehingga kereta api tersebut dapat lewat dengan selamat. (artinya: jika jembatan tersebut tidak diangkat, maka kereta api itu akan mengalami kecelakaan yang sangat hebat).

      Bapak ini mempunyai seorang anak satu satunya yang sangat dikasihi dengan segenap jiwanya. Pada suatu hari, anak bapak ini mengunjungi bapaknya dan bapaknya membiarkan anaknya itu melihat lihat tempat kerjanya. Sewaktu anak ini menghampiri roda roda raksasa tersebut, tiba tiba sang anak terpeleset dan jatuh diantara roda roda raksasa tersebut, malang baginya, kaki anak kecil tersebut terjepit dengan eratnya diantara gerigi roda roda raksasa tersebut.

      Demi melihat kaki anaknya terjepit diantara roda roda raksasa tersebut, sang bapak dengan serta merta berusaha menolong melepaskan kaki anak tersayangnya itu dari jepitan gerigi roda2 tersebut namun setelah berusaha sekian lama, sang bapak ini masih belum bisa melepaskan kaki anaknya tersebut hingga sang anak mulai menangis karena ketakutan.

      Tiba tiba dari kejauhan terdengarlah secara samar samar suara peluit kereta api memberi tanda agar jembatan itu harus segera diangkat. Hati bapak ini menjadi sangat sedih dan ketakutan, namun dalam kecemasannya itu dia masih tetap berusaha melepaskan kaki anaknya, tapi tetap tidak ada hasilnya.

      Tidak lama kemudian suara peluit kereta api tersebut terdengar lagi semakin jelas dan semakin dekat. Hati bapak ini seketika menjadi hancur. Dia mulai menangis dengan sedihnya. Didalam hati bapak ini muncul suatu keraguan; haruskah dia mengorbankan anak satu satunya demi menyelamatkan kereta api itu - yang penumpangnya tak ada satupun yang dia kenal? Namun jika dia memilih untuk menyelamatkan anaknya, maka berapa jiwa yang akan melayang dengan sia sia hanya gara gara satu orang saja....????

      Pada saat hati Bapak itu tidak menentu, secara perlahan lahan dan dengan tangan gemetar dia mencium kening anaknya dengan penuh kasih sayang dan dengan hati yang sangat hancur, lalu bapak ini mulai berdiri dan menuju ke tuas pengangkat jembatan tersebut. Dengan air matanya yang membasahi sampai kebajunya, sang bapak ini melihat sekali lagi pada anak satu satunya itu, lantas ia menarik tuas gerbang kereta itu dan seketika itu ia jatuh lemas dan menangis sejadi-jadinya tanpa berani melihat proses kematian anaknya yang sangat tragis dan tidak pernah dibayangkan olehnya demi menyelamatkan orang orang yang ada didalam kereta api itu yang sama sekali tidak mengetahui, bahwa saat itu juga mereka telah bebas dari kematian yang kekal.

Saudaraku yang terkasih...jika kita renungkan kembali kisah diatas... bukankah cerita diatas telah terjadi 2000 tahun yang lalu... dimana Yesus telah disalib hanya untuk menebus dosa kita...? siapakah kita ini sehingga kita memperoleh keselamatan itu...?
tetapi kasih Yesus begitu besar...sehingga Dia rela mati diatas kayu salib hanya untuk menebus dosa kita... (injil Yohanes 3:16)

saya mau katakan pada saudara...bahwa hanya Yesus sajalah yang rela mengorbankan nyawanya bagi kita. Tak ada kasih yang demikian besar seperti yang dilakukan Yesus demi menyelamatkan kita. kematian Yesus itu tidak dapat dinilai dengan apapun yang ada didunia ini...terlalu mahal dan sangat mahal untuk sebuah jiwa seperti saya dan saudara...tapi, saya juga mau katakan sesuatu pada saudara... kematian Yesus 2000 tahun yang lalu bukan hanya untuk menebus dosa orang yang hidup pada jaman itu saja...tetapi darah-Nya yang tercurah 2000 tahun yang lalu masih mampu dan Dia sanggup menyelamatkan kita.

Percayalah kepada Yesus...sebab hanya melalui Dialah kita dapat diselamatkan. dan bagi kita yang sudah percaya pada Yesus... janganlah kita menjual kematian Yesus dengan hal hal yang bersifat duniawi... terlalu mahal harga sebuah nyawa itu, sobat...

Teman temanku yang terkasih didalam Yesus Kristus... kami tidak mau teman teman hanya membaca kisah di atas ini lalu di delete tanpa di forward kepada teman teman kalian yang lain... sediakanlah waktu bagi Tuhan untuk bersaksi tentang pengorbananNya ini kepada teman temanmu yang belum mengenal Yesus secara pribadi.

jika Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini selalu menyediakan waktu-Nya untuk mengawasi teman teman sekalian, kenapa teman teman tidak membalas kebaikan-Nya dengan mengirimkan email ini kepada orang orang yang masih menanti uluran tangan kita? sekaranglah waktunya...jangan ditunda lagi...sebab hari esok kan terlambat...! selamat bersaksi dan menerima keselamatan yang dari Allah...haleluya...

      Tuhan memberkati...
      Kasih dan damai dalam kasih Kristus,

      JESUS LOVE YOU.

Sent by: Phang I Yen (icaruso@centrin.net.id)
Subject: renungan natal
    Date: Sun, 19 Dec 1999 21:56:56 +0700
Edit by: Kwans


Bobot Sebuah Doa
Sent by: Winda Christy (winda_c@hotmail.com)

      BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA?

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. Tetapi John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar.

Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.

      " Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."

John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.

      " Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata:

      " Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini "

Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan,

      " Tidak perlu pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis"
      " Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"
      " Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
     
" Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut "

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil,

      "Aku tidak percaya pada yang aku lihat"

Si pelangganbaik hati itu hanya tersenyum.

Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehinggasi ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan sipemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja siIbu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek:

      " Tuhan, hanya Engkau yang tahu apa yang hamba perlukan"
      " Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu"

Si Pemilik Toko terdiam.

Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya.

Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

KEKUATAN SEBUAH DOA

Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu saja. Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa untuk dia yang telah mengirimkannya kepada anda. Lalu, kirimkan mail ini kepada setiap orang atau sahabat yang kau kenal. Biarlah jaringan ini tidak terputus, karena DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.

Sent by: Winda Christy (winda_c@hotmail.com)
Subject: Bobot sebuah doa
    Date: Sat, 04 Dec 1999 14:34:29 JAVT
Edit by: Kwans


| Back to Top | - | Back to Main Menu |

Copyright © 1999, Kwans.

Phone: 0818-921842
Email: lie_i_kwan@hotmail.com
last update: December 21, 1999