Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

 

 

 

 

 

TENTANG PARTAI NU:

 

 

Assalamualaikum,

 

Melihat banyaknya partai politik yg beragam bermunculan saya teringat

ketika NU berpolitik sekaligus ketika jadi partai NU(1 mei 1952) setelah

 

tidak puas dengan kebijakan2 Masyumi yang telah mengecilkan dan

mengesampingkan peran NU dalam partai. NU adalah organisasi Islam yang

kuat berakar kebawah. Saya kira, organisasi Islam yg paling unik adalah

NU, unik dari segi keanggotaan yang berbasis pesantren, santri-santri

dan para kyai(struktur-massa). Organisasi yang memiliki 'keseragaman'

prilaku dari para anggotanya sampai ke para pengurusnya adalah NU.

Organisasi yang mempunyai saringan moral yg tinggi terutama untuk level

"majelis syuriah" adalah NU.  untuk menjadi anggota "majelis syuriah"

minimal dia harus 'ulama/alim' dengan definisi yg baku yaitu "orang yg

punya/membawahi pesantren"(Ulama-politisi). Organisasi yg punya saringan

 

moral dan fikriyan yang tinggi akan sulit dimasuki 'infiltran', dalam

sejarah NU cuma satu PB NU yang tidak punya dan tidak pernah mengurus

pesantren adalah Gus Dur. Tradisi, di pesantren keluarga, istri anak

sampai cucu dari kyai sangat di hormati .. barangkali cikal bakal

'nepotisme' sudah dimulai di NU.

 

Dalam suasana demokratis, setiap kelompok bebas secara fair

'berkompetitif', tanpa adanya 'ancaman' 'gangguan' 'intimidasi' etc

partai NU mampu secara mengejutkan menjadi satu dari empat besar

kekuatan politik(big-four). tahun 1955, (baru tiga tahun berdiri,

setelah keluar dari masyumi 1952). Hatta walaupun iklim politis tidak

begitu fair dalam pemilu 1971 ketika ada himbauan(baca:perintah)

"monoloyalitas" bagi pegawai negri untuk memilih golkar, NU menempati

nomor dua setelah golkar. Ada 9 partai politik selain golkar pada pemilu

 

1971:NU, PNI, PSII, Parkindo, Katolik, Perti, Muba dan IPKI (urutan

berdasarkan perolehan suara) ...

 

Entahlah bersama NU, saya punya banyak keterikatan 'informil' ...

barangkali kultur jawa barat (daerah asal saya) pedalaman yg konservatif

secara 'nilai

islam' ....,barangkali 'nilai konservatif' inilah yang mencegah NU untuk

 

bubar .... para kyai tidak ada yg dibayar .. menjalankan roda pendidikan

 

pesantren untuk kemaslahatan umat ..... ihklash tanpa pamrih adalah api

bahan bakar yang tidak akan pernah habis .... existensi NU tidak akan

pernah pudar ..,tidak mengherankan kalau musuh2 islam berusaha 'membius'

 

NU agar tidur panjang ...

 

 

 

 

--

Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh

============================================

------------------o0000oo-------------------------

-Hikmah:"Cintailah kematian disana ada kehidupan"-

------------------ooooooo-------------------------

"Radhitubillahhi Rabba"

"Wabil Islami Dina"

"Wabi Muhammadin Nabiyya Wa Rasula"

 

 

 

--