Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

 

 

 

SEEDDIIIHHHH:

 

 

Assalamu'alaikum Wr Wb

 

Berikut saya kutipkan berita dari KOMPAS 11 Juni 1998.....

 

SEBAGAI seorang laki-laki berusia 43 tahun, Chaerul merasa

tak pantas lagi menangis. Apalagi dia sudah

berumah tangga dan menjadi kepala keluarga. Tetapi airmatanya

tidak mampu dibendung, bahkan ia harus terisak, sewaktu menuturkan

"kehancuran" keluarganya di depan anggota Komisi Nasional Hak Asasi

Manusia (Komnas HAM), Clementino dos Reis Amaral dan BN Marbun, Selasa (9/6).

 

"Saya sudah tidak kuat lagi. Hidup saya sudah tak berarti lagi.

Tak ada gunanya saya mengumpulkan uang, karena kedua anak saya sudah tidak

ada lagi. Padahal, mereka masih ingin kuliah serta melanjutkan

sekolahnya," ucap Chaerul, terbata-bata.

Ia sempat berhenti berkata-kata, sebab tidak kuasa membendung airmata.

Anggota Tim Relawan yang berada di sekitarnya berusaha menenangkan

kembali Chaerul.

 

Suasana di ruang pengaduan Komnas HAM sesaat senyap.

Semua yang hadir tidak mampu berkata-kata, bagai merasakan betul kepedihan

hati Chaerul yang tidak cuma ditinggalkan kedua putri terkasihnya, tetapi

juga istrinya.

Ketiganya menjadi korban, tewas terbakar pada tragedi kerusuhan

di Ibu Kota, 14 Mei lalu.

 

"Saya memang keturunan Cina. Namun lihat kulit saya, seluruhnya hitam.

Saya merasa sebagai orang Palembang, bukan orang Cina. Tetapi apa yang

terjadi? Semua hancur. Saya juga sudah tidak mungkin lagi

berkeluarga dan mempunyai anak.

Salah apa yang telah kami buat...," ungkapnya.

Ketiga anggota keluarganya itu, yakni Ny Merry (42), Ingrit (18) serta

Rika (17) tewas di rumah Chaerul, di kawasan

Jakarta Utara yang habis dibakar massa.

 

 

============================

 

panas mata saya membaca artikel itu....hati saya benar2 trenyuh..

kenapa musibah seperti itu hrs terjadi.

 

dan yg paling menyedihkan, usai kerusuhan semua toko-toko yg selamat

ramai-ramai menuliskan : " MILIK PRIBUMI ", MILIK HAJI ANU",

"MILIK MUSLIM"..dan tulisan2 "ALLAH" ditempel besar2.....

 

apa maksudnya ???

saya benar2 tidak habis pikir...apakah ada gerakan ANTI NON MUSLIM

atau ada gerakan anti NON PRIBUMI ????

hal itu sama saja artinya bahwa : yg non muslim pasti dibakar,

yg non pri pasti dibakar juga.

apa maksudnya ???

berarti tulisan2 itu sama saja menuduh ummat MUSLIM-lah yg telah melakukan

pembakaran dan penjarahan..,perkosaan dll.....

 

kenapa musti ditulisi seperti itu ???

itu malah bisa merusak citra ISLAM itu sendiri !!!

 

Astagfirlahu'aladzim....

 

 

Wassalamu'alaikum Wr Wb