|
Dimasukkan oleh
|
Tajuk topik: Senja dan pantai..
|
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 10 Jan 2000 19:51
Assalamualaikum... Salam sejahtera dan salam aidilfitri untuk rerakan semua...Alhamdulillah akhirnya sembang2 kembali online selepas sedikit ganguan... tentunya ramai peminat setia tertunggu2 kemunculannya kembali.. Polong pun dah lama tak buka topik sendiri..Anyway bila buka hari ni tengok2 blom ada topik buka jadi izinkanlah polong membuka gelanggang... ................... Menjejaki pantai, Ialah menjelajahi pantai rindu dihati, Menyusuri pantai ini, Pantai rindu dihati, Setia diusik ombak sendu, Mesra diulit bayu rindu, Pantai rindu, Pantai hatiku, Rindu yang berputik dihati ini, Disaat pantai terbiar sepi, Seloka pantun gurindam puisi, Memateri ikatan, Seorang teman, Teman seperbicara, Berada dipantai ini, Melihat ombak membelai, Bayu menyapa dan sang camar bersenda, Membangkit rindu dipantai hati, Pantai rinduku, Luas tiada bertepi, Ombaknya, camarnya, bayunya, silih berganti, Sanubari hati, Menagih kasih dipantai ini, Mengusap sepi dipantai rindu, Bila ombak dan pantai beradu, Saban masa saban waktu, Restu rindu bertalu, Tidak mengenal waktu, Berjalan dibibir pepasirnya, Baris-baris tapak kaki, Mengukir sejuta memori, Dan pantai hati, Pantai rindu, Mesra didadaku, Rindu, Tentu, p/s..Salam rindu utk seorang teman.. IP: 202.188.42.132 |
sue_marie
Ahli setia
|
dimasukkan pada 10 Jan 2000 22:41
Salam sayang buat semuanya.. Salam rindu buat seorang teman tersayang..Syukur dapat dipertemukan dalam sembang2 terbaru ini.. Izinkan sue menumpang barang seketika.. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Gurindam rindu.. (buat seorang Teman Seperbicara..) Di dada pantai.. tercipta sebuah rindu di hatinya .. tersemat sebaris kata yang terucap sukma ini ingin menyusun sebuah madah yang tak mudah dituturkan rindu yang lama membara menggetar atma .. setiap hari yang berlalu hanya ditemani kegelisahan semalam resah yang tak kunjung padam mengejar bayanganmu untuk menambat gelora rindu menepis segala sepi dan resah.. berada di pantai rindu ku cuba melangkah kaki meskipun belum bisa mencecah lagi tapi seandainya aku diberi daya akan ku belai segenap rindu ini dan ku pupuk bersama menyusuri pantai rindu mu.. sebagaimana setianya ombak menyapa pantai dan mengusap segenap pesisirnya akhirnya rindu pasti bertaut di pantai hati... p/s rindu yang tak kunjung padam..
IP: 202.188.14.186 |
rainbow
Ahli setia
|
dimasukkan pada 10 Jan 2000 23:50
Salam aidilfitri buat Polong dan sue apa kabar semua nya  disenja ini pada pepasir puteh dan ombak yang menghempas dan berkata rindu sekali bertemu dan pada bayu bayu berpupuk tersenyum megah menyambut tamu yang datang dan pergi pada biasan dan sinar memantul cahaya dan lengguk yang ayu menepias rindu berbunga di pantai ini dan senyum mengorak lagi salam  IP: 202.188.82.248 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 11 Jan 2000 09:58
salam puisi semua..polong..alaf baru..ada azam baru ke? sue..rindu sama awak..hehehhe rainbow...harap ceria di tahun baru ni *************************************** hai senja utarakanlah cerita siang mengejar cahaya matahari.tak kenyang lagi untuk perut anak anak terdampar kekeringan danau semalam sudah kemarau usahkan banjir rindu di dadamu hai senja tersepit rasa satu kesepian hai pantai bicarakanlah kesejukan bibirmu di dada hari kau di sini anak anak gelora berbuih hala menuju arah kala itu indah langit di atasmu sejuk mata memandang dingin hatimu berbuai rasa syahdu untuk baring di dadamu hai pantai mari bicara sama kita hai anak anak dunia senja di pantai aku rindu hingga itu isk rindu ke aku?
IP: 202.188.35.226 |
taktauler
Ahli
|
dimasukkan pada 11 Jan 2000 14:52
helooo! fulamak bestlah topik korang ni..... ------------ senja, aku kesenjaan sepi, aku ketuaan sedih, aku keseorangan bila lagi nak kutemu cahaya kemudaan.......pantai, kulihat kegelapan pantai, kini kesuraman pantai, aku dah lama tak mandi pantai kat mana best? esok, aku nak mandi pantai esok, aku nak tengok senja esok, masih ada ke? semoga umurku panjang untuk melihat senja,pantai dan hari esok ------ he!he!he!he!he! IP: 161.142.2.10 |
udika
Ahli setia
|
dimasukkan pada 12 Jan 2000 10:32
salamzmenumpang seketika ...... senja tika ini aku seorang diri ditepi pantai ini mengkagumi alam semesta melihat kewujudan semua... semua... adalah atas keEsaanNya pantai tenang dikau senja ini menenangkan hati aku yang dikala ini dilamun ombak gelora bercambah perasaannya tapi disini aku ketemui ketenangannya tapi sampai bila? dan hari semakin gelap aku terpaksa mengatur langkah pergi walau ingin selalu berada disini menikmati keindahan dan ketenangan ini....
IP: 192.169.41.99 |
jebat99
Ahli setia
|
dimasukkan pada 12 Jan 2000 16:08
salam puisi buat semua nya !!!pada tenang yang panjang pada kesepian yang melalut pada diri yang terpinggir pada cerita yang belum siap ada lah lumrah... pada setiap kenangan di senja dan pantai ini kerana disini .... ada pepasir ada ombak ada bayu dan nelayan dan ada cerita membalut hati  dan esok.... dipantai dan senja ini ku temui... teman teman tersayang membawa cerita dari kepingan kepingan hati yang mungkin terhiris dan terluka dan sendu menutup wajah pada cerita dalam cerita dan mimpi menguji tabah salam yer  IP: 202.188.81.189 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 12 Jan 2000 22:51
Salam kembali buat Rainbow moga senyum sentiasa meniti bibir...S_ana...azam baru? azam tetap azam, itu sudah pasti...mengukir hari depan yang lebih bahagia dari kemarin. Taktauler...hehheh..aku memang taktau kau ler..saper kau hah?...selamat berkarya dan selamat berkenalan.. ................................... Senjakala, Pawarna merah menyala, Merah darah kesumba, Indah tapi dihati hiba, Berpisah juga dengan siangnya, Namun pasrah akan kejadiannya, Akhirnya, Mentari terbenam, Meningalkan episod siang, Tematri segala diingatan, Itulah sunnah kejadian, Tiada yang kekal berpanjangan, Moga esok kembali ceria, Bila suria memancarkan sinarnya, Beburung kembali berkicau, Bebunga kembali berkembang, Moga indahnya siang, Menjanjikan kebahagiaan, p/s..salam sayang dari kejauhan.. IP: 202.188.13.112 |
lini
Ahli setia
|
dimasukkan pada 13 Jan 2000 08:31
salam buat polong dan rakan karya semuanya..pantai ombak gelombang laut tiba-tiba hati berdetik mengapa bila resah pantai dicari bila rindu ombak direnung bila sedih laut dirintih bila kecewa gelombang dipandang apa kurang pada bulan pada bintang pada malam pada hutan yg mencengkam pada bendang yg menguning pada sungai yg setia mengalir ahh....mungkin di sana ada cerita dikagumi insan setiap masa di balik seungkap puisi di ulas bibir penuturnya... aku sahaja yg sering keliru. IP: 161.142.112.8 |
sue_marie
Ahli setia
|
dimasukkan pada 13 Jan 2000 15:42
Salam sayangg dari hamba.. hmmmmmm....Terdampar aku di pesisir pantai menjejaki tapak-tapak kaki semalam antara hakisan buih-buih pantai daun-daun kering berguguran lagi ku kutip dan ku sisip kembali kelopak bunga bertaburan menguning di sana sini berterbangan dihembus bayu laut... ultra ungu seri mentari cahaya merah di ufuk membenam sejalur pelangi senja terbentuk warna kasih indah bersemi pantai itu.... penuh sendu penuh rindu mengalun irama getaran ombak silih berganti mengucup pantai menghempas batuan menjadi arca burung laut terbang senja bersenda di balik awan setia seorang gadis... menahan sebak..air mata mengalir.. 2000/Jan12. ~~~~~~~~~~~~ Apa kabar teman berkarya semua..?  IP: 202.188.113.97 |
sue_marie
Ahli setia
|
dimasukkan pada 15 Jan 2000 20:39
Salam sayangg bersua lagi...>>>>Sebuah NOSTALGIA<<<< Jari manis itu akan kau hiasi dengan ikatan cinta sejati keika itu ... sujudlah seorang perempuan di depanmu mencium tangan dengan rasa penuh kasih sayang dan bila saat itu berlangsung mekarlah bebunga di pohon menyegarlah dedaun di ranting senyumlah kumbang-kumbang di taman saat itu akan kamu ciptakan hanya menanti harinya di pantai itu... menyaksikan paduan janji dua insan berkasih... pepasir pantai juga memateri kata luahan rasa pantai juga ... menutup rindu dengan pertemuan sang bayu menitipkan suara hati yang tak terucap dek basah bibir itu cerita ... beratus-ratus hari telah berlalu kini abadi dalam NOSTALGIA segalanya tidak kesampaian Tuhan lebih sayangkan dirinya ketika takbir raya bergema umat islam menyambut dengan penuh kesyukuran dan bagi diri mu segala-galanya telah sempurna di dunia ini air mata di pusara menyirami tanah merah yang masih basah dan bila takbir bergema lagi saat itu ... kepiluan pasti meniti jua mencuri ruang mengusik jiwa kini pabila senja merah berlabuh berdiri di pantai merenung lautan luas tidak tersekat pandangan mata hati tersentuh lagi rindu bergema pula terusik dek Pantai Rindu... tak teguh hati ini menepisnya bicara tanpa suara membayangi kasih jiwa melamar rindu bertaut di hati keikhlasan kata menyejukkan atma entahlah.... ku pasrahkan pada Takdir Illahi.. Salam rindu dari seberang..Jan15/2000
IP: 202.188.106.68 |
no_me11
Ahli
|
dimasukkan pada 16 Jan 2000 17:52
assalamualaikum semua..... izinkan insan yang jauh ini tumpang sekaki... Polong dan sedara sedari semua..... semoga sentiasa sihat menuju kehidupan yang lebih bermakna. ------------------------------------------pantai,laut dan ombak kutinggalkan..... hutan batu, hijau dan merimbun kutujui... ringan kakiku melangkah... senyum jiwaku merekah... sebuah pengertian yang masih dicari.... cuba dicari ..... ingin dijumpai... di hutan batu hijau dan merimbun ini... lupakah aku pada sang pantai....?? tidak.....sekali kali tidak.... pantai itu telah mengajar aku banyak perkara.... ombak yang ganas..... persisir yang dah pecah.... permukaan yang dah berubah... kayu kayan yang bergelimpangan.. hasil keganasan... namun.. itulah ketentuan Tuhan.. takdir telah ditentukan... hari ini.... aku masih di dalam kelompok hutan batu... juga mencari sesuatu... buat bekalan dihari muka... agar ribut yang datang, kemarau yang panjang atau ombak yang ganas bisa aku tempuhi.... p/s: ....??
IP: 161.142.112.8 |
rainbow
Ahli setia
|
dimasukkan pada 16 Jan 2000 18:22
salam puisi dan ketemu lagi ombak,laut dan pantai bayu dan pepasir tanpa noktah tujuan tanpa arah pasti dan lengguk yang lesu ombak laut dan pantai dan bisikan bisikan bayu yang berhembus berputar mengikut arah dan ketentuan dari pencipta yang Esa ombak laut dan pantai banyak cerita banyak kisah dipenghujung nya  salam yer
IP: 202.188.13.107 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 18 Jan 2000 14:20
ketemu kembali...indah antara benua kala jari manis mengukir bicara di dada pantai menguis pasir berbutir butir kelu . bertambah diam diri cantik suasana indah damai senjakala sampai di daerah cinta merangkak cari erti setia teruna dan dara isk.. tak tau nak sambung dah.. nanti nanti la pulak kering ide! IP: 192.228.143.251 |
rainbow
Ahli setia
|
dimasukkan pada 19 Jan 2000 10:29
Nah tali rupia s_ana untuk sambung sajak u tu  keserakahan.. pada dunia dan airmata mengais jari jemari dalam sedu anak tani yang kaya dengan bunyi cengekrik dan suara suara beburung meniti dahan kedahan dalam tenang bersama siulan damai antara hati terbuang mengapai sepi dan antara rindu datang dan berlalu di puncak sebuah rasa dan denak yang hampir pasrah pada cerita cerita diambang sebuah istana yang indah,cantik dan menawan pada buai laju ... di kesepian tasik mencari damai persada dan beburung.. masih ria bersiul salam puisi IP: 161.142.2.10 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 20 Jan 2000 10:59
tima kasih rainbow..tali rapia tuh.. tapi rasa macam dah nak putus balik jer..kuasa tuhan jadi alam atas kehendakNya indah pancawarna rendang damai suasana buang sakit hati tepi pantai bersih jerit dari atas bukit hakis hasad dengki tenang bual sesama hati alhamdulillah.. renung senja merah merangkak usia makin kelam bila nak berubah? IP: 161.142.78.82 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 21 Jan 2000 21:43
Assalamualaikum... Semoga teman semua bahagia dan ceria selalu...hmmmmm.... Mayapada sapa mencanda, Gema irama nada tanpa suara, Dibalik bicara, Tersingkap sirat suarasa, Lagukan padaku, Irama lagu ceria, Moga, Tiada resah didada, Tiada meruntun bergenang airmata, Mengenang Pada yang tiada Puisikan daku Bait bait indah, Buat pengubat hati nan gundah, Agar hilang segala resah, Rinduku, Harapan yang pasrah, Lukiskan daku, Pawarna senja merah jingga, Agar segala nostalgia, Bersemi didada, Mekar disukma, Pengubat Rindu nan lara, [This message has been edited by polong (edited 21 Jan 2000).] IP: 202.188.65.8 |
Helang_Merah
Ahli setia
|
dimasukkan pada 22 Jan 2000 12:28
Salam puisi buat semua ...  buat senja dan pantai terdesak dalam mimpi mengukir kata dalam sendu dan airmata mencari puncak dimenara syahdu dan sepi berlalu antara titian berliku mengharung duka dalam rembang cahaya yang kelabu dan berbara dan disini .. ada senyum dari teman teman semua dan salam terkirim jua salam yer  IP: 161.142.2.10 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 22 Jan 2000 21:47
kenapa, ketika sepi bicara rindu membara, bila bersama kelu membisu, kenapa, hilang madah kata bicara, walau rindu tiada terhingga,IP: 202.188.106.106 |
sue_marie
Ahli setia
|
dimasukkan pada 24 Jan 2000 23:43
hmmmm...Antara dia dan aku .. terbit RINDU.. antara jauh dan dekat terasa RINDU.. antara dulu dan sekarang tersemi RINDU.. tapi kenapa RINDU terbit..? kenapa RINDU terasa..? kenapa RINDU tersemi..? padahal bersua tidak.. berbicara tanpa suara..? hmmmm... IP: 202.188.86.20 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 25 Jan 2000 13:58
salam petangjauh tapi dekat pendam rindu berkarat karat benci tapi sayang ingat kembali rindu tak pernah hilang hilang bicara tanpa suara suara hati bergema RINDU!!!! IP: 192.228.143.251 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 25 Jan 2000 23:11
hmmmmm.... Gema rindu, Hanya bisa didengari oleh sang hati, Bait-bait puisi, walau tiada bersuara, walau hanya susunkata, bisa berlagu, irama nan syahdu, mengusik debar atmamu, rindu yang bersemi, lahir dari rasa perasaan, tersirat dalam pengharapan, tersimpul dalam penantian, untuk satu pertemuan, walau hanya dialam nan maya, yang bisu tanpa suara, hmmmmmm...... senyum selalu  IP: 202.188.43.90 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 29 Jan 2000 15:59
hmmm....hadir lagi dipantai, alunan ombak bertukar badai, yang hilang tari gemalai, tiada lagi membelai, mengamuk angin tenggara, berdesir angin utara, menghempas mengganas merobah, namun pantai tetap merela, atau, tiada terbela, dalam pasrah, dalam gundah, membiarkan diri diperlakukan semahunya, dan, sesudah itu, pantaikan berubah, kalanya musnah, kalanya semakin indah, pantai kekal pasrah, atas segala yang ditakdirkan ALLAH, pantairindu, pantai hatiku, tabahkah diperlaku, sedemikian itu? [This message has been edited by polong (edited 29 Jan 2000).] IP: 161.142.232.12 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 30 Jan 2000 10:59
salam pagi..dari nelayan: kamus pagi abang mulakan dengan pemergian di saat sayang masih lena bersama mimpi abang bawa jala kesepian sayang tinggalkan di tepi hati abang senja semalam abang curahkan pada pantai yang pohon keinginan untuk memadu kasih bersama sayang berderai air mata sayang di saat abang utarakan kisah cinta abang pada malam di pantai dari sayang: pagi ini sayang bangun kerinduan menatap wajah abang yang sudah pergi mencari rezeki,barangkali sejuk pagi hari sayang lihat abang tiada di sisi menangis hati abang sayang ditinggalkan warkah abang memadu kasih di pantai sayang terima dengan hati terluka sayang izinkan abang pergi mencari kasih yang belum temu bersama sayang sayang rela asalkan abang bahagia walau sayang sakit semuanya madu yang abang kelak bawa mungkin manis bagi abang racun bagi sayang fikir abang kelak abang kehilangan sayang di pantai itu waktu senja itu
IP: 161.142.78.82 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 30 Jan 2000 22:11
salammm buat s_ana...hmmmm....entah mengapa...berulangkali polong membaca puisi s_ana tu..... Padadada laut, Dikaki langit, Ketika subuh indah, Nelayan melangkah, Mencari secangkir rezeki, Ditengah laut lepas, Dilambung ombak dan tempias badai, Sunyi mendamba dihati, Berjauhan dari yang dikasihi, Dan rindu pun berlagu, Demi mencari rezeki, Badai ditempuh, Ombak dirempuh, Dengan hati yang luluh, Diwaktu-waktu tenang, Melabuh pukat dan tali pancing, Bayu menyapa camar mencanda, Aduhai indah tenangnya suasana, Namun rindu semakin membara, Pada yang jauh dimata, Dan saat-saat begini, Puisi-puisi bergema lagi, Berbicara, Kisah rindu, Dan keresahan hati, hmmmm....
IP: 202.188.106.118 |
benjy
Ahli setia
|
dimasukkan pada 30 Jan 2000 23:23
..... sorry ya . Gua pun mahu tunjuk bakat berpuisi aneh macam anda semua.kaki langit ============== matahari membisu tanpa wasiat nelayan kesibukan antara dengar atau tidak azan yang berkumandang esok ada rezeki yang datang buat mulut-mulut yang perlu disuap matahari kelam bukan kiamat menjanjikan satu pertolongan untuk dedaun yang akan berguguran setelah sekian lama menagih ehsan buat penyambung zuriat makhluk-makhluk lain di bumi bertuah .............. IP: 161.142.2.10 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 31 Jan 2000 10:51
isk..kenapa polong? ader tak kena ke puisi ana tuh?? burung pun tahu pulang bila senja merah datang menjelang menghambat rasa suka si burung helang rezeki dicari tak pernah pernah kurang untuk anak anak dilihat girang
nyiur di pantai pun tahu menari rentak irama tuhan yang kasi esok ku akan menyanyi lagi mendendang lagu irama hati untuk hiburan sesama insani senja berlabuh di hujung hari pantai kasih akan kukunjung lagi hmm.....
IP: 161.142.78.82 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 31 Jan 2000 19:29
buat seorang teman seperbicara...Hmmm…… Melangkah longlai, Hari ini, Berbicaralah kita semahunya, Pantun-pantun seloka Puisi-puisi didamba, Namun disebalik katakata, Ada yang tidak dapat dituturkan, Tidak mahu diucapkan, Lantaran, Kelak menangis kehibaan, Dalam diam, Merenung hari mendatang, Setiap nafas setiap detik, Menanti masa, Saat yang minta ditangguhkan, Biarlah kita terus berbicara semahunya, Kelak nanti, Pabila tiba waktu itu, Bicara pilu sendu tentu, Dan, Dalam diam meruntun sayu, Teman.. Alangkah indah pawarna disore ini, Alunan ombak mesra, Tiupan bayu manja, Tak ingin berpisah, Dengan senja yang indah, Namun saat itu pastikan tiba jua. Malam kan menjelma, Kelam suram muram, Hilang seri hilang segala, Yang tinggal hanya nostalgia, Dan dimalam itu, Mengharap didalam tidur, Segalanya menjadi mimpi indah, .......................
s_ana....betullah tu...burung pun tau pulang...hmmmm...... sebelum malam menjelma, dengan rezeki yang dicari, terbanglah ia kembali kesarangnya, dan memori sepanjang hati, ditengah laut lepas, atau muara yang indah, bersemi dialam mimpi... IP: 202.188.43.114 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 01 Feb 2000 16:56
salam bicara buat teman.. pantai kasih ku singgah sudah walau tak berbaloi tiada suatu yang aku boleh lihat dari mata hati pelabuhan di tutup batas yang tak berbatu tegap hancur tak lama lagi tak siapa tanggungjawab
lantai kasih basah dengan air mata kesedihan terkenang senja yang tak sempat berlabuh tenang sayu sekerat memandang sayup di mentari ada keluhan di hujung bicara menanti polong.. tu baru burung.. ni kan manusia.. IP: 161.142.78.82 |
sue_marie
Ahli setia
|
dimasukkan pada 01 Feb 2000 18:42
Salam sayanggg.... Buat seorang Temannn seperbicaraa... Syadu puisi meruntun atma.... hmmmm...~Nostalgia Di Pantai Rindu...~ Kelmarin.... semusim yang lalu.. disebalik renung seorang gadis pada malam yang mencengkam hati terbuai oleh madah nan mengusik jiwa terjerat atma dek tuturan bicara melankoli terpesona alunan susunan bait-bait kata pujuk rayu rintihan sukma berdebar-debar gelora di dada tersirat di dalam pantun yang berdendang jadilah gadis seorang perindu malam.... semalam.... kata-kata terus berbicara lagi tentang puisi..pantun..tentang karya.. dan mengenai alam maya tiada jemu menjadi penghalang begitu indah jalinan yang ujud ikatan seorang Temann untuk sama berbicara lebih murni daripada seorang kekasih hari ini.... kau raih hati seorang gadis untuk berada disebuah pantai pentas untuk sebuah rindu... ku jejaki setiap pelusuk pinggirmu ku susuri segenap pesisir pantaimu bicara hati terbenam di pepasir pantai terlalu indah senja yang bersatu lukisan mega warna sayang pabila gelap malam menyisih senja kata bersatu bicara dalam senyum tawa dan cerita bisu terkunci suara hati yang satu lafaz kata yang tidak terucap hati jua yang faham barangkali ada alunan kata yang membisik namun itu mungkin hanya satu sinopsis yang berat untuk meniti bibir walau meronta-ronta minta dilepaskan daya masih terbatas malam terlalu cepat beralah meninggalkan kejora yang masih terpingga-pingga di dada malam terciptalah satu diari buat kenangan hati Pantai Rindu kekal menyegar membendung segala rasa yang masih tersimpan alangkah indahnya bila setiap impian itu diraih menjadi suatu kenyataan ooh Pantai Rindu... Segarlah dikau dalam NOSTALGIA ku... Dusun sepi..Feb.1/2000... IP: 202.188.65.102 |
syamputra_upm
Ahli setia
|
dimasukkan pada 01 Feb 2000 19:21
hai.. senja dan pantai olahan rindu dan asmara y6ang lahir dari bibit - bibit tagihan kasih aku rindu alonan ombak yang gemersik memintal suara angin dan pantai kau pejal menunggu libasan rindu itu dan kau jadikan air saujana laut itu sebagai hamparan permaidani yang indah sulaman mimpi tetap rialiti begitukah tafsirmu? nIP: 161.142.78.82 |
aDin
Ahli
|
dimasukkan pada 01 Feb 2000 19:37
Salam Puisi buat semuaPantaiku.... aku yang selalu berlari di dadamu lena di atas hamparan pasir halusmu berbumbungkan langit membilang bintang bintang bekerdipan mengejar ketam yang bersenda di sebalik batu hembusan bayu mu menyejukkan kalbu deboran ombakmu mendamaikan jiwaku kau yang mengajarku erti kedamaian dari kebingitan deruan mobil kehijauan hutan dan bukit bukau mu menyejukkan pandanganku yang kian kabur oleh debu debu kota Selang beberapa musim berlalu aku kembali kepadamu cuba menyusuri jejak jejak memori namun tiada......... tidak ku temui walau secebis gamitan kenangan angin seakan mati seperti matinya hati tangan tangan yang rakus memusnahkan hutan rimbamu meratakan bukit bukaumu menggantikan dengan deretan hutan batu Hotel , Motel dan chalet berbaris memagari bibirmu yang luka keindahan mu pantaiku bukan lagi milikmu dan kedamaian tidak lagi ku temui Di Sini.................. Senja mu tidak lagi berwajah ayu tetapi palsu. Teluk Kemang P.D. ...................................... Sedih rasanya bila lihat manusia begitu rakus merubah keindahan alam atas nama Pembangunan. IP: 161.142.112.8 |
syamputra_upm
Ahli setia
|
dimasukkan pada 01 Feb 2000 21:15
senja kembali dengan kedurung nya diselak dan disarung kembali bermulalah agenda malam yang penuh liku yang ada cuma pantai yang memandang senja apakah senja kehausan cahaya kerna gelita balasannya bukankah ada rindu dari pantai yang menanti jendela pagi menjemput khabar nIP: 161.142.78.82 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 04 Feb 2000 22:33
Meniti Hari, Dalam kemelut diri,Disuatu sudut hati, 03022000 roda waktu bagaikan cemburu, perlahan lahan berlalu, pedang masa yang memotong, pancunglah segera, Disuatu sudut rasa, 03022000 iskkk….. mengapa roda masa begitu cemburu, tangkas berlalu tanpa menunggu, biarlah saat ini pegun disini, lalu ku mampu untuk terus, merindu, pada senja dan pantai, IP: 202.188.65.82 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 04 Feb 2000 22:41
Bicara sendu bicara sayu, mendayu dayu dipantai rinduku....Ya, Kemarin, Semusim yang lalu, Dalam diam, pantun yang diukir, Ada hati yang terpanggil, Untuk bersama berbicara irama puisi yang didamba, Tentang damai dan sayu, cinta kasihmu sayang rinduku, Bagai tiupan bayu seloka, menyimbah ke muka, Segar membisikkan bait-bait rindu nan lara, Lalu rindu membara, Berputik bebunga kasih, kasih berbunga, Dua jiwa tiada pernah bersemuka, Dalam ikatan, Teman seperbicara, Ya, Semalam, Bila mentari tenggelam, Dipantai rindu, bicara terus berbicara, Dimuara damai, kusentuh hatimu hatiku, Membisik angin rindu dan tempias lara yang membasahi pipi, Kita ini, Berkasih bukannya kekasih, Bertangis bukannya sedih, Pantun puisi yang merintih adalah simpulan rindu yang perih, Ini kita, Teman seperbicara, Menyusun kata bicara, mencurah apa yang dirasa, Menghambat dinihari yang hampir tiba, dan, Untuk sekian kali, Bicara sendu bicara sayu, mendayu dayu dipantai rinduku.... IP: 202.188.65.82 |
Quit
Ahli setia
|
dimasukkan pada 05 Feb 2000 23:33
 enak sekali puisi ni terpesona deh  IP: 202.188.81.5 |
huda
Ahli
|
dimasukkan pada 07 Feb 2000 13:17
teman...boleh huda tumpang...bermain di tepian pantai bersama ombak,pasir..melihat sang camar...semalam aku ke pantai pantai merdeka sepetang aku bersamanya ombak..pasir..camar riang seketika hatiku damai tenang teringat kembali kisah lama bila sebuah bahtera singgah di pantai hatiku berlabuh walau seketika terubat hatiku bila senja berlabuh bila mentari terbenam belayarnya bahtera meninggalkan pantai hatiku kini, aku datang lagi ke pantai menunggu bahtera mengharap jangan adanya senja jangan terbenamnya mentari adakah? bahasaku tidak seindah kalian....
IP: 161.142.2.10 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 07 Feb 2000 15:10
assalamualaikum...Ucapan terima kasih pada Temannnnn, Rainbow, S_ana, Udika, Jebat, lini, Syam, Helang, Huda dan rerakan lain kerana sudi mengukir bait-bait puisi diruangan yang tak seberapa ini...teruskan berkarya... Sejak zaman berzaman manusia mengagumi keindahan pantai dan senjanya.... Pantai dan senja, Bisik-bisik bicara oleh bayu, Madah-madah seria oleh camar, Lagu-lagu rindu irama ombak, Warna-warna kasih pawarna senja, Senja merah dan pantai, Simbolika sejuta makna, Pada yang berkasih, Pada yang merintih, Pantai dan senja maruntun sukma, Kira bertamu bertemu disana, Walau bersendirian jua, Membangkit Nostalgia, IP: 202.188.14.67 |
cempaka_sariana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 08 Feb 2000 10:51
a'kum cempaka menumpang teduh....di kala itu...langit belum senja mentari memancar cahaya kegembiraan tanda merestui ikatan sepasang hati uda dan dara di kala itu...awan berarak bersih memayungi perjalanan teruna dan dara... bercanda di tepian pandai berbisik soal hati dan perasaan namun kini...hari menggamit senja awan kelam menjelma mengaburi perjalanan alam dan janji di telan badai senja berlabuh membawa kedukaan pada jiwa yang kehangatan...
IP: 161.142.2.10 |
huda
Ahli
|
dimasukkan pada 08 Feb 2000 14:01
salam semuanya..camar terbang lagi melewati pantai ombak masih menderu memukul pantai aku masih disini berdiri merenung jauh mencari sesuatu yang dulu milikku kini ia hilang ............. camar terbanglah ombak teruskan aku... akan terus di sini.
IP: 202.187.80.1 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 08 Feb 2000 19:59
Waalaikum salam...Cempaka: kalau nak berumah terus kat sini pun bleh..... Huda: Rasa kehilangan adalah bisikan memori yang tak kunjung padam.... Hmmmm.... buat yang mengerti bicara ini..
Mampukah diri ini Terus berseloka, Bila rindu kian membara, Dek kasih tiada bertepian, Aduhai… Mampukah jemari terus menari, Mengukir bait-bait puisi, Bila hati mabuk merindu, Bila sukma merintih kasih, Dek rindu nan pilu, Semalam, Menjelang dinihari, Kita berbicara lagi, Dipantai rindu, dimuara damai dan kuala sendu,, Menyusuri sepanjang sungai kasih, Berbicara tentang hati, tentang rasa, Damai yang kita cari entah dimana, Rindu yang tercipta membuak didada, Dalam diam bicara, sendu sebak didada, Dan, Hari ini, Termenung sendiri, Mengenang bicara semalam, Masih belum menemui jawapan yang pasti, Dalam bisikan sepi bicara, Rindu terus membara, senyum selalu pengubat rindu  IP: 202.188.43.56 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 09 Feb 2000 09:06
polong... ana berbicara lagi.. jemari luka berdarah merah pekat hati luka saat mereka nyanyikan lagu yang terngaduh di antara sepi bicara hati yang kecewa lihat di pantai sepi hilang kasih di muara hati menyimbah air penyembuh parut parut yang bersisi hilang warna tapi bukan hati
sekadar berbicara IP: 161.142.78.82 |
sue_marie
Ahli setia
|
dimasukkan pada 10 Feb 2000 12:11
Salam kepada Temannn dan rerakan semua... Hmmmm.... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~Hujan terus mencurah ... dingin bayu malam menderu aku terusap dalam kebingungan debar hati kian melonjak rindu tak dapat ditahan sendu..pilu..hiba... menyisih suka kalau kau tahu saat ini amukan rindu yang teramat menyiksa pedih menghiris.. menung pada bicara semalam yang tidak berganti kata menjadikan aku resah dalam penantian oh..rindunya hati ini di Pantai yang kita bina.. buat pendamai tagihan rindu ku susuri segenap pesisir nya tanpa hadir dirimu senyum, bicara hati dan tawamu terngiang-ngiang di mata tiada daya ku bendung kucahan ini aduhai....!! di Pantai rindu.. aku terus di lingkar rindu di Muara Damai.. jiwaku tidak kan damai tanpa bicaramu, sepilah malam hanya Lukisan Hati - Gurisan Rasa limpahan Titisan Rindu bakal menemani lena di malam semalam ...Gurindam Jiwa bergema dalam alunan kata yang kita tidak pasti tapi mahu didendangkan ... jauh di mata dekat di hati... begitu naluri hati bersapa aku juga yang masih termanggu dalam kegelapan malam.. bintang malu untuk berkerlipan lalu awan menutupi langit meninggalkan diri terkedu dalam kerinduan... IP: 202.188.106.34 |
syamputra_upm
Ahli setia
|
dimasukkan pada 10 Feb 2000 13:27
hai.. senja dan pantai tak pernah terpisah cuma rintis cahaya senja memantau alam bertukar wajah antara gelita dan terang bezanya aku dan kau kau bagai pantai punya laut bergelora ada wajah yang indah ada air laut yang meneman juga ketam yang memancing kudrat aku pula adalah senja yang hanya menukar wajah mu yang hanya menanti waktu.. tapi aku redha kejadian ku kerna aku tahu kau punya kelebihan mu dan memandang aku bagai lantaimu.. kau kau perlu ingat pantai.. kau punya pasang dan surut....dan kau punya lawan yang iri terhadapmu.... biarkan lah ombah memukul pantai.. biar pantai tahu... itulah petaka yang diundang nIP: 161.142.78.82 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 14 Feb 2000 21:05
Assalamualaikum..Temannnn… Ditika menghayati bicara semalam. Melakar bicara hati, Lukisan hati. Adalah puisi sebuah kerinduan.. Disuatu masa dulu.. Tagihan rindu Lalu datang bertamu bertemu Berbicaralah madah madah indah Berpantuhlah pantun pantun gundah Berpuisilah puisi puisi sepi Lagu lagu sendu gurindam sayu Lalu bersatu Menjadi satu ikatan Temannn seperbicara Hati Mana daya ku pedaya Kupujuk hati kubelai jiwa Jiwaku jua hatiku jua Agar rindu ini bisa terubat Agar sepi bisa terisi Walau bicara sendiri Tiada ku sangka Dalam bicara rinduku Ada hati yang tersentuh Ada jiwa yang terasa Lalu ikatan terbina Sungguh mesra Kini, melewati senja Aku resah Pabila melihat temanku gundah Hati yang dulu kusentuh tersentuh kau keluh Jiwa yang dulu kurasa terasa kau terseksa Batin yang dulu kubelai terbelai kau terkapai Salah... Salahku jua Mengikut kata hati Tiada peduli madah asli quote: ikut hati mati, ikut rasa binasa
Maafkan daku teman Katika dipantai rindu aku celupar Ketika di kuala damai aku kacau Menghambat ceria dari hatimu Mengumpul duka dikalbumu Maafkan daku Temannnku nan satu.Apalah dayaku......hmmmmmmmmm...... [This message has been edited by polong (edited 14 Feb 2000).]
[This message has been edited by polong (edited 14 Feb 2000).] IP: 202.188.43.83 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 18 Feb 2000 15:56
hari ini, kembali mengunjungi senja dan pantai, pawarna merah dikakilangit, masih sama, bayu menyapa mesra, masih setia, camar kicau berseloka, seperti biasa,Alam senja dipantai, Menjanjikan damai,
IP: 202.188.86.77 |
sue_marie
Ahli setia
|
dimasukkan pada 18 Feb 2000 21:56
Salam tuan rumah..minta izin berteduh kat anjung sebentar...Hmmmmmm.... Hujan yang turun rintik-rintik bagaikan titis-titis rindu yang tak pupus di jiwa teguh menanti bisikan senja asyik merenung ke langit merah Lukisan Hati terpapar sayu masih menyimpan nada irama yang belum berhembus berselindung di balik makna suara-suara hati berkelana dari titik ke hujung bertamu... bertemu... mencorakkan simbolika garisan rasa senyum... keluhan dan bicara hati ke hati... tuturan yang mengalir di hujung jemari sebenarnya ingin mendamaikan segenap kerinduan yang bermukim di sanubari tersentuh dek kasih sayang... mengharapkan Titisan Rindu bakal mengungkai pengertian di mimpi yang terlena... IP: 202.188.65.109 |
S_ana
Ahli setia
|
dimasukkan pada 19 Feb 2000 12:57
tumpang sebentar..mengimbas memori di sanapantai bersih elok benar hati sedang gembira berdua sepasang seronok layan suka senja merah elok benar mengingati memori lama dalam berhibur datang duka memori luka sekadar ingat benda yang lama IP: 161.142.78.82 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 25 Feb 2000 01:05
senja kian berlabuh, gadis masih setia, setia menanti pantai senja,dipenghujung senja itu, ada bicara sendu teramat sayu, menangis pilu, merintih sayu, mengenang kisah sayangku kasihmu, senja berlabuh jua, pantai tetap setia menerima usikan ombak yang gemalai, namun hari ni, ombak menghempas dengan ganasnya, menghakis jejak2 dipantai rindu, mengkakis corak2 di muara damai, ombak itu, bicaraku, didinihari tu, kini, kekesalan, ucapan, mana mungkin dapat diundurkan, bicara ceria sendu jua, bicara rindu batin terseksa, salah ku jua, memulakan segala, maafkan daku, malu aku pada diriku, bagaimana harus kuhadapi esok bicara bersamamu, izinkanlah daku terus melukut ditepi gantangmu, salam sayang. IP: 202.188.106.156 |
polong
Ahli setia
|
dimasukkan pada 25 Feb 2000 21:37
Temann, Menulusuri sungai ini, Jeram-jeram mesra membuih putih, Aur kasih setia memagari tebing Anak-anak ikan berloka, Damai, Tenang, Bahagia, Riak-riak sungai mengalir lesu dimuara damai, Bertamu dipantai rindu,Aduhai sungai kasih, Izinkanlah daku terus menulusuri seceruk rantaumu, Tetiba, Di suatu malam, Didini yang kelam, suram, muram, Sungai lesu berarus deras, Menghempas Batu2 dijeram dimamah ganas, Aur ditebing dihakis, Tebing roboh, Alam sungai tangis keluh, Dan, Daku menangis, Mengenang nasib sungai kasihku, Dimuara damai dan dipantai rindu, Bergelimpangan, Terkapar lesu, Dan aku, Terkapai sendu, Izinkan daku terus telusuri sungai kasihmu dengan biduk rinduku, IP: 202.188.14.86 |