Department of Neurosurgery Dr. M. Djamil Hospital / Andalas University, Padang, Indonesia
SMF Bedah Saraf RS Dr. M. Djamil / Bagian Bedah Divisi Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Unand, Padang, Indonesia

Hubungan Nilai Oxygen Delivery Dengan Outcome Rawatan Pasien Cedera Kepala Sedang
dr. Safrizal1, dr. H. Syaiful Saanin, Sp.BS2, Dr. dr. H. Hafni Bachtiar, MPH3

Abstrak
Latar belakang: Cedera otak sekunder terjadi beberapa saat setelah terjadinya benturan dan biasanya dapat dicegah sehingga bisa memperbaiki outcome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai oxygen delivery dengan outcome rawatan pasien cedera kepala sedang.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study terhadap 35 orang pasien cedera kepala GCS 9-13 yang dilakukan terapi konservatif. Dilakukan pemeriksaan analisa gas darah di instalasi gawat darurat, kemudian dinilai outcome rawatan dengan Glasgow outcome scale saat pasien pulang.

Hasil: Nilai rata-rata oxygen delivery kelompok death 835,40 mL/menit, kelompok persistent vegetative state 993,00 mL/menit, kelompok severe disability 821.21 mL/menit, kelompok moderate disability 1075,42 mL/menit, dan kelompok good recovery 1197,64 mL/menit. Dilakukan uji ANOVA terhadap semua kelompok dan didapatkan perbedaan signifikan rata-rata nilai oxygen delivery tiap kelompok (p=0,007).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan nilai oxygen delivery dengan outcome rawatan pasien cedera kepala sedang.

Kata kunci: oxygen delivery, outcome rawatan

Abstract
Background: Secondary brain injury occurred a moments after the collision and could usually be prevented so as to improve outcomes. This research aims to know the value of oxygen delivery relationship with outcomes in patient with moderate head injury.

Methods: this study was an observational research with cross sectional study of 35 patients with head injury GCS 9-13 committed conservative therapy. Arterial blood gas analysis performed at Emergency department, then assessed outcomes with Glasgow outcome scale when ambulatory.

Results: the average value of oxygen delivery for death group 835.40 mL.minute-1, the persistent vegetative state group 993.00 mL.minute-1, severe disability group 821.21 mL.minute-1, moderate disability group 1075,42 mL.minute-1, and good recovery group 1197,64 mL.minute-1. ANOVA test is performed against all groups and found significant differences in average values of oxygen delivery for each group (p = 0.007).

Conclusion: There is a significant relationship of oxygen delivery value with outcome in patient with moderate head injury

Keyword: oxygen delivery, outcome

Afiliasi peneliti:

1Residen Ilmu Bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang
2Konsultan Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr. M. Djamil Padang
3Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas kedokteran Unand

Korespondensi: Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr. M. Djamil Padang

Email: safrizalbedah@yahoo.com


Kehalaman Utama
 
Teks Jurnal
Naskah Lengkap
 
Penelitian Lain :
Hendrizal :
Pengaruh Terapi Oksigen Menggunakan Non-Rebreathing Mask Terhadap Tekanan Parsial CO2 Darah pada Pasien Cedera Kepala Sedang
Charlie Dicky Arnold : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Outcome Pasien Pasca Operasi Hematoma Epidural ( EDH )