Department of Neurosurgery Dr. M. Djamil Hospital / Andalas University, Padang, Indonesia
SMF Bedah Saraf RS Dr. M. Djamil / Bagian Bedah Divisi Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Unand, Padang, Indonesia
HUBUNGAN GLASGOW COMA SCALE DENGAN
GLASGOW OUTCOME SCALE BERDASARKAN LAMA WAKTU
TUNGGU OPERASI PADA PASIEN PERDARAHAN EPIDURAL
DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

Ewi Astuti, Syaiful Saanin, Edison

ABSTRAK
Cedera kepala menjadi sebagian besar penyebab kematian dari keseluruhan angka kematian yang diakibatkan trauma.. Epidural Hematoma (EDH) merupakan jenis yang paling banyak menjadi perhatiaan para klinisi dan peneliti karena frekwensi kejadiannya yang tinggi. Operasi EDH dianjurkan dilakukan sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan. Operasi yang dilakukan sebelum waktu 4 jam, bemberikan hasil perbaikan yang bermakna. Glasgow Coma Scale (GCS) dan waktu prehospital merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi prognosa penderita EDH. Penilaian outcome suatu tindakan operasi dapat dinilai dengan Glassgow outcome scale (GOS). Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain longitudinal study untuk menilai hubungan GSC dengan GOS berdasarkan lama waktu tunggu operasi pada 10 pasien EDH di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr.M.Djamil Padang yang dioperasi selama bulan Maret sampai dengan Mei 2015. Pada sampel dilakukan penilaian GCS dan GOS. Dari penelitian ini didapatkan penderita dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (60%), usia tertinggi 35-45 tahun (60%), GCS awal 9-12 (70 %), lama waktu tunggu terbanyak > 4 jam (80 %), skor GOS terbanyak adalah 4 (80%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara GCS saat awal masuk dengan nilai GOS. Tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara lama waktu tunggu setelah cedera kepala sampai dilakukan operasi.
Kata kunci : Epidural hematoma, GCS, GOS, waktu tunggu operasi.

ABSTRACT
Head injury becomes the major cause of death in trauma. Epidural Haematoma (EDH) became the most attention point for the clinicians because of the high frequency of occurance. Surgical treatment was recommended to be done as soon as possible after it was diagnosed. The operation that undertaken before 4 hours interval shows a significant improvement outcomes. Glasgow Coma Scale (GCS) and time interval are the most influencing factors in EDH patiens prognosis. Glassgow outcome scale (GOS) can be used to assessed the outcomes of surgical treatment. This study is an observational study with longitudinal design and the aims are to assess the relation between GCS and GOS which based on the time interval of 10 EDH patients in Emergency installation of Dr.M.Djamil General Hospital – Padang, which was operated during March to May 2015. The GSC and GOS of the samples are assessed. From this study we found that the highest frequency of the sample groups are male (60%), with 35-45 years old in age group (60%), GCS of initial entry is 9-12 (70%), time interval >4 hours (80%), GOS group is 4 (80%). There is no significant relationship between GCS and the GOS. But there is a significant relationship between the time interval from the moment of the injury until the surgery was done.
Key words: Epidural haematoma, GCS, GOS, time interval.

Afiliasi Penulis : Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas / RSUP dr. M. Djamil Padang, Korespondensi : Ewi Astuti, email : astut1_ewi@yahoo.com, HP: 08126723532


Kehalaman Utama
 
Teks Jurnal
Naskah Lengkap
 
Penelitian Lain :
Hendrizal :
Pengaruh Terapi Oksigen Menggunakan Non-Rebreathing Mask Terhadap Tekanan Parsial CO2 Darah pada Pasien Cedera Kepala Sedang
Safrizal :
Hubungan Nilai Oxygen Delivery Dengan Outcome Rawatan Pasien Cedera Kepala Sedang
Charlie Dicky :
Hubungan Nilai Oxygen Delivery Dengan Outcome Pasien Cedera Kepala Sedang :
Islam Akbar :
Hubungan Kadar Glukosa darah terhadap outcome Dengan Outcome Rawatan Pasien Cedera Kepala dengan Perdarahan Intrakranial yang Tidak Indikasi Operasi di RSUP Dr. M. Djamil :
Jon Hadi :
Pengaruh Koagulopati terhadap Glasgow Outcom Scale penderita Cedera Kepala Berat yang Tidak mempunyai Indikasi Operasi.