Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Karya

People do have their ups and downs, joys and sorrows as a matter of fact all human do have their good times and bad times...so do I. One of the ways I do to express my feelings about anything is write. These scraps I wrote are not perfect but I think they are not bad for a start. Though I've been writing these scraps since about seven years ago I'm not a constant writer, far from professional even. I write only when there's time to. I don't spare time to write. That's the difference.

Ku Kan Kembali

Kedewasaan

Peti Emas

Hari Berlalu

Selamat Pagi

Kakak

Ice Skating

Akhir Zaman

Ku Kan Kembali

 

Sekian lama berada di sisi ibu dan ayah

Pahit manis, tawa tangis pasti dilalui bersama

Tak terlintas di fikiranku kan berpisah

Namun tiba masa untukku mengorak langkah

Berjuang tuk masa depan yang cerah

 

Tuk ibu dan ayah kulafazkan kesyukuran

Atas kasih sayang mereka yang tulus dan murni

Raut wajah mereka jelas mengukir sedihnya satu perpisahan

Yang padanya juga terserlah satu pengharapan

Kelak diriku kembali bertemankan sebuah kejayaan

 

Tidak terukur dalamnya kasih Ilahi

Sertai dan urapi perjuangan suci hambaMu ini

Juga kepada ibu dan ayah tika melayani

Ku pasti suatu hari nanti aku kan kembali

Mengecap semula kasih sayang sejati

 

Di perantauan mengejar satu kejayaan

Bebanan kalanya menggusar keterampilan dan keimanan

Namun ku pasrahkan segalanya dalam tangan Tuhan

Pasti sehari nanti semuanya kan berlalu

Semoga ku kembali bersama ayah dan ibu.

Wod. Thursday, March 26, 1998.

Back to top

Kedewasaan

Coretan sepintas warkah,

Untukmu kutujukan…

 

Insan empunya kehidupan,

Kehidupan seluas pemikiran,

Siang dan malam silih berganti,

Persis perasaan di hati.

 

Sedarkah luas alam tidak tergamit,

Kepelbagaian ragam setiap sudut,

Pandanglah ke serata maya,

Kelak pasti akan terserlah,

Erti segenap sekaliannya.

 

Hatta tika masa ini,

Pengertian ialah persoalan,

Kepayahan dan kebingungan,

Namun segalanya seakan ingin kekal…

Menanti kedewasaan mu.

Wod. Thursday, August 06, 1998 Edited: Sunday, November 08, 1998. 1 Cor 13:11.

Back to top

Peti Emas

Wednesday, January 27, 1999. 12.00PM.

Suatu perkara telah menyentuhku hari ini. Boleh ku terima peti-peti emas telah berisi. Namun mengapa harus diperkatakan peti yang masih belum bersedia atau siap untuk diisi. Kata demi kata mengutuh kenyataan yang ada walau peti-peti belum berkunci. Terungkit kisah silam lalu cuba mengupas luka lama. Berkeliaran sejenak minda dan perasaan. Berkeliaran ke masa silam. Kurangku pasti apakah yang mendorongku melakukan hal itu. Cubaku pindahkan kedudukan, kupasti lakukan persis sepertinya; Heran? Terkejut? Keresahan meronta cuba mengatasi bendungan. Jika ku orak pasti berciciran. Belum puas ku singkap misteri malam, fakta tiba menyapa. Langsung hilang lilauan minda. Namun ku pasti akan terus berjuang.

Back to top

Hari Berlalu

Kecilku sehening suasana

Wajah-wajah ceria bersilih menjenguk tingkap minda

Kata kehendakku seringkas tangisan

Seingatku

Hari berlalu...

 

Perjuangan pertama mengorak langkah

Tak mudah kata kaki kecilku

Namun tuturku antara fasih

Persis kata orang tuaku

Hari berlalu...

 

Didikku tak seceria gembira

Teman tak mengungkap ertinya

Ke sekolah bagai ke neraka

Sentiasa ku sertakan doa

Harapanku

Hari berlalu...

 

Suka duka mewarnai remajaku

Kisah pahit seakan berulang

Walau yang manis berjaya menyerlah

Namun semuanya hanya seketika

Sebab ku pasti

Hari berlalu...

 

Andaiku setakat itu pencarian ilmu

Fakta hidup mendorong capaiku

Kadang menang kadang pasrah

Membina matangku

Kepasrahan lalu menambah tikaku

Hari berlalu...

 

Tanpa kasihNya

Pastinya tak mampu ku ke detik ini

Walau masih sedetik dua

Ku tau Dia tetap selamanya

Walau sehebat mana

Hari berlalu...

Wod. Thursday, January 28, 1999.

 Back to top

Selamat Pagi

Aku sudah beberapa ketika terjaga dari tidur, namun aku masih membiarkan diri terbaring di katil bahagian atas. Aku membalikkan badanku. Aku melihat ke bawah, abangku masih asyik berdengkur. Aku menarik bantalku dan melontarkan ia ke arah abangku. Nampaknya, usahaku sia-sia.

Back to top

Kakak

Ku kenali dirimu tika ku cari erti persahabatan

Pinta pertolonganmu dengan rela tangan ku hulurkan

Juga kesetiaanku bersamamu ke akhir tugasmu

Ku bangga arakian antara teman-teman kau seru namaku

Kau tampakkan kemesraan

Lebih dari itu ku anggap dirimu kakak

Indahnya kenangan saat-saat kita bersama.

Back to top

Ice Skating

Thought t'was like roller skating

Came in the room felt my heart beating

So long haven't felt that feeling

But then leaving me more wanting.

(6/5/1998)

Back to top

Akhir Zaman

Tuhan Kau celikkan mataku

Ku lihat betapa agungnya FirmanMu

Kini ku faham kehendakMu

Atas umat-umat pilihanMu

 

Di hadapan mata generasiku

Kami melihat penggenapan nubuatMu

Pohon ara mula bercambah

Tuhan nyatakanlah keagungan kasihMu

Datanglah Yesus Kristus Rajaku

Back to top

Back to Wod's Home Page

Last Revised: February 21, 2001

Back to top