Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

kanalb.JPG (7448 bytes)

 

KANTATA TAKWA

mejeng.jpg (24655 bytes)

Selain berkolaborasi dengan SWAMI, pada awal dekade 1990-an, Iwan Fals pun berkolaborasi dengan kelompok lain, yakni Kantata Takwa.

Pada album perdananya, Kantata Takwa mengeluarkan lagu-lagu yang sangat kental dengan nuasa kritik sosial, seperti Orang-orang Kalah, Gelisah, Paman Doblang, Nocturno, Kesaksian, dan Balada Pengangguran. Di samping itu, Kantata Takwa pun mengeluarkan lagu yang lekat dengan nuansa religius yakni Kantata Takwa dan lagu yang mengangkat tentang perjalanan manusia dalam mengarungi kehidupan seperti yang tertuang dalam lagu Air Mata dan Sang Petualang.

Album ini digarap di bawah bendera Airo. Banyak pengamat musik yang mengatakan bahwa album ini merupakan salah satu album Iwan Fals yang paling matang, baik dalam sajian musik, olah vokal, maupun lirik

 

KANTATA SAMSARA

logokant.jpg (18604 bytes)

Album ini merupakan proyek kedua dari perjalanan Kantata Takwa. Diluncurkan pada tahun 1997 dari berisi 11 lagu, yakni:

1. Samsara,
2. Nyanyian Preman,
3. Pangeran Brengsek,
4. Anak Zaman,
5. Lagu Buat Penyaksi,
6. Panji-Panji demokrasi,
7. Asmaragama,
8. Songsonglah,
9. Langgam Lawu,
10. Bunga Matahari,
11. For Green and Peace

Klik untuk : Koleksi lirik album Kantata Samsara

Secara umum, album yang digarap di bawah bendera Airo ini masih meneruskan benang merah dari album Kantata yang pertama. Hanya saja, para penggemar Iwan Fals, kembali sedikit dikecewakan. Pasalnya, seperti pada album Swami II, dalam album ini terlalu banyak yang menjadi vokalis. Padahal, kharisma Iwan Fals dalam berolah vokal tetap tak tertandingi. Kekecewaan ini berbuntut pada angka penjualan album ini yang menurun dari album sebelumnya.

Barangkali ini menjadi masukan yang sangat patut diperhatikan oleh Kantata untuk album-album selanjutnya

 

LIVE KONSER AKBAR SENAYAN

panggung.jpg (12481 bytes)

Hingga tahun 1998, inilah satu-satunya konser Iwan Fals yang dikasetkan secara resmi. Sebelumnya, meskipun telah begitu banyak Iwan melakukan konser, tak satu pun yang dialbumkan. Oleh karena itu, bagi para penggemar Iwan Fals, album ini menawarkan dan memberikan penikmatan serta nuansa tersendiri. Seandainya Iwan masih punya stok rekaman konser dengan kualitas rekaman yang bagus, tentu sangat menggembirakan bagi para penggemar Iwan bila stok terebut juga dikasetkan secara resmi.

Lagu-lagu yang tersaji diambil dari album Kantata Takwa, Kantata Samsara, Swami I, Swami II, Dialog (album solo Setiawan Djody), ditambah dengan satu puisi yang dibawakan WS Rendara. Lengkapnya adalah:

1. Samsara
2. Bongkar
3. Nocturno
4. Anjing Malam
5. Pangeran Brengsek
6. Paman Doblang
7. Balada Pengangguran
8. Kecoa Pembangunan (puisi WS Rendra)
9. Nyanyian Jiwa
10. Bento
11. Asmaragama

Album ini merekam secara utuh suasana konser SENAYAN 6 JULI 1998 yang kemudian berbuntut kerusuhan. Bagaimana para personil telah berupaya sekuat tenaga untuk menenangkan massa, tapi justru massa malah semakin tak terkendali.

Kondisi di atas, tentu saja sangat janggal dan mengherankan. Sebab, dalam konser-konser Iwan umumnya, para penonton akan selalu "nurut". Apalagi bila Iwan telah bernyanyi. Mereka akan larut dalam setiap nyanyian yang dibawakan. Kalaupun terjadi kerusuhan, biasanya lebih diakibatkan oleh ketidakprofesionalan panitia dalam menyusun acara.

Maka muncullah kecurigaan bahwa kerusuhan tersebut sengaja diciptakan oleh kelompok tertentu. Apalagi sebelum konser itu dilangsungkan, telah lebih dulu muncul selebaran-selebaran berbau Soehartoisme.


c o p y r i g h t 1998 - 1999 ukon ahmad furqon