|
Profil Tokoh Islam
[ Profil
Tokoh Islam Terbaru ] [ Indeks
Profil Tokoh Islam Sebelumnya ]
ZAINAB AL KUBRA R.A.
ZAINAB AL KUBRA R.A. , Seorang wanita
cucu Rasulullah SAW, yang begitu tabah dan tetap tegar menghadapi ujian
dan cobaan, demi kemuliaan keturunan Rasulullah SAW.
Menulis tentang Sitti Fatimah Azzahra
dengan meninggalkan begitu saja kedua puterinya, rasanya memang kurang
adil. Apalagi kalau yang dibicarakan itu menyangkut puterinya yang bernanna
Zainab Al-Kubra. Ia tercatat dalam sejarah Islam sebagai wanita yang tabah
dan gagah berani Seperti diketahui, di samping kedua puteranya yang termasyhur
itu, dalam perkawinannya dengan Imam Ali r.a., Sitti Fatimah Azzahra juga
diberkahi oleh Allah s.w.t. dengan dua orang puteri. Mereka itu adalah
Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash-Sugra. Bersama dengan Al-Hasan dan Al-Husain
r.a., kedua wanita itu sudah sejak masa anak-anak ditinggalkan untuk selamalamanya
oleh ibundanya. Dalam usia yang masih muda sekali ini, sesaat sebelum wafat
Sitti Fatimah r.a. telah berpesan khusus kepada Zainab Al-Kubra agar ia
menjaga baik-baik kedua saudara lelakinya itu.
Memang, beban yang terberat bagi Sitti
Fatimah Azzahra sebelum meninggal dunia rupanya adalah keempat anaknya
yang masih kecil-kecil itu. Dikisahkan bahwa sesaat sebelum menghembuskan
nafasnya yang terakhir Sitti Fatimah r.a. tak dapat menahan kepedihan hatinya.
Ia harus memenuhi panggilan Ilahi pada usia yang begitu muda, 28 tahun.
Sedangkan anak-anaknya belum satu pun yang mencapai usia sepuluh tahun.
Sesudah itu pada usia masih remaja,
bahkan masih anak-anak, Zainab Al-Kubra sudah diserahi tanggung jawab untuk
menjaga adik-adik dan merawat kakak-kakaknya. Tidak banyak yang bisa diungkapkan
mengenai peran masa anak-anak yang dilakukan oleh kedua puteri Sitti Fatimah
Azzahra itu. Riwayat-riwayat hanya mengungkapkan kehidupan dan perkembangan
Al Hasan dan Al Husain r.a. Hal ini tidak perlu diherankan, karena dunia
kehidupan Arab yang keras jarang sekali mengedepankan peran seorang wanita.
Jadi walaupun Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash Sugra termasuk dalam lingkungan
keluarga sangat mulia nama mereka jarang sekali ditonjolkan.
Baru beberapa tahun kemudian setelah
Zainab Al Kubra meningkat remaja, maka peranannya diungkapkan oleh para
periwayat. Sejarah akhirnya mencatat namanya dan mengakui peran penting
yang dijalankan oleh Zainab Al Kubra dalam melindungi kesinambungan generasi
penerus keluarga RASUL Allah s a w. Bagaimana pun juga, walau Zainab Al
Kubra seorang wanita, tetapi ada darah kemuliaan dan kesucian yang mengalir
dalam tubuhnya. Sejak masa anak-anak ia telah turut memikul tanggung jawab
kehidupan rumahtangga Imam Ali r.a. yang ditinggal wafat oleh Sitti Fatimah
Azzahra. Zainab Al Kubra dengan tekun dan tabah melaksanakan amanat yang
ditinggalkan oleh bundanya sesaat sebelum wafat. Dengan penuh tanggung
jawab dirawatnya adik-adik dan kedua kakaknya itu. Boleh dikatakan ia tak
pernah berpisah jauh dari kedua saudara lelakinya itu.
Tidak ada pengungkapan mengenai kelanjutan
kehidupan Zainab Ash-Sugra. Sedangkan tentang Zainab Al Kubra justru makin
menonjol setelah Al-Husain r.a. gugur di Karbala. Wanita inilah pada usia
sudah lebih setengah abad tanpa mengebal gentar sedikit pun sedia mati
untuk menyelamatkan keturunan langsung Rasul Allah s a.w. Ia menjadi saksi
hidup tentang siksaan yang dialami oleh saudara lelakinya itu sampai Al-Husain
r.a. meninggal dengan gagah berani.
Oleh :
Pusat Informasi dan Komunikasi
Islam Indonesia - Al-Islam
[ Profil
Tokoh Islam Terbaru ] [ Indeks
Profil Tokoh Islam Sebelumnya ]
|