Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
20 Dec, 04 > 26 Dec, 04
22 Nov, 04 > 28 Nov, 04
8 Nov, 04 > 14 Nov, 04
1 Nov, 04 > 7 Nov, 04
Entries by Topic
All topics  «
Blog Tools
Edit your Blog
Build a Blog
View Profile
You are not logged in. Log in
somebites
Thursday, 23 December 2004
an empty life or a colorfull life
Sebenernya hidup itu merupakan sebuah penantian...penantian kita menuju kematian.
hidup yang sekarang kita jalanin sebenernya merupakan sebuah pattern yang kta ciptakan sendiri.
Hidup merupakan susunan jadwal yang secara ga langsung kita susun sendiri, secara sadar, dan tanpa paksaan siapapun...
Hidup merupakan suatu rutinitas yang berjalan secara terus menerus tanpa akhir, sampai kita semua mati. membusuk, dikelilingi belatung dan tulang yang menjadi tanah ..
Hidup merupakan suatu kebosanan.. bosan dari rutinitas yang selalu saja terjadi. rutinitas yang timbul akibat konsekuensi dari hidup!
Yang pasti dalam kepala gw, hidup merupakan suatu yang harus diisi dengan sebiah rutinitas yan terkadang membosankan, lamabat tetapi pasti menghancurkan diri kita sendiri

Posted by bloodyangel at 10:46 PM
Post Comment | Permalink | Share This Post
Tuesday, 23 November 2004
kasta di jaman modern
Masalah peng kastaan sebenernya belum hilang dalam kehidupan kita, dan kalau dipikir-pikir ini bukan masalah yang besar.. Cuma ada beberapa masalah yang bisa menyusahkan kita dalam menghadapi masalah penkastaan ini.
Yang pertama; kita sebenernya masih dibayang-bayangin dengan ketakutan kehilangan atau penurunan kasta!!
Memang pembagian kasta dikehidupan kita sekarang ga separah pembagian kasta di India dimasa silam. Cuma, masalah ini kerasa banget di kehidupan kita sekarang!! Agak terlihat semu tapi masih bisa dirasa, dan kita bisa menemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin anda semua juga termasuk didalamnya!?
Masih ga percaya?! Okeh biar semua pembaca bisa puas, saya akan memberikan sebuah contoh.. Emm, begini ini berdasarkan pengalaman penulis. Untuk biasanya kita selalu bersosialisasi dengan semua orang, apalagi dalam kehidupan sekolah atau kuliah. Banyak teman dan banyak kenalan, tapi diantara sekian banyak teman dan kenala anda yanga anda punya. Apakah semua teman anda bisa hang out dengan secara ‘klik’ disetiap kondisi?! Apakah disetiap teman anda, mempunyai topik pembicaraan yang sama dan dimengerti oleh anda dan teman anda?! Dan apakah anda kumpul dengan teman anda hanya untuk berbasa-basi (sebuah kebiasaan idiot yang terus dikembangkan oleh orang Indonesia secara turun menurun…God!). Oke secara kontras dalam kehidupan sekolah atau unversitas atau kehidupan apa saja (kecuali kehidupan setelah mati) kita pasti mempunyai teman hang out yang bisa dibilang teman nge geng, without it or them, we feel alone or we feel un’clicked’ with the situation…right?!
Masih bingung?! Okeh saya beri contoh yang agak kontras sekarang…
Dalam kehidupan sekolah sebutlah di saat SMU, anda pasti melihat perkumpulan untuk anak ‘tertentu’ di setiap sudut. Memang tidak dikatakan sebagai pembagian kasta, Cuma ini benar-benar terasa apabila kita mengalami penolakan. Antara anak –anak yang mempunyai orangtua berpangkat, cowo2 ganteng, cewe2 cantik, cewe2 penggosip, anak2 gaul, anak2 pintar, anak2 ekstremis kanan, dan geng2 lainnya. Sudah merasa atau sudah mengingat anda termasuk yang mana??!!
Memang kita ngga bisa melihat sistem pambagian kasta ini secara ‘jelas’, Cuma ini udah kaya menjadi suatu aturan yang ‘mutlak’ ada dalam kehidupan masyarakat di kita sekarang ini. Disadari ataupun tidak, ini sudah mendarah daging untuk sekarang ini.

Seharusnya masalah pambagian kasta ini sudah tidak ada lagi di abad modern seperti saat ini, Cuma apa mau dikata?! Nasi sudah menjadi kotoran, udah ga bisa dimakan lagi. Sebenernya kalau kita kembali berpikir, seharusnya dijaman ini sudah tidak terdapat lagi apa yang namanya peng-kasta2an. Dengan adanya pembagian kasta sebenarnya masyarakat kita bisa menjadi sangat terisolir dari masyarakat itu sendiri. Kita yang berkasta ini menjadi malas untuk bergaul dengan kasta2 lain, yang berarti kita secara tidak langsung tidak bisa bergaul dengan orang lain yang notabene beda kasta. Dan its mean, kita menciptakan kehancuran negara kita sendiri dengan satu alasan sederhana yaitu pembagian kasta!! Its really sound ridiculous right?!
Masalah yang lebih parah adalah terkadang beberapa orang ingin berpindah kasta dengan cara yang agak memaksa. Ada orang yang ingin memaksakan dirinya berpindah kasta, walaupun tidak punya kemampuan. Alias the fake man!! Orang yang selalu berusaha menipu diri sendiri dengan berpura-pura menjadi kasta ‘bukan’ kastanya.. Penjilat?! Mungkin.. tukang tipu?! Mungkin juga… emm, mungkin yang lebih pas bisa disebut bermuka dua..yeah, I think that’s fuckin right word for those people… people like us maybe?!
Yang saya bingung, sebenernya pengkastaan ini merupakan dampak dari modernisasi atau suatu faktor kemunduran jaman?? Emang sih kita ga bisa menyalahkan siapa-siapa, coba pikirkan whose make these problem come bigger and bigger?! Ourselves, our parent, our grandparent, or your very very grand parent?! Think by yourself…
Dan sekarang, kita harus mencari pemecahan dari masalah ini.. biar permasalahannya tidak menjadi semkain menjadi, yang ditakuti bisa menjadi alasan utama perpecahan bangsa..
You dare to solve these problems??

Posted by bloodyangel at 10:18 PM
Post Comment | Permalink | Share This Post
Monday, 8 November 2004
a honor or a...
Kebanyakan orang Indonesia masih gila kehormatan…. Bayangin aja, dari mulai kita kecil! Dari beberapa kasus yang dialami teman2 gw, beberapa orang tua nya memasukkan mereka ke sekolah – sekolah yang mempunyai nama di sekita tempat tinggalnya. But, hasilnya!? Sama-sama aja tuch!! Brengseknya juga sama, bejatnya juga sama, bodo’nya juga sama (walaupun ini ga bisa dipukul rata untuk semua orang). Tapi ya itu..produknya sama aja dengan produk yang ‘tidak terkenal’

Even TK pun terkadang orang tua kita ngedaftarin kita sebagai murid TK disebuah TK terkenal. Walaupun sekarang ini lahan pendidikan udah dijadikan lahan bisnis, yang sangat mengeruk keuntungan, daripada mengeruk bakat-bakat alami dari sang murid.

Lanjut ke SD, masuk SD favorit merupakan tujuan hidp kita selanjutnya. Dari sini, kita udah di’paksa’ untuk nelan mentah doktrin-doktrin kehormatan itu. Mulai dari ditanamkan bahwa kita harus sekolah di SMP unggulan, harus mengikuti kegiatan ini, kegiatan itu. Murid yang pintar disanjung-sanjung, dan diberika porsi yang beda oleh guru.. sampai murid yang berkeringat uang diberika pelayanan istimewa sekaligus porsi bayaran yang beda dari sekolah. Masih pada inget ga?!

Masuk SMP, sebenernya disini kita sudah bisa mikir kalau semua yang kita telan mentah-mentah dari SD sudah tidak sesuai lagi dengan diri kita. Cuma masih ga berdaya menghadapinya pa lagi untuk melawan. Malahan yang ada Cuma pemberontakan dalam diri kita masing-masing. Dari kebanyakan yang udah gw alamin, kebanyakan dari kita mulai mengalami pemberontakan sewaktu kita duduk dibangku SMP. Mulai dari belajar tawuran, belajar nge rokok, ampe yang paling parah belajar nge drugs!! Sebagian dari kita juga masih terdiam dengan doktrin-doktrin kehormatan yang sudah kita telan itu. Contohnay kita dipakasa buat masuk SMU-SMU unggulan yang syarat masuknya lumayan memecahkan otak sebelah kanan! Dipaksa untuk lulus! Question: Emang klo ga lulus kenapa? Kalo emang otaknya ga mampu kenapa?? Daripada dilulusin tapi jadi bego??? Jawabannya Cuma satu!! Takut orang tua jadi malu…!! In this case, mereka rela melepas uang berjuta-juta hanya untuk satu kata ‘lulus’ tertera dinama anaknya! Kenapa ngga bayar aja, biar lulus tanpa belajar?!

Em, dulu gw pernah punya pengalaman dan dinasehatin kaya gini..”Kamu harus bisa masuk sekolah unggulan, biar ntar masuk perguruan tingginya gampang..” hepp!! Glekk!! Gw telen itu mentah2…oke akhirnya dari sekolah lanjutan pertama yang begundalan, gw masuk salah satu sekolah unggulan dan bisa dibilang tersohor di kotanya. Disana kira2 tahun terakhir gw dapet cekokan doktrin lagi. Begini kira2..”Kamu tuh harus masuk Universitas negeri, karena lulus ke universitas negeri bisa ‘memperpanjang umur‘orang tua kamu……” dan sekali lagi gw telen mentah2!! Hasilnya emang positif, gw jadi terpacu buat ningkatin kemampuan gw buat ngitemin buletin lembar jawaban komputer.. tapi hasilnya mengecawakan! Semuanya hilang dalam seketika! Akhirnya Tuhan YME menyadarkan gw untuk bisa lebih berpikir kritis, selama ini gw selalu mempunyai otak yang rendah mengenai pemahaman tadi. Terserah temen2 gw mo bilang apa, tapi ini merupakan jalan hidup..jalan hidup memang perlu status hormat tapi sebatas untuk dihormati, bukan gila kehormatan.

Dari sini emang keliatan kalo banyak orang yang masih mengganggap masuk sesuatu yang dianggap orang ‘terhormat’ bisa ngebuat diri lo merasa terhormat?! You have a wrong thinkin my friend!

Posted by bloodyangel at 2:35 PM
Post Comment | Permalink | Share This Post
Friday, 5 November 2004
about human stupidity and...
“Manusia sekarang ini semuanya sudah bodoh!!”

Terlalu ekstrim!? Yah bisa dibilang begitu… Kenapa semua yang bersifat semu harus ada satuan?! Kenapa semua hal yang bersifat mencukupi dibuat kurang?! Dan berbagai pertanyaan berkata depan ‘kenapa’ bisa dilontarkan dalam otak seseorang atau beberapa orang bodoh seperti kita ini..

Bisa dibayangin kenapa harus ada satuan satu detik satu menit, satu jam, satu hari, satu bulan, satu tahun, satu meter, satu rupiah, satu dolar,satu kilometer ??!! Kenapa harus ada orang yang tergila-gila pada satuan waktu tersebut… Manusia-manusia tersebut pergi terburu-buru untuk menepati satuan tersebut, dan berusaha mati-matian untuk mengisi satuan tersebut! orang bisa bertindak diluar akal sehatnya masing masing manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut!! Bisa juga orang tertawa dan bersitegang untuk kebutuhan tersebut, kenapa?! Kembali lagi pada satu pertanyaan dan satu kalimat tanya yang sama.

Itu halnya kenapa semua orang mulai menggugat dengan apa yang disebut dengan kenyataan.. kenyataan dimana semua orang harus memenuhi kebutuhan akan satuan yang terkadang berati sempit dan terkadang tidak nyata. Bukan berati semua yang ditulis berarti menggugat arti dari hidup manusia itu sendiri, tapi memang seperti itulah kenyataan yang terjadi.

Apa yang orang pikirkan tentang pemenuhan kebutuhan itu sama saja dengan pemuasan.. ini sama aja berarti kebutuhan sama artiya dengan nafsu?! Nafsu yang mengegrogoti manusia khususnya HATI manusia untuk membiarkan hidup lebih bertujuan dan berarti.. andaikan kedua kata diatas dianggap sama artinya dalam hidup. Jadi pemuasan nafsu dekat artinya dan sama maknanya dalam pemnuhan kebutuhan?! Berarti sah sah saja untuk melakukan pemenuhan ‘nafsu’ dalam konteks suatu pemenuhan ‘kebutuhan’. Sehingga terdapat sistem penjualan kebutuhan, dan terdapat juga sistem pemenuhan ‘nafsu’. And the question is, satuan apa yang bisa dibuat manusia untuk sebuah nafsu?!

Andaika tulisan ini bisa dianggap, maka tulisan ini boleh menyimpulkan kalau sang pencipta membuat suatu kesalahan besar sewaktu menciptakan manusia! Kenapa?! Simpel, ga dalem, dan sama sekali tanpa analisa yang sangat mendalam. Karena manusia mempunyai otak, dan otak itu dipergunakan manusia untuk melakukan suatu kebodohan. Dan karena otak, manusia merusak semua ciptaanNya. So, ngga heran klo Tuhan juga mengambil semua yang kita miliki secara menyakitkan dan terkadang diluar kemauan. Sekali lagi, tulisan ini bukan untuk menggugat keberadaan tuhan, serta tujan penciptaan manusia itu sendiri. Tapi ngga ada salahnya kalau manusia mengkrtik manusia?! Adil bukan?!

Posted by bloodyangel at 9:06 PM
Post Comment | Permalink | Share This Post
Thursday, 4 November 2004
some bites from endonesa.com (nice words dude..)
Mungkin ini mengulang dari salah satu tulisan saya yang lalu,
tentang pornografi juga, yang saya publikasikan di salah satu milis, tetapi kali ini saya akan membuat anda tidak percaya bahwa yang menuliskan ini hanyalah seorang seniman gadungan yang tidak mempunyai gelar superfisial apapun. Jadi bersiap siaplah untuk membaca dan merenungkan tulisan yang sejak awal sudah kacau secara jurnalistik dan penuh ejaan yang tidak disempurnakan Beberapa waktu yang lalu, kita mendengar dalam berita berita, gosip gosip infotainment memuakkan terkini, mengenai kontroversi film Buruan Cium Gue yang dianggap meresahkan secara moralitas oleh beberapa kalangan. Penentangan penentangan itu dilakukan dengan membawa atribut moral agama, dan budaya timur. Sementara itu kontroversi itu juga disikapi sebagai sebuah bentuk tindakan berbau politis dari kalangan tersebut oleh beberapa kaum liberalis pasif.
Saya tidak mempersoalkan hal ini sebagai sebuah tindakan rekayasa
politik atau tidak, tetapi saya hanya akan menyikapinya dengan pemikiran saya sendiri.
Film Buruan Cium Gue, jika dilihat dari kacamata sinematografi dan art memang saya akan berkata bahwa itu bukanlah sebuah film yang bagus, karena selain sok pop art, juga terlalu banyak adegan non natural dan non rasional yang dieksotisasi sehingga berkesan moksa banget. Tetapi jika dilihat dari kacamata kultural, kacamata moral, maka film tersebut beserta kontroversinya, adalah penanda dari betapa puritannya sebagian besar bangsa Indonesia dalam menyikapi pornografi. Kalau saya mencoba merunut secara kronologis dari berbagai tahun sebelumnya, maka akan kita dapati bahwa betapa banyak kasus yang berbau pornografi yang selalu dibenturkan dengan moralitas dengan sedemikian hitam putihnya. Kita lihat saja pada beberapa tahun yang lalu, foto semi nudis Sophia Latjuba, Sarah Azhari, dkk untuk sebuah majalah terkenal harus berurusan dengan pihak berwajib karena hal tersebut. Kemudian juga berbagai kasus lainnya yang saya sendiri juga terlampau malas untuk menyebutkannya satu persatu.
Berbagai kasus tersebut diyakini menimbulkan ekses ekses negatif tersendiri dalam masyarakat seperti kekerasan seksual, sehingga kemudian berbuntut dengan lahirnya RUU Anti Pornografi. Tetapi apakah dengan lahirnya RUU tersebut akan menjamin masyarakat kita semakin baik dalam menyikapi pornografi secara sehat ? Saya rasa tidak, ya saya tegaskan sekali lagi dengan huruf kapital yang ditebalkan TIDAK. Mengapa tidak, karena selama ini pendidikan dan pemahaman di Indonesia tidak pernah dijalankan dengan baik. Padahal itu adalah sebuah esensi dari kehidupan modern yang rasional. Dan Indonesia juga menyerap modernisme dari dunia Eropa juga kan ...
Saya mencoba mengambil contoh, di Eropa pada abad yang udah baheula dulu [entah abad berapa] pokoknya pas jaman Victorian, hal hal yang kurang lebih sama dengan yang terjadi di Indonesia juga terjadi disana. Pornografi dibelenggu, sehingga masyarakat bukannya semakin sehat tetapi semakin puritan. Untuk membicarakan ataupun berniat membicarakan pornografi saja dianggap sebagai sebuah dosa !!!padahal pada waktu itu banyak pejabat dan bangsawan yang melakukan
ekses ekses negatif dari pornografi. Bahkan dalam kamus fashion
mutakhir, sebuah jenis beha kinky bernama Victorian Corsette pun dibuat dengan melihat semangat kultural Eropa pada jaman tersebut,sebuah parodi terbalik dari puritannya Eropa pada saat itu. Sudah ada sebuah contoh sejarah dari sini mengapa bangsa kita tidak
mempelajarinya ? Saya berikan lagi sebuah contoh lain, pada saat ini bangsa Eropa melihat pornografi sebagai sesuatu hal yang membosankan. Kenapa begitu, karena hakekat rasionalitas dan modernisme telah merambah kedalam berbagai bentuk termasuk pornografi, dimana semenjak jaman Victorian berakhir orang bebas
untuk membicarakan pornografi secara sehat. Disini bisa terlihat bahwa jika keran keran kebebasan tetap dibuka maka orang dapat menyikapi secara sehat. Euforia, yah itu memang akan terjadi entah setahun entah dua tahun, tetapi yang pasti pendidikannya itu yang penting, karena tanpa pendidikan maka euforia itu tidak akan berakhir atau malahan menghasilkan the next puritan.
Bisa kita lihat dari berbagai film Eropa, saya ambil contoh film filmnya Bernardo Bertolucci seperti The Dreamers, ataupun The Sheltering Sky. Disitu sekalipun adegan nudis yang mempertontonkan ketelanjangan kelamin bahkan silaturahmi kelamin, akan tetapi adegan tersebut dibuat bukan dengan alasan eksotisme semata, tetapi dengan
maksud maksud tertentu, seperti dalam The Dreamers yang bermaksud untuk memperlihatkan pertentangan antara tubuh privat – tubuh publik, serta dalam The Sheltering Sky untuk memperlihatkan pertentangan antara eksistensi kuasa dari kultur dan pribadi yang berbeda. Dan itu mengapa kalau di Eropa, film film yang memperlihatkan ketelanjangan, dan adegan adegan pornografi kebanyakan mempunyai maksud maksud tertentu, itu karena tradisi renaissance yang kuat di Eropa telah membuat ketelanjangan yang tanpa maksud kecuali sebagai aksesori hanya menjadi sesuatu yang membosankan. Karena seksualitas dan tabu tabu telah disikapi oleh masyarakat Eropa dengan benar benar modern dan sepenuhnya menggunakan akal sehat.
Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi di Amerika. Di Amerika karena negeri tersebut adalah negeri yang multiras, maka yang terjadi adalah berbagai hal dieksotisasi, dikosongkan nilainya agar dapat diterima segenap kalangan [baca : populer]. Hal hal ini juga termasuk dalam bidang pornografi. Coba kita lihat film film Amerika yang mempertontonkan ketelanjangan, apakah ada suatu maksud tertentu disitu ? bahkan jika kita mensurvey secara statistik maka kita akan mendapati bahwa Amerika merupakan negeri produsen film BF terbesar di dunia. Industri industri besar produsen film berlendir seperti Vivid Enterprise, Hustler, hingga yang indie label semacam Dogfart adanya di Amerika. Majalah majalah produsen gambar gambar porno seperti Playboy, Penthouse, Hustler, dll adanya juga di Amerika.
Bahkan industri industri ketelanjangan yang memasarkan via internet juga terbesar berpusat di Amerika. Ini karena di Amerika, tradisi renaissance dalam bidang pornografi tidak pernah berlangsung dengan baik, sehingga jangan salah jika di negara adidaya tersebut masih ada negara bagian yang bersikap puritan terhadap pornografi seperti misalnya negara bagian Utah. Nah celakanya di indonesia, di negeri yang juga sama sama multiras ini ternyata dalam banyak hal juga banyak mengadopsi Amerika. Salah satunya dalam bidang pornografi, masyarakat kita tidak mampu menyikapi secara sehat karena hingga saat fakta yang ada yaitu, pornografi terus menerus dieksotisasi untuk komoditi, disatu sisi dikerangkeng dan disikapi sebagai patologi, tetapi tidak ada upaya untuk membangun pendidikan dan pemahaman yang baik mengenai pornografi ini. Jangan salah jika akhirnya ada orang bikin BF seperti Anak Ingusan, jangan salah jika ada kyai memperkosa 12 murid perempuan di pesantrennya, jangan salah jika banyak anak muda sekarang bersikap sekuler radikal dan hedonis terhadap tubuh mereka, jangan salah jika salah satu lokalisasi terbesar di dunia adalah Gang Dolly [lebih besar daripada distrik Harlem di Amsterdam Belanda], dll. Ini karena bangsa kita kagak pernah ngebangun pendidikan dengan baik dan benar. Coba aja kita analisa pornografi dari segi moralitas agama [biar kalian kaum moralis puas !!! OK ...]. Saya memberi contoh, apakah ketika saya menancapkan penis saya di vagina kekasih saya, itu berarti sebuah dosa ? Disini saya bertanya secara jujur dan personal kepada kediri-hadiran dari setiap anda yaitu : apakah dosa itu ?
dalam keyakinan saya yang nasrani memang disebutkan untuk Jangan Berzinah. Tetapi apakah yang saya lakukan itu sebuah perzinahan ?
seperti apakah batasannya yang menentukan hal itu sebagai perzinahan? apakah batasan itu berupa dogma dari pemuka agama ? Karena juga disebutkan dalam agama, bahwa yang dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia, maka saya menanyakan apakah yang dipersatukan itu adalah yang menikah secara resmi dan formal, diakui oleh lembaga yang berkuasa ? sehingga jika kalian para moralis mengutuk pornografi, ketelanjangan dan sekularitas tubuh manusia sebagai sebuah kebusukan, maka saya menanyakan juga apakah kalian juga berani mengutuk dari kehidupan sekuler nenek moyang kalian yaitu Adam dan Hawa [apa ada ayat yang menyebut Adam dan Hawa menikah secara resmi dihadapan hukum] ? Seperti apakah standar moral kalian kaum moralis ? Apakah moralitas puritan dan superfisial yang didogmakan oleh lembaga yang berkuasa ataukah moralitas schizofrenic nan paranoid dan penuh ketakutan untuk tercerahkan secerah renaissance ? Apakah ini bentuk ketakutan kalian kaum moralis yang takut kehilangan eksistensi dan kuasa jika masyarakat kita telah menjadi sangat modern dan berbicara dengan sepenuhnya menggunakan logika ? Dimanakah sabda Tuhan yang menyatakan bahwa itu perzinahan, bahwa itu pornografi, bahwa itu amoral ... Apakah ketika penis dan vagina terlihat di muka umum, sementara dalam kehidupan kaum nudis, penis dan vagina adalah bagian dari wajah sehari hari mereka ...
Apakah ketika seorang lelaki menancapkan “several inch nail” miliknya kedalam vagina kekasihnya tanpa ikatan resmi, sementara itu banyak dari pasangan yang telah resmi melakukan hubungan seksual dengan pasangan lain dan hanya disebut sebagai gaya hidup jet set ...
Jadi dimanakah sabda yang memberikan batasan itu, didalam labio mayora, didalam labio minora, klitoris, di seputaran penis dan zakar, dimanakah hal itu ? Let me tell you something ...
the body shouldn’t for battleground ... and the vagina absurdity isn’t have a deal with God !!! It is just about body matter and there is no connection with God. So get out from those moral sickness !!!
masih nggak puas ... ngajak berantem dari sudut pandang budaya timur? OK saya layani ...
Budaya timur seperti apa yang kalian maksudkan ... yang hipokrit dan penuh superfisial seperti sekarang ini ? Let me ask you something... dari negeri manakah Kamasutra berasal ? dari negeri manakah Lingga dan Yoni serta Serat Centini berasal ? Jika dari segi kesejarahan saja bangsa Asia dan terutama memiliki hubungan yang kuat dengan akarnya pornografi yaitu penis dan vagina, mengapa hal ini tidak disikapi secara bijak ? Mengapa bangsa kita malahan menghambakan diri kepada superfisial kehidupan modern yang memaksa kita menjadi hipokrit ? Mengapa seseorang menyikapi Kamasutra secara exotism complex seperti film BF tetapi tidak mencoba menarik makna dari hal itu ? Mengapa seseorang menyikapi ciuman sebagai hal yang sangat tabu sekali sementara di candi Sukuh terdapat banyak image Lingga Yoni yang seperti workshop Kamasutra, dan di candi Jago terdapat patung setinggi + 1m berbentuk mirip penis ereksi ? Mengapa seseorang menyikapi hidup sekuler secara hipokrit dan penuh standar moral jika jaman dahulu saja Ken Dedes kawin cerai dengan para penguasa yang lain seperti Ken Arok, Tunggul Ametung, dll [itu yg resmi, kalo yg kagak gimana ?] ? Jadi sekali lagi saya bertanya kepada setiap anda, budaya timur seperti apakah yang anda maksudkan ?
Jika pornografi dan sekularitas adalah patologi maka sakit kepala tidak serta merta sembuh dengan memotong kepala !!! Jika kalian kaum moralis dan tukang sensor bertugas untuk menjaga moral bangsa, mengapa hingga detik ini masih banyak kyai yang masuk status pemerkosa, banyak orang korup yang bebas berkeliaran, masih banyak orang mempermasalahkan hal hal gak penting seperti virginitas, kenapa jika mahasiswa pacaran di kamar kost maka tetangga kost mangap nyap nyap sementara judi togel dibiarin aja, dll. Apa udah bener tugas kalian kaum moralis, selain hanya membual dogma kosong semata !!!
Mungkin inilah potret realita dari bangsa kita sebagai negara ketiga ketika pendidikan masih harus masuk ruang tunggu dan terkalahkan oleh politik dan ekonomi. Sehingga jika pada saat inipun pada era yang katakanlah sudah [menyerap] modern, ternyata masih banyak yang bersikap puritan terhadap pornografi, masih banyak yang bersikap hipokrit terhadap sekularitas, masih banyak yang menggunakan superfisial terhadap tubuh. Bahkan puritanisme, krisi, dan superfisial itupun juga menghinggapi mereka, kaum intelektual yang katanya sudah tercerahkan oleh sekolah dan kampus, baik mereka itu
seniman, komikus, kurator, profesor, akademisi, dll.
So let me tell you this fact ...
Bangsa kita adalah bangsa schyzofrenic !!! disatu sisi terbuai dengan keindahan nan glamour dari gaya hidup sekuler abad modern, sementara disatu sisi bersikap paranoid dan fundamentalis terhadap berbagai tabu tabu. Bangsa kita adalah bangsa pecundang yang terlampau takut untuk menjadi bangsa yang sepenuhnya renaissance
seperti hakikat modernisme [sekalipun modernisme kita adalah modernisme serapan]. Bangsa kita ... PURITAN !!!
IF ALL BODY MATTER IS JUST DEPENDS ON GOD, THEN WHAT IS HUMANBRAIN AND HUMANHEART USE FOR ? ACCESSORY ? MEDIUM ? TOOLS ? GARBAGE ? OR WHAT ?

Posted by bloodyangel at 10:03 PM
Post Comment | Permalink | Share This Post
Puritan?! just a fuck word for the them!!
Puritan…. Kalo menurut arti bahasa indonesia berarti orang yang suci. Emm, this can be mean, orang-orang yang lebih “mengerti” soal agama. Do you think its Good..or bad…?!

Kalo menurut penulis pribadi (pure from the deepest heart..) be a holy people for the now time is embarassing!! Or I can said that the writer said be a holy people is really-really a bad idea. Khususnya gw yang sekarang tinggal dan hidup dilingkungan yang notabene sangat multi rasial. Saat ini (mudah2n ga bertahan lama) gw malu jadi muslim. (heh?!)!! ini bukan berarti gw mau jadi agama lain, not that! Tapi untuk mengaku gw seorang muslim, gw (terus terang) sangat malu.

Udah banyak orang yang gw bilangin tentang ini. Hampir semua yang gw ceritain perasaan ini banyak yang menganggap gw gila, some of psycho, cikal bakal murtad, dan yeah whatever they said, I just listen to them. Padahal udah dijelasin semua alasan yang melatarbelakangi terucapnya perkataan diatas.

Jadi begini, some of our people. Sangat alim, dengan pengetahuan agama yang amat sangat-super-duper tinggi, menjalani seluruh perintahNya, dan “hampir” mejauhi segala laranganNya. Tega untuk membunuh orang, dengan alasan beribadah!! What?! I think they crazier than me right?! (d’u think so?) Okelah, beri sedikit tepuk tangan untuk sang penulis yang hampir tidak lulus SMU karena nilai praktek agamanya sangat buruk, bukan dibesarkan oleh sekolah2 yang (katanya) mempunyai nilai Islam yang tinggi, tapi masih dibesarkan oleh ajaran2 Islam yang kental oleh keluarga ini.. untuk mengeluarkan sedikit opininya terhadap ‘apa’ yang terjadi sekarang ini!

Sejauh yang telah dipelajari, tampaknya semua agama mengajarkan untuk saling mencintai kepada sesama makhluk ciptaanNya bukan?! (correct me if I wrong…). Lalu, bapak-bapak yang ‘ngaku’nya kyai ini, dengan superduper sadistic membunuh orang-orang, yang ga jelas dosanya pa?!. Kayanya walaupun gw bodoh soal agama kaya gini, gw ga bakalan begitu. Terserah gw mo dilaknat, ato dikutuk, ato dikenakan dosa sebesar apapun , ato akan diganjar neraka selama beberapa generasi.. cuih, I don’t Care!! I’m not idiot like you all!! Killing somebody, innocent people just to finish your holy duty called jihad!! What?! Pengen rasanya gw ketemu sama bapak-bapak yang ngakunya ‘kyai’ ini, buat gw ludahin dan gw bakar hidup-hidup.

Sedikit analisa dari gw, mungkin bapak-bapak yang katanya ‘kyai’ ini. Belum pernah merasakan apa yang namanya hidup, mereka belum pernah merasakan nikmatnya berteriak-teriak menonton musik yang hingar bingar, belum pernah merasakan apa yang namanya kehidupan anak-anak muda didaerahnya. So udah tuanya, so mo liar-liaran, tapi salah jalan!! Hehehe, sedikit asal tapi bisa aja lho! Soalnya ini waktu gw SMU, adalah disebuah SMU unggulan di daerah Jakarta. Disitu ada sebuah kegiatan dan wadah untuk remaja-remaja Islam, ato lazim disebut rohis. Diangkatan gw, emm mungkin tepatnya angkatan bawah gw. Disana (mungkin Cuma perasaan gw aja ato gimana..) gw ngerasa klo rohis itu ada, bukan Cuma sekedar wadah untuk mencari informasi tentang hukum-hukum syariah agama atau menegakkanya. Tapi waktu itu, wadah tersebut telah menjadi ajang pematangan untuk menjadi ekstremis kiri. Dengan beberapa memasukkan faham-faham yang cenderung agak ekstrim. Hasilnya, beberapa teman-teman yang ‘jebol’ dari wadah tersebut mempunyai panadangan yang ‘beda’ terhadap teman-teman yang beda agama. Emm, bukannya ini awal dari kebencian antar sesama yang disebabkan oleh paham-paham keagamaan tadi. Lha gw aja pernah dijutekkin, Cuma karena gw pernah ngobrol ma lawan jenis di mesjid, okelah kalo bukan muhrim. I can accept that, but bukannya ada cara yang lebih baik?! Ga harus dijutekkin dan dimarahin kan?!

Menurut gw ( apalah pendapat gw yang bodoh akan agama ini?! ) Bukannya kita harus mencintai setiap cipataanNya?! Mencintai hewan, tumbuhan, sumber daya alam, dan harusnya juga mencintai sesama manusia. Bukannya begitu?!

And the result is, the case of Bali, the case of JW Mariot, and recently the Case of Australian Embassy!! What the f*ck?! Semuanya dilakukan oleh kelompok teroris yang berjalan dengan (katanya..) berlatar belakang Islam. Suatu pelencengan dari ajaran Agama?? Atau memang salah ajaran?!

Oke, kalau itu memang bertujuan jihad. Cuma siapa sasarannya?? Apa harus penyebrang jalan, anak-anak jalanan, lalu orang-orang yang tidak tahu menahu soal jihad-menjihad ini harus jadi korban?! Surga untuk mereka pra korban..amin! Kenapa mereka tega melakukan itu semua!! Dimana letak kesucian sorban putih, baju muslim putih, kalo ngga disertai dengan putihnya hati mereka!! Sori. Mereka ngga lebih dari sekedar piece of sh*t!!

Posted by bloodyangel at 9:21 PM
Post Comment | Permalink | Share This Post
welcome to my bites
welcome guys

Posted by bloodyangel at 9:13 PM
Post Comment | Permalink | Share This Post

Newer | Latest | Older