Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Harimau

Deskripsi

Pemangsa yang terbesar dan mengagumkan di Sumatera ini juga merupakan binatang yang paling terancam. Di antara lima subjenis harimau yang masih bertahan hidup di dunia, harimau Sumatera ini adalah ras pulau terakhir yang tersisa dari tiga ras lainnya yang sebelumnya ada di Indonesia. Harimau Bali sudah punah akibat perburuan pada akhir tahun 1940-an, dan harimau Jawa juga hampir pasti sudah punah pada akhir tahun 1980-an.

Bahkan sekarang ini, harimau Sumatera yang dulu mengembara di seluruh pulau Sumatera sekarang dianggap "terancam sangat genting. Penjagaan terhadap masa depan jenis satwa langka ini merupakan prioritas Pemerintah Indonesia yang sekarang sedang melaksanakan Proyek Harimau Sumatera (www.fivetigers.org).

Kelangsungan TNKS seluas 13.000 kilometer persegi dan daerah penyangganya mungkin memberikan peluang bagi kelangsungan satwa ini di masa depan. Berbeda dengan harimau Sundarban di Bangladesh, harimau di TNKS sebenarnya memiliki reputasi yang baik di kalangan masyarakat setempat. Dan di kebanyakan tempat, deskripsi tentang harimau biasanya berkonotasi sopan.

Kejadian adanya harimau yang menyerang orang sangat jarang terjadi. Bahkan ada tradisi yang mengatakan bahwa, jika terjadi serangan harimau, maka sang korban secara perorangan atau masyarakat berada di pihak yang salah, dan bukan kesalahan harimau. Kepercayaan ini ada kebenarannya dari segi ilmu pengetahuan, harimau menyerang orang atau ternak biasanya berkaitan dengan kerusakan habitat atau perburuan binatang yang menjadi mangsa harimau atau perburuan terhadap harimau itu sendiri.

Harimau di dalam taman nasional ini tidak hanya 'sopan', tetapi berlawanan dengan reputasinya sebagai satwa yang menyeramkan, harimau sebenarnya bersifat pemalu dan akan berusaha keras untuk menghindari manusia, menarik diri, sebelum terjadi kontak. Sebagian besar pengunjung mungkin hanya akan melihat jejak kaki harimau. Legenda setempat mengatakan bahwa jika seekor harimau bertemu dengan seseorang, maka ia harus membayar dendanya dengan tidak makan sepanjang 40 hari dan malam. Harimau di Kerinci Seblat tidak hanya sopan dan pemalu, tetapi juga dianggap sangat membantu — banyak pekerja hutan yang dengan tegas menyatakan bahwa jika mereka tersesat di dalam hutan, maka harus memanggil "Si Raja Hutan" atau "Nenek" untuk mencari bantuan; maka harimau yang ada di hutan akan memandu orang yang tersesat mencari dan kembali ke jalan setapak untuk keluar dari hutan.

Harimau di Kerinci Seblat memiliki suara mengaum yang sangat keras, yang sangat terkenal tetapi jarang didengar adalah "imau" yang hanya pernah sekali terdengar. Suara auman yang lebih sering terdengar adalah "whoof" yang lebih lunak dari seekor harimau yang terkejut dan segera menarik diri, suara serak dan lengkingan harimau yang cemas, suara kokokan seperti ayam pada harimau yang penasaran, atau bahkan suara seperti kucing mengeong pada harimau yang ramah berukuran 100 kg. Masyarakat setempat juga menekankan bahwa harimau di beberapa tempat di Kerinci Seblat juga ada yang dapat bersiul. Hati-hatilah para pengamat burung!

Di dalam taman nasional, mangsa harimau berkisar dari binatang-binatang yang besar seperi rusa sambar (Cervus unicolor) dan kijang (Muntiacus muntjak) sampai binatang berukuran kecil seperti trenggiling (Manis javanica) dan landak (Hystrix brachyura) . Harimau adalah pengendali terpenting bagi populasi babi liar (Sus scrofa dan Sus barbatus), yang merupakan hama tanaman pangan di lahan-lahan pertanian di sekitar taman nasional.

Back

 

Sumber :

Taman Nasional Kerinci Seblat 1998-1999