
Makan tuh arogan!
Hai John Howard!
Ternyata engkau lebih keparat
daripada tuduhanmu pada negeri kami
Mulutmu selalu menjunjung hak asasi manusia
dan engkau tutup mata ketika tiga orang Aitarak,
saudara kami dibakar hidup-hidup
di pelabuhan Dilli oleh tentaramu
Apakah engkau masih mau disebut beradab, hai Howard?
Bisa dalam mulutmu makin berbusa-busa
tentang genocide yang engkau tudingkan pada kami
Tidakkah matamu melihat tentaramu membantai
saudara-saudara kami. Coba dengar
apa kata Mayor Henriss-Andersen pada warga Aitarak:
"Kalian tak bisa lari, tak mungkin sembunyi.
Keadilan sudah hadir di sini!"
Kemudian tentaramu menangkapi saudara-saudara kami
dan dilanjutkan dengan penyiksaan hingga pembunuhan.
Mana hak asasi manusiamu, Howard?!
Ya, ya, Howard
Engkau korbankan silahturahmi kami dengan rakyatmu
hanya untuk kepentingan kursimu. Dan lancang sekali
mulutmu yang mimpi jadi polisi di kawasan Asia kami!
Ambil cermin dulu, Howard, pergi berkaca dulu!
Segala dustamu tentang penegakkan hak asasi manusia
niscaya akan terbuka kedokmu. Engkaulah orang tak beradab
yang tetap memakai tentaramu untuk membakar hidup-hidup
saudara-saudara kami warga Timor Timur Pro Integrasi
yang masih tinggal di kampung halamannya. Mana nyalimu
untuk menegakkan hak asasi manusia,
yang selalu engkau dengung-dengungkan?
Ya, ya, Howard!
Aku semakin yakin akan tingkah warganegaramu
Bukankah kalian itu punya bapak moyang
para narapidana kriminil yang dihukum berat?
Kemudian bapak moyang kalian hingga kalian
menjarah pemilik negeri Australia,
kaum Aborigin!
Apakah Timor Timur akan engkau jajah kembali
seperti kalian menjajah tanah milik kaum Aborigin?
Howard, Howard,
aku makin yakin, engkau itu tak beradab
dan juga biadab!
Jakarta 27 September 1999
Mau Baca Sajak Lainnya?