
Aku harus berkemas dan pergi mengejar waktu
yang berlalu. Aku harus memaksa diri meninggalkan kealpaan
yang selalu bersemayam di balik hati. Aku harus menangkap kesempatan
yang lewat, yang Kau berikan. Aku harus mendekat padaMu
dan berserah diri
Sungguh
dari lalai dan waktu yang telah pergi
aku menghitung kesia-siaan
Aku harus membaca sinar yang datang
dan menerangi jalan menujuMu
Ya, Allah bukalah pintuMu
aku ingin masuk
dan peluk diriMu
Sungguh!
Jakarta 11 September 1999
Mau Baca Sajak Lainnya?