Sajak ke duapuluh Enam

Gamang

Bayang-bayang mengurung langkah: Mengukur

malam dalam sinar temaram. Bulan sendiri

pucat pasi ditelan kerinduan. Aku

ingin kembali dan bersimpuh: Berbincang

tentang langkah sesat dan harapan ke masa depan.

Semua. Malamku semakin dalam

dan senyummu dulu masih melekat dalam ingatan

Siapa lagi yang akan mengajuk

setelah waktu larut? Aku menghirup udara

dinihari penuh aroma embun dan pohonan: Di sini

kembali bayangmu!

Aku melangkah semakin gamang!

Jakarta 3 Nopember 1999

Mau Baca Sajak Lainnya?

Pencet di Sini