
Bayang-bayang mengurung langkah: Mengukur
malam dalam sinar temaram. Bulan sendiri
pucat pasi ditelan kerinduan. Aku
ingin kembali dan bersimpuh: Berbincang
tentang langkah sesat dan harapan ke masa depan.
Semua. Malamku semakin dalam
dan senyummu dulu masih melekat dalam ingatan
Siapa lagi yang akan mengajuk
setelah waktu larut? Aku menghirup udara
dinihari penuh aroma embun dan pohonan: Di sini
kembali bayangmu!
Aku melangkah semakin gamang!
Jakarta 3 Nopember 1999
Mau Baca Sajak Lainnya?