Sajak ke Duapuluh Dua

Di Balik Jendela

Orang berdua di balik subuh

mandi siraman cahya mentari pagi

Ketika jalanan masih lengang

dan gigitan dingin mendera sumsum

Orang berdua menjala waktu

Sehabis rona merah sepinggir langit perak

kita habiskan sisa mabuk menembus kelam

Lepaskan keasingan diri dalam cengkraman sumbu bumi. Hampa

Sehabis kata-kata lepas tanpa suara

Orang berdua duduk menunggu

di balik jendela

Kita menatap waktu

Bandung 1987

Mau Baca Sajak Lainnya?

Pencet di Sini