Kepada Shinta Setiawaty
Langkah waktu terekam dari sorot matamu
dan alunan musik berbisik ke telinga sepi.
Kemudian jemari kita silang bersentuhan: Mungkin malam menyibakkan kelam
dan kata mengembara ke sudut rindu
Engkau akan kembali memetik gitar dan menyanyi
Aku menyimpan resah dalam-dalam.
Di sini kata menjadi berarti
dan bahasa matamu membangkitkan semangat lelaki
di antara nada dan secangkir kopi jahe panas
Aku ingin memanggilmu masuk ke puncak dinihari
menyambut mentari pagi ini
Tapi engkau sudah meletakan mike dan berkemas
Aku masih duduk menatap sisa waktu
yang mampir mengantarkan bayanganmu..
1999
Mau Baca Sajak Lainnya?
Pencet di Sini