Sajak ke Duapuluh

Alunan Musik Kedai Cakep

Malam itu

Kepada Shinta Setiawaty

Langkah waktu terekam dari sorot matamu

dan alunan musik berbisik ke telinga sepi.

Kemudian jemari kita silang bersentuhan: Mungkin malam menyibakkan kelam

dan kata mengembara ke sudut rindu

Engkau akan kembali memetik gitar dan menyanyi

Aku menyimpan resah dalam-dalam.

Di sini kata menjadi berarti

dan bahasa matamu membangkitkan semangat lelaki

di antara nada dan secangkir kopi jahe panas

Aku ingin memanggilmu masuk ke puncak dinihari

menyambut mentari pagi ini

Tapi engkau sudah meletakan mike dan berkemas

Aku masih duduk menatap sisa waktu

yang mampir mengantarkan bayanganmu..

1999

Mau Baca Sajak Lainnya?

Pencet di Sini