Buat apa bermenung
kalau tenung
sudah sampai ke jantung!
Kita bukan patung
Selepas raga
sebatas nyawa
tak ada selebihNya
tak ada sebatasNya
Bangkit dan melangkah
Reguk dan muntahkan
Kita berdiri menatap matahari
ketika senja jatuh di bibir hati
setiap sepi membawa maknanya sendiri
dan malam nanti siapa tahu berseri
Buat apa mereguk
kalau muntah sebelum mabuk?
Buat apa bangkit
kalau melangkah di jalan sempit?
Kita berlari menyongsong waktu
yang datang dari balik batu
dan di sana ada rinduku
padaMu
Jakarta Oktober 1998
Mau Baca Sajak Lainnya?