A Family of NGO and Individual Volunteers Concerned About Drugs
KerlipNAZA
Keluarga Relawan LSM dan Individu Pemerhati NAZA
ANDA
CURIGADIA MEMAKAI
NAZA
(NARKOTIK, ALKOHOL, ZAT ADIKSI LAINNYA)
Joyce D.G
PENGANTAR
Penggunaan, Penyalahgunaan, dan Adiksi NAZA (Narkotik, Alkohol, Zat Adiksi) semakin merebak di tengah masyarakat kita. Banyak keluarga yang khawatir anggota keluarga mereka terkena.
Begitu banyak orang yang kurang memahami Penggunaan, Penyalahgunaan dan Adiksi NAZA. Akibatnya, bila mereka terlibat dalam masalah seperti ini, dibiarkan berkembang dan berlarut-larut. Masih banyak orang yang bertanya-tanya:
•
apa saja tanda-tanda pemakai obat?•
apa yang harus kita lakukan?•
bagaimana menghentikannya?Di sisi lain, banyak pula orang yang tidak terlalu khawatir menghadapi masalah NAZA, meskipun melihat anggota keluarganya, atau temannya menggunakan NAZA. A
Toh nantinya juga akan lewat sendiri@ Begitu pikir mereka.Namun menganggap penggunaan, penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA bisa lewat sendiri, adalah pemikiran yang bisa sangat berbahaya akibatnya. Overdosis, kecelakaan, AIDS, adalah beberapa akibatnya.
Menolak kenyataan bahwa kemungkinan anggota keluarga mereka bermasalah dengan NAZA sangatlah berbahaya. Menanti terlalu lama sampai si Pemakai >sadar sendiri= berbahaya.
DENIAL
atau sikap menolak kenyataan,
bisa membunuh!
Tidak percaya? Lihat saja statistik rumah sakit. Tengoklah berapa banyak orang yang
tewas akibat overdosis obat di Indonesia saat ini. Belum lagi, mereka yang tewas karena hal lain berkaitan dengan penggunaan obat bius.•
Beberapa di antaranya karena tertular penyakit-penyakit berbahaya seperti HIV/ AIDS, Hepatitis, dll. akibat menggunakan jarum suntik bersama atau karena hubungan seks yang dilakukan di bawah pengaruh NAZA.•
Beberapa kematian lainnya bisa dikaitkan dengan kecelakaan saat berada di bawah pengaruh obat (saat menyetir, dll.)•
Beberapa lainnya, karena rusaknya organ-organ tubuh akibat penggunaan, penyalahgunaan dan adiksi NAZA.
Menghadapi Penggunaan, Penyalahgunaan, dan Adiksi intinya menuntut kita yang peduli untuk :
Materi ini berupaya memberikan sedikit informasi tentang Pemakaian, Penyalahgunaan, dan Adiksi NAZA.
Mudah-mudahan, bersama-sama kita dapat mencegah kematian seseorang akibat pemakaian NAZA!
Apakah NAZA?
NAZA adalah singkatan dari Narkotik, Alkohol dan Zat Adiktif lainnya. NAZA mencakup segala macam zat yang disalahgunakan untuk
>mabuk=, >giting=, >fly= atau >high=, atau mengubah >tingkat kesadaran= seseorang.Termasuk dalam NAZA adalah obat perangsang, penenang, penghilang rasa sakit, pencipta ilusi (psikotropika), dan zat-zat yang tidak termasuk kategori obat namun dapat disalahgunakan (misalnya alkohol) atau zat yang bisa dihirup seperti bensin, lem, thinner, dll. sehingga high.
Cara Menyalahgunakan NAZA
Beberapa cara orang menyalahgunakan NAZA adalah dengan :
•
secara oral (diminum, dimakan), misalnya pil, alkohol, dll.•
suntikan (langsung ke vena, dengan suntikan).•
hirupan (lewat hidung)•
dibakar (misalnya, drag atau ganja)
Apakah Pengguna NAZA?
Pengguna NAZA adalah mereka yang sesekali menggunakan NAZA. Misalnya, minum alkohol sekali-sekali. Mereka samasekali tidak punya masalah dalam kehidupan mereka. Semua aspek kehidupannya baik-baik saja.
Pengguna umumnya tidak mencari NAZA, namun tidak berkeberatan untuk memakai jika memang ada. Contohnya, seseorang ke pub, dan bila pergi, kadang minum alkohol. Namun tidak selalu ia minum alkohol. Kadang ia minum jus jeruk. Di rumah, alkohol juga tak selalu disentuhnya. Ia hanya minum alkohol bila suasananya memang tepat.
Apakah Penyalahguna NAZA?
Termasuk sebagai Penyalahguna NAZA adalah mereka yang bukan hanya sekali-sekali menggunakan NAZA. NAZA sudah mengambil bagian dalam kehidupannya secara cukup rutin. Atau, bila ada masalah dalam kehidupannya, ia dengan cepat mengalihkan perhatiannya dari masalah itu dengan menggunakan NAZA. Misalnya, setiap akhir Minggu, ia mencari situasi, suasana, atau orang-orang dimana ia dapat memakai NAZA. Mulai tampak adanya pola dalam pemakaiannya.
Kehidupannya secara umum mulai tampak bermasalah. Misalnya, mulai bolos, tampak malas-malasan, mudah tersinggung, menghindari orang tua atau pasangan mereka, tanggung jawab mulai melemah, dll.
Siapa Yang Tergantung atau Teradiksi?
Mereka yang bisa disebut sebagai Pecandu. Mereka yang termasuk tergantung atau teradiksi adalah mereka yang seolah tak bisa hidup tanpa NAZA. Mereka memakainya
>sangat sering= bahkan sampai menggunakan NAZA untuk menyelesaikan semua masalah mereka, dari putus pacar sampai sakit gigi. Bilamana tidak memperoleh atau tidak menggunakan NAZA, emosi mereka sangat tinggi (mudah marah, depresi, dll.), gelisah, resah, sakit badan, dll.Mereka menggunakan NAZA kapanpun juga mereka dapat. Termasuk di rumah, di tempat kerja, maupun di lingkungan pergaulan mereka. Mereka cenderung berkumpul dengan para pengguna, penyalahguna dan Pecandu. Mereka juga mulai memiliki persediaan sendiri di rumah, dan mulai memakai NAZA sendirian.
Masalah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dan kehidupan mereka sehari-hari sudah dapat dikatakan bermasalah. Mereka menjadi sangat sering berbohong dan mencuri guna membeli NAZA.
Mereka dapat berhenti seminggu, dua minggu, sebulan, dan beberapa bulan lamanya. Alasannya karena mahal, capek, dll. Namun setiap kali mereka pakai NAZA lagi, penyakit mereka akan sama parahnya dengan dulu. Apa yang ada di sekitar mereka kembali rusak seperti dulu. Pola mereka biasanya adalah
Apakai, berhenti, pakai, berhenti, pakai, berhenti@.Kalau mereka tidak teradiksi, tentu mereka bisa berhenti, dan benar-benar selamanya berhenti. Karena mereka kadang dapat pakai dan berhenti sendiri tanpa bantuan orang lain, mereka seringkali menolak kenyataan bahwa mereka tergantung pada NAZA dan marah bila dibilang tergantung pada NAZA.
Apa Saja Tanda-Tandanya?
Parah tidaknya tanda-tanda berikut ini tergantung dari seberapa jauh seseorang sudah terlibat NAZA. Beberapa tanda dari penggunaan, penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA pada dasarnya adalah sebagai berikut:
Tandai bagian kanan dengan tanda
U di kotak-kotak berikut bila Anda menemukan hal ini pada diri anak yang bersangkutan. Kehadiran lebih dari 4 tanda menunjukkan ada kemungkinan sangat besar anak yang bersangkutan terlibat penyalahgunaan atau sudah kecanduan NAZA.
Bila Masih Sekolah
|
TANDA-TANDA DI SEKOLAH |
U
|
|
Nilai sekolah menurun |
|
|
Motivasi sekolah menurun, malas berangkat dan malas membuat Pekerjaan rumah |
|
|
Sering membolos |
|
|
Sering keluar kelas dan tidak kembali ke sekolah |
|
|
Mengantuk di kelas, sering bosan dan tidak memperhatikan guru |
|
|
Sering dipanggil guru karena tidak disiplin |
|
|
Meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dulu digemarinya). |
|
|
Mengeluh karena menganggap orang rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, atau menganggap orang rumah terlalu menegakkan kedisiplinan. |
|
|
Mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang tidak beres di sekolah |
|
|
Sering meminjam uang kepada teman |
|
|
Sering pergi hingga malam, atau menginap di rumah >teman=. |
|
|
Berubahnya gaya berpakaian dan gaya musik yang disukainya |
|
|
Tidak peduli pada kebersihan dirinya. |
|
|
Menunjukkan sikap tidak pedulian |
|
|
Teman lama ditinggalkannya |
|
|
Bila ditanya, sikapnya defensif atau penuh kebencian |
|
|
Mudah tersinggung di sekolah |
|
Bila sudah bekerja
, tanda-tandanya juga hampir sama. Ia jarang mau terlibat dalam acara resmi kantor.
Tanda-Tanda Di Rumah
:Di rumah, orangtua bisa melihat perubahan yang perlahan-lahan sehingga kerap lepas dari perhatian. Bila anak masih remaja, maka orangtua dan keluarga seringkali menganggap tanda-tanda berikut hanya sekedar pertanda masuknya anak ke masa remaja. Keadaan akan semakin parah dan berkembang terus menjadi parah dengan semakin parahnya penggunaan NAZA anak.
|
TANDA-TANDA DI RUMAH |
U |
|
Semakin jarang ikut kegiatan keluarga |
|
|
Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya |
|
|
Teman sebayanya makin lama tampak mempunyai pengaruh negatif |
|
|
Mulai melupakan tanggung jawab rutinnya di rumah. |
|
|
Lebih sering dihukum atau dimarahi |
|
|
Bila dimarahi, ia makin menjadi-jadi dengan menunjukkan sikap membangkang |
|
|
Tidak mau mempedulikan peraturan keluarga |
|
|
Sering pulang lewat jam malam |
|
|
Sering pergi ke disko, mall atau berpesta |
|
|
Menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang (bokek) |
|
|
Barang-barang berharga miliknya atau milik keluarga yang dipinjamnya (mis. kamera, dll.) hilang. Seringkali tidak dilaporkan sampai ditanyakan. Atau dilaporkan dipinjam teman, atau dicuri orang |
|
|
Sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, dan ini sering tidak diketahui. Hilangnya uang orang di rumah sehingga pembantu atau orang lain di rumah segera dicurigai. |
|
|
Sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan (pandai-pandailah mengecek apakah uang yang dimintanya untuk bayar ini dan itu di sekolah, betul-betul diminta oleh sekolah dan betul-betul dibayarkan.) |
|
|
Sering bercerita kepada keluarga yang mau mendengarkan dan mereka yang bersimpati akan jadi korban atau tempat pinjam uang (nenek dan kakek harus hati-hati!) |
|
|
Selalu meminta kebebasan lebih |
|
|
Waktunya di rumah banyak dihabiskan di kamar mandi |
|
|
Jarang mau makan bersama keluarga |
|
|
Malas makan, sering makan sembarangan |
|
|
Sering menginap di rumah teman |
|
|
Malas mengurus diri (tidak mau membereskan tempat tidur, malas mandi, sering tidur, malas menggosok gigi, kamar berantakan, malas membantu. |
|
|
Tak mau peduli kebutuhan keluarganya |
|
|
Mungkin sering batuk-batuk atau pilek yang berkepanjangan |
|
|
Sering pusing. |
|
|
Sering tersinggung dan mudah marah |
|
|
Sering berkelahi, luka-luka akibat berkelahi, terlibat kecelakaan mobil, dll. |
|
|
Menarik diri dan sering di kamar, dan mengunci kamar |
|
|
Memasang musik keras-keras tanpa memperdulikan orang lain dan gaya musiknya berubah ke aliran keras. |
|
|
Sering menghabiskan waktu di rumah menonton televisi. |
|
|
Tidak mengizinkan orangtua masuk kamarnya |
|
|
Kamarnya ada lilin atau pewangi ruangan. |
|
|
Sering berbohong |
|
|
Sikapnya manipulatif dan tampak manis tiba-tiba bila ada maunya. |
|
|
Emosi naik turun |
|
|
Tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar kepada orangtua dan anggota keluarga lainnya. |
|
|
Ada obat-obatan, kertas timah, bau-bauan yang tidak biasa di rumah (terutama kamar mandinya atau kamarnya tidurnya), atau ditemukannya jarum suntik - namun ia akan mengatakan bahwa barang-barang itu bukan punyanya. |
|
|
Sering makan permen karet atau permen mentol untuk menghilangkan bau mulut |
|
|
Senang pakai kacamata gelap |
|
|
Sering membawa obat tetes mata |
|
|
Omongannya basa-basi dan semakin menghindari pembicaraan panjang. |
|
|
Sering ingkar janji dengan berbagai alasan (lupa, dll.) |
|
|
Teman-teman dulunya mulai menghindarinya |
|
|
Pupusnya nilai-nilai yang dimilikinya dahulu |
|
Ingat, adiksi adalah penyakit progresif. Penyakit adiksi berkembang dalam periode 3 tahunan sampai 15 tahun. Pada remaja, perubahan akan mudah dan cepat terlihat.
Apa Batasan Bermasalah
dan Tidak Bermasalah?
Kebingungan orangtua adalah apakah tanda-tanda di atas cuma sekedar tanda zaman atau tanda anak makin beranjak remaja atau betul-betul bermasalah?
Begini .... biasanya kita akan menemukan adanya pola, dan bukan hanya satu atau dua masalah.
Bila kita melihat gambaran keseluruhan, maka teka-teki kita akan terjawab. Tanpa adanya indikator lain, menemukan anak memakai NAZA tidak langsung menjadi indikator bahwa ia pasti tergantung pada NAZA.
Remaja sering bereksperimen. Itu biasa. TETAPI bila ia menunjukkan sekelompok masalah sekaligus... maka ia sudah menunjukkan pola yang dimaksudkan di atas, yang dapat memperkuat dugaan kita bahwa ia terlibat penyalahgunaan NAZA.
Empat Masalah Utama
Ada empat kategori masalah yang sering dihadapi mereka yang menyalahgunakan atau tergantung NAZA :
1. Lalu Lintas: sering melanggar aturan jalanan, ngebut, menabrak orang, menabrak hal-hal yang tidak bergerak (tiang listrik, pohon, dll.).
2. Ditangkap dengan NAZA: adanya botol alkohol, obat-obatan terlarang.
3. Pencurian : mencuri, mencopet, mengutil di toko, memasuki rumah orang tanpa izin. Di rumah juga mencuri.
4. Menganggu Ketertiban : mengganggu ketertiban umum, ikut tawuran, merusak barang atau sarana umum, berkelahi di tempat umum, mabuk di tempat umum.
Situasi Di Rumah Menjadi Tidak Waras
Tingkat stress di rumah sangatlah tinggi dengan adanya seorang anak Pecandu di rumah. Si Pecandu menjadi orang utama di rumah, dan orang lain seakan dikesampingkan. Orangtua menjadi nomor dua, dan berusaha keras supaya dapat mengendalikan keadaan. Namun bila suasana hati si Pecandu bagus, semua orang senang. Bila ia mulai tidak waras, maka keluarga ikut tidak waras. Ia mulai mengendalikan keluarga, dan bukan sebaliknya.
Semakin parah masalah di rumah, semakin tampil ketakutan di tengah keluarga. Kecemasan, kebingungan dan pertengkaran menjadi bagian sehari-hari kehidupan keluarga.
Ibu seringkali mengikuti anak kemana-mana dan mengecek apa yang dilakukannya dan kemana ia pergi. Semua acara keluarga hancur bila si Pecandu mengalami krisis dan krisis lagi. Orientasi keluarga seringkali adalah mengatasi krisis dari waktu ke waktu, dan saling menyalahkan atas situasi yang dihadapi di rumah.
Pola atau siklus jelas mulai tampak di rumah. Krisis dihadapi dengan resolusi, dan akhirnya lega, dan kemudian krisis baru muncul lagi secara berulang-ulang kali. Anggota keluarga mulai melaporkan berbagai masalah kesehatan, dari penyakit jantung, masalah sekolah, maag, darah tinggi, dll.
Gejala Ketergantungan NAZA
Bila Anda curiga orang yang Anda kenal tergantung NAZA, inilah tanda-tanda yang perlu Anda perhatikan:
Orang yang tergantung akan
kehilangan kendali atas jumlah NAZA yang dipakainya. Sekali mulai, ia tidak bisa meramalkan kapan akan berhenti. Ada keinginan obsesif untuk mengendalikan jumlah yang dipakainya dengan•
menentukan kapan dan dimana ia akan memakai NAZA,•
serta keras membangkang bahwa ia punya masalah apapun dengan NAZA.
•
Black OutBlack Out bukan berarti pingsan. Orang yang black out biasanya
lupa apa saja yang dikerjakannya saat menggunakan NAZA. Misalnya, lupa bagaimana pulangnya, atau dimana memarkir mobilnya. Ia akan berusaha mengingat dengan
•
bertanya dengan ringan dan berhati-hati mengenai apa yang kejadian di malam sebelumnya.•
membuat lelucon tentang bagaimana ia lupa bagaimana ia pulang.•
membangkang kejadian yang diingat oleh orang lain.
•
Toleransi MeningkatToleransi akan meningkat. Ia akan
membanggakan diri bahwa ia mampu minum lebih banyak dari orang lain tanpa mabuk, atau melihat bahwa orang sudah mabuk dengan gelas kedua sementara ia masih belum merasakan efek apa-apa. Toleransi terhadap NAZA adalah tanda bahaya yang paling jelas.•
Bila ia sakit dan minum obat, juga akan tampak bahwa dosis biasa tidak akan berpengaruh apapun terhadap sakitnya.•
Mengejek orang lain karena mampu memakai lebih banyak•
berusaha mendesak orang untuk pakai lebih banyak•
menuangkan alkohol untuk orang lain supaya ia dapat minum lebih banyak.
•
Menggunakan NAZA sebagai Pemusnah MasalahSementara orang lain memakai NAZA secara sosial, mereka menggunakan NAZA untuk membantu tidur, menghilangkan rasa sakit, menghilangkan kebosanan atau stress, menyelesaikan masalah emosional, supaya berani, dll. Penggunaan seperti ini berarti penggunaannya sudah tidak normal lagi.
•
Sering pakai setelah bertengkar dengan pacar, teman, keluarganya.•
Pergi pesta dimana minum atau NAZA dipakai beramai-ramai•
Memakai NAZA sebelum pesta supaya tidak malu.•
Mabuk saat ia harusnya ada janji
•
Pakai Cepat-CepatIa akan menggunakan NAZA tidak dengan pelan-pelan, tetapi dengan cepat-cepat. Seakan takut ketahuan orang atau takut dihabiskan orang lain terlebih dahulu.
•
Minum alkohol dengan tenggakan >gluk-gluk= cepat•
Balapan minum atau pakai NAZA dengan orang lain•
Overdosis
•
Sering Memikirkan NAZAPecandu sering memikirkan tentang memakai NAZA. Ia cenderung ingin memakai bila sedang ada dalam kegiatan yang menuntut perhatiannya, seperti sedang membuat PR. Masalah yang tampak adalah
•
Sering tidak puas dengan sekolah, tidak betah duduk di kelas.•
Cepat bosan•
Melupakan cita-cita pribadi•
Menjauhi teman-teman >baik= atau pandai•
Menunjukkan sikap tidak pedulian pada orang atau kegiatan
•
Memastikan Persediaan ObatMereka yang tergantung NAZA jarang mau kehabisan persediaan NAZA. Uangnya selalu habis untuk NAZA. Ia akan berteman dengan mereka yang dapat memberikan suplai NAZA. Dia menyimpan NAZA sebagai persediaan.... kalau-kalau dibutuhkan. Ia juga cenderung melindungi kebiasaannya memakai NAZA. Biasanya:
•
Ia menyangkal ada masalah dengan NAZA dan bereaksi dengan keras bila dikonfrontasi•
Menyembunyikan alkohol atau obat-obatan•
Tidak membayar hutangnya dan uang yang diberikan kepadanya akan digasaknya.•
Meminjam uang, berhutang pada bandar obat•
Berkumpul lebih banyak dengan pecandu lain dan pengedar NAZA.
•
Menggunakan SendiriGiting
menjadi kebutuhan utama, seperti kebutuhan akan makanan dan uang. Ia menjadi sering memakai NAZA dengan berbagai alasan. Kontak sosialnya menjadi kian terbatas guna menghindari rasa malu atau kesulitan yang biasa timbul akibat ia memakai NAZA. Ia menjadi:•
Sering minum alkohol atau merokok ganja di pagi hari pertama kali saat bangun.•
Tidak pergi kemana-mana kecuali ke bandar obat dan kembali ke rumah untuk memakai sendiri. Ia tahu, berada bersama orang lain cuma akan membuat jatahnya bagi diri sendiri semakin sedikit. Ia tidak mau berbagi dengan orang lain.
Apakah Ia Bisa Berhenti Sendiri?
Seorang Pecandu di dalam hatinya selalu ingin berhenti dan merasa bahwa pemakaiannya tidak normal. Karena itulah ia menjadi
defensif bila ditanya. Tetapi ia tidak bisa berhenti sendiri secara langgeng. Ini yang menjadi masalah! Makanya ia disebut sebagai Pecandu. Polanya selalu berhenti, pakai, berhenti, pakai, berhenti, pakai. Karena itulah mereka sangat sering berpikir untuk bunuh diri, agar dapat menghilangkan rasa bersalahnya yang besar terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya, serta kelelahan hidup dengan demikian.Bila niatnya sudah kuat untuk berhenti dan bila ia sudah
>mencapai titik terendah= kehidupan akibat penggunaan NAZAnya, baru ia akan punya motivasi untuk berhenti secara langgeng dan bertahan untuk tidak pakai lagi. Tetapi menunggu sampai ke titik ini bisa menjadi lama sekali dan bisa terburu mendarah daging sehingga semakin sulit untuk berhenti.Angka kematian karena kecelakaan, overdosis, HIV/AIDS, dan lain-lain di kalangan pecandu sangatlah tinggi. Berbahaya bila kita menanti sampai ia sadar sendiri!
Apa Yang Harus Dilakukan?
Bersikaplah tegas dan jangan biarkan ia bermain di antara ketidak tegasan yang ada dalam keluarga (atau bila pecandu adalah anak, antara ayah dan ibu). Bila keluarga bekerjasama menghentikan kegilaan ini, maka ia bisa dibantu. Selama keluarga masih sibuk saling menyalahkan, anak akan terus memakai NAZA.
Jangan bertanya apakah ia pakai obat atau tidak. Langsung katakan bahwa NAZA sudah tidak menyenangkan lagi baginya dan cuma menghancurkan kehidupannya. Keluarga tak mau berdiam diri. Bila ia tidak mau berhenti, maka keluarga menganggapnya sudah dewasa dan akan melepaskannya pergi. Katakan, bila ia sudah siap untuk berhenti maka keluarga akan membantu. Keluarga tidak akan membantu selama ia terus memakai. Ini biasanya akan membuatnya berpikir untuk berhenti.
Keluarga dituntut untuk bersikap tegas
bila ingin melihat adanya perubahan serius
.Jangan cuma gertak sambal!!!
Jangan membayarkan hutang-hutangnya
. Biarkanlah ia merasakan konsekuensi dari penggunaannya. Bila keluarga terlalu melindunginya .... ia tidak akan kapok kapok karena konsekuensi buruk penggunaannya selalu dihadapi keluarganya dan bukan oleh dirinya sendiri.Bicaralah dengan seorang ahli atau konselor Adiksi yang betul-betul memahami Adiksi. Bawalah Pecandu ke rumah sakit untuk detoksifikasi. Bila dapat, masukkanlah Pecandu ke pusat rehabilitasi.
Keluarga sebaiknya menghadiri pertemuan Al-Anon atau NarAnon untuk belajar lebih banyak tentang adiksi dan dapat membantu keluarga mempercepat pemulihan dibandingkan mempertahankan adiksi si Pecandu di rumah. Di Jakarta, ini ada di rumah sakit AEA, Puri Sakti, Jakarta Selatan, setiap hari Senin jam 8.00 malam.
Untuk Pecandu sendiri, tersedia program Alcoholics Anonymous dan Narcotics Anonmymous untuk para Pecandu, yang prasyarat keanggotaannya cuma keinginan tulus untuk berhenti menggunakan NAZA. Program mereka dilandaskan pada 12-Steps yang membantu Pecandu berhenti menggunakan NAZA dengan mengenali diri mereka sendiri, dan mengadakan perubahan mendasar pada kehidupan dan kepribadiannya dengan bantuan para Pecandu yang sudah terlebih dahulu hidup bersih tanpa obat (clean dan sober)
Adiksi atau ketergantungan obat butuh waktu untuk berkembang menjadi Adiksi, dan karenanya juga butuh waktu untuk dapat diatasi. Masuk ke rumah sakit tidak menjadi jaminan ia akan berhenti selamanya bila perubahan fundamental pada sikap dan pemikirannya melalui proses konseling mendalam dan mendasar selama di rumah sakit tidak dilaksanakan.
Namun bila dibiarkan berlarut-larut tanpa keluarga berani bertindak, kerusakan pada keluarga juga akan semakin berlarut-larut. Demikian pula kerusakan yang akan terjadi pada si Pecandu sendiri.
Mungkin saja
kali ini ia overdosis,
tertular Hepatitis atau HIV/AIDS,
terlibat kecelakaan lalu lintas
Bila dia mati karena NAZA
kita sudah terlampau terlambat.
Sesal kemudian
Bertindaklah
SEKARANG