demonstran

(kepada vera dan kawan-kawan)

 

kapan hari telah diputus

hari pertama ketiga atau kapan

karena tidak ada hari sabat

ketika kerja harus dimulai

 

kuikuti setiap langkah

seperti buruh menuntut upah

seperti petani lapar tanah

sehingga hilang bayangan takut

 

kumasuki medan pertaruhan

antara mati dan hidup

tak ada janji kecuali

tengadah pada bapa di langit

dan pada ibu di bumi

 

tak ada kata pasrah

ketika ibukota sudah menjadi

benteng besi kekuasaan berkarat

 

maka jakarta membahana

dan di mana-mana

derap-derap "maju tak gentar"

anak muda membanjir jalanan

 

padam panas matahari

hujan dan angin mati

dalam gelora kemerdekaan

 

indonesia tanahairku

sekarang berubah sudah

menjadi bangunan penjara

 

indonesia tumpah darahku

sekarang berubah sudah

menjadi padang pembantaian

 

tapi tak ada

kata menyerah

 

maka berseru

berserulah para pembesar

tentang janji reformasi

yang ada seribu satu

tentang jalan konstitusi

yang ada cuma satu

tentang kesopanan timur

yang mereka punya monopoli

 

di belakang itu semua

serdadu dan preman bayaran

siap menyarangkan peluru

siap menyarungkan pedang

ke jantung setiap demonstran

 

tanahair menggempa

tanah dan langitmu

karena para pembesar

mabuk kekuasaan

 

maka para demosntran

hanya tahu satu:

kemerdekaan

 

aku tengadah

pada bapa di langit

aku menunduk

pada ibu di bumi

dalam satu janji:

tak ada kata pasrah

tak ada kata menyerah

 

hidup

merebut kemenangan

hidup

merebut kemerdekaan

 

hersri setiawan

kockengen:1999