Hersri Setiawan:
jakarta
kosong ditelan keluasan kekerasan yang membatu
sinar matahari tumpah
namun hilang seluruh terang
angin lautmu yang meniup mati silirnya terbakar
di aspal jalanlayang
dan beton pencakarlangit
di sinilah mereka anak-anak hari depan
di tengah hampa dan kekerasan tanpa sudah memahat sejarah
di sinilah mereka
di kota jantung kekuasaan anak-anak hari depan
tak bakal sudah teriak merdeka
tak bakal menyerah
merebut kemenangan
thamrin: januari 1998
pantai sanleko
aku mencium angin pantai
asin laut berdebur
mengusap bibir
getaran sepi
melimbur datang
bersama gelombang bergulung
- bayangan seragam loreng mata tentara dendam kesumat - bayangan gagang karaben bersambaran di atas kepala
oleh rasa sendiri
basah
tampuk mataku
*
dua puluh tahun lalu delapan ratus lima puluh tapol-tapol tak berdaya merangkak di panasnya pasir
masing-masing
hanya bisa
mencoba bertahan
angka-angka nomor deportasi
hitam di dada dan pantat seragam seperti komunis-komunis dan yahudi musuh-musuh hitler yang harus mati
tangan-tangan dan kaki-kaki kering melindungi dada dan kepala mereka dari sambaran gagang-gagang karaben
kenangan dua puluh tahun
kembali mengalir
bersama tetes air mata
pantai sanleko 23.12.1997
sajak ulang tahun
1998
cerita untuk chen lin
jangan tanya siapa aku
karena aku hanya satu pribadi
yang berjanji pada diri sendiri
tataplah benda-benda di langit matahari di siang hari
dan bulan bintang di malam hari semua beredar pada janji sendiri
jangan tanya kapan hariku
karena aku lahir dari batu tumbuh oleh siraman embun
dan besar demi tamparan angin
tangkaplah pertanda-pertanda alam warna-warna yang bergetar
dan garis-garis yang mengalir
semua itu getar dan alir hidup
aku ada di siang yang mengasap terbang aku ada di malam yang membeku dingin tapi aku tak lagi mau peduli
walau tanpa nama dan hari
walau tanpa sapa dan hati
aku tahu jalan sendiri berjuang merebut hari
kockengen 3 mei 1998
bunga liar musim semi
bunga liar bunga liar
mekar lah mekar
di mana-mana mekar
bunga liar bunga liar
ah, manusia sang raja
tanganmukah segala sumber suaramukah segala nilai
maka kemerdekaan ialah liar
bunga liar bunga merdeka
kembang lah kembang
kembang lah di mana-mana
siapa kuasa bilang tentang selain diri ya, manusia sang hamba
maka aku ialah pahlawan dan engkau ialah pelayan
bunga merdeka bunga merdeka menghangati dingin yang tersisa burung-burung menyanyi di udara
hujan angin memandang diam
bunga liar bunga merdeka itu pesan kehidupan
musim-musim yang berganti itu irama kemerdekaan
burung-burung yang menyanyi itu suara keindahan
kockengen: april 98