hersri setiawan:
catatan ganti tahun antara natal dan lebaran
barangkali ada hari ini yang orang enggan ke gereja
sangsi doa mereka kabur tersia hilang ditelan kemelut situasi
barangkali ada hari ini
yang orang ragu masuk ke mesjid takut tumpahan amarah tuhan akan para pencatut namanya
yang berpostur tentara
yang bermasker ninja yang berkiat pendekar membakari gereja memperkosa perempuan mencincang salihin
anak anak manusia kehilangan harapan kehilangan kepercayaan kehilangan cinta
mengais di antara sampah kekerasan dan kebekuan
di balik jendela kaca tetangga aku melihat pohon natal bercahaya sepi kelap kelip seperti bayangan sendiri disekat dinding mata
hati hati yang mati
aku melihat cahaya natal
sepi kelap kelip
terbayang domba domba penebus
aku melihat medan konfrontasi riuh menyala nyala
di kebiruan negriku
domba domba penebus nilai reformasi gugur sebelum sudah jatuh kurban tak terbilang untuk siapa
anak anak kehilangan ibu perempuan perempuan merabu mayat mayat tanpa nama tertimbun dalam debu sejarah
untuk apa
cahaya natal
petasan tahun baru
dan takbir ramadan
untuk siapa
cahaya natal petasan tahun baru dan takbir ramadan
kockengen jan.'99
hersri setiawan:
demonstran
sebuah potret
di muara jalan raya ibukota serdadu berbedil dan tameng barikade kawat berduri benteng kekuasaan yang rapuh
atap atap pedagang kaki lima batu batu kali berserakan kerumunan masa menahan diri kubu kekuatan yang tumbuh
seorang demonstran di depan berjalan dengan tangan kosong
sepanjang pagar barisan tentara tanpa bicara selain sepatah kata "hidup" berseru di ikat kepala
ia berhenti
tubuh yang menggigil
marah yang mendidih wajah yang menggugat merdeka
di depan
peluru
haus darah
di belakang
batu batu
menjadi darah
di segala penjuru maut mengintai
ia terhenti
tubuh menggigil marah mendidih
gempa langit jakarta gelombang suara
itu kemerdekaan
itu revolusi
kockengen: jan. '99