Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Instruktur tunggal kursus-kursus GDA

   

Dr. Ir. Andang Bachtiar, MSc.

 

RIWAYAT-HIDUP

 

Andang Bachtiar dilahirkan pada 7 Oktober 1961 di Malang, Jawa Timur; dari rahim ibundanya: Lastri Padmi, dari cinta kasih ayahandanya: Mas Achmad Icksan. Ia merupakan anak ke 5 dari 11 bersaudara. Menikah dengan Retno Pamedarsih pada 1984, pada saat ini mereka berdua dikaruniai 6 orang anak, yaitu Gesit Mutiarta, 18 tahun, Hening Wangilalang, 13 tahun, Lintang Larasati, 10 tahun, Iban Getarjati, 8 tahun, Langit Jiwa Penyaksi, 6 tahun, dan Jemari Angin Mahatbumi, 2 tahun.

 

Andang Bachtiar mendapatkan gelar sarjana geologi dari Jurusan Geologi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung pada tahun 1984, dan Master of Science dalam bidang geologi dari Geology Department Colorado School of Mines, Golden, Colorado USA pada tahun 1991.

 

Sejak 1984 Andang Bachtiar bekerja sebagai ahli geologi di perusahaan minyak Huffco Indonesia yang kemudian berubah namanya menjadi VICO Indonesia pada 1990 dengan daerah kerja di daratan Cekungan Kutai, Kalimantan. Berbagai jenjang kepangkatan, mulai dari Jr. Geologist, Geologist II, Geologist I, Geologist, Sr. Geologist, Staff Geologist, Sr. Staff Geologist, sampai Specialist dijalaninya selama lebih dari 17 tahun di perusahaan tersebut. Bidang kerjanya mulai dari wellsite geologist, development geologist, petrophysicist, geochemist, petrographer, sedimentologist, field-geology & seismic operation, basin modeler, regional geologist sampai ke prospect generator. Dengan sengaja dia memilih jalur professional teknis (bukan jalur manajemen) selama di Huffco/VICO Indonesia untuk lebih memantapkan penguasaan aspek teknis geologi eksplorasi minyak bumi. Pada tahun 2000 dia berhenti dari VICO Indonesia dan mendirikan konsultan geologi GDA Daya Ayfedha, dan sampai saat ini menjadi komisaris sekaligus tenaga ahli utama perusahaan konsultan tersebut; mengerjakan proyek-proyek studi eksplorasi dan portofolio ekonomi migas di Cekungan Kutai, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Selatan,  Sumatra Tengah, dan Timor; mengajar kursus dan menyelenggarakan ekskursi tentang Endapan Delta dan Fluvial; dan inventarisasi sumberdaya alam geologi di berbagai daerah kabupaten/kota di Indonesia.

 

Andang Bachtiar saat ini adalah Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) untuk masa jabatan yang kedua (2002-2005), setelah sebelumnya memimpin organisasi dengan anggota 2800 ahli geologi Indonesia ini pada masa jabatan yang pertama (2000-2002). Selain itu Andang Bachtiar juga menjadi anggota AAPG (American Association of Petroleum Geologist) dan juga IPA (Indonesian Petroleum Association). Pada kurun waktu 1992 1996, Andang Bachtiar menjadi anggota Penasehat Tim Teknis Bappedal Pusat untuk Manajemen Limbah B3 (Bahan Buangan Berbahaya); dilanjutkan sebagai Narasumber Ahli pada Komisi Amdal KLH Pusat khusus untuk industri tambang dan migas dari tahun 2000 sampai sekarang. Dari tahun 2002 sampai sekarang Andang Bachtiar juga menjadi anggota Dewan Pakar FKDPM (Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas) yang aktif membantu kabupaten/kota/provinsi penghasil migas dengan pendampingan, penyuluhan, dan sosialisasi tentang aspek teknis dan ekonomis dari keberadaan migas di daerah mereka.

 

Lebih dari 30 makalah / poster / buku panduan ekskursi & kursus telah ditulis oleh Andang Bachtiar, baik secara sendiri maupun bersama penulis lain.  Sebagian dari materi publikasinya dibawakannya dalam forum-forum IAGI, IPA, FOSI maupun GEOSEA. Menjadi dosen tamu untuk topik-topik khusus sedimentologi, stratigrafi, dan geologi minyak-bumi pada program S-1 maupun S-2 geologi  ITB dan UPN dilakukannya dari waktu ke waktu. Selain itu Andang Bachtiar tercatat pernah membimbing 57 mahasiswa tugas akhir S-1 geologi dan 23 mahasiswa kerja-praktek S-1 di VICO Indonesia pada kurun waktu 1992-2000. Andang Bachtiar juga telah menyelesaikan karya tulis untuk memperoleh gelar Doktornya dari Institut Teknologi Bandung April 2004 dengan judul desertasi Kerangka Stratigrafi Sekuen Dan Karakter Batuan Induk Miosen Awal Di Cekungan Kutai Hilir, Kalimantan Timur.

 

Back

 

 

 

 

[ HOME ][About GDA][Contact Us][Services][GDA Research][Company Experiences][Courses, Fieldtrip & Workshop][Photo Gallery]