Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Gairah Tukang Becak

Copyright 2002, by eastgloryid@yahoo.com

(cheating wife)

Saya tertarik untuk mengirimkan sebuah cerita yang saya dapatkan dari seorang teman.

Kejadiannya saat itu adalah di Jakarta. Poppy bekerja sebagai seorang karyawati pada sebuah bank swasta terkemuka. Poppy adalah seorang wanita karier yang berumur 26 tahun pada saat itu.

Ia memiliki kulit putih mulus dan tinggi 156 cm. Rambut sebahu serta ukuran dada yang serasi sekali dengan bentuk tubuhnya yang ramping. Saat itu pun Poppy telah memiliki seorang kekasih yang sangat ia cintai dan amat mengerti akan pekerjaannya.

Rusdi adalah kakak kelas Poppy saat di kampus dulu di sebuah kota Sumatera. Saat itu pun Rusdi telah bekerja di sebuah perusahaan di Kalimantan. Jadi mereka berpisah untuk waktu yang lama dan hanya sekali 6 bulanlah mereka bisa berkumpul lagi.

Poppy menyewa sebuah rumah yang sederhana tidak jauh dari kantornya. Dengan gaji yang cukup, ia dapat mempekerjakan seorang pembantu yang sudah agak tua. Namanya Mpok Ijah. Seringkali Poppy bertukar pikiran dengan Mpok Ijah saat ia tidak kerja. Itu pun topiknya mengenai laki-laki. Mpok Ijah pun tidak terlalu ambil peduli dengan kisah Poppy.

Poppy dan Rusdi telah merencanakan untuk menikah saat Rusdi dipindah ke Jakarta nanti. jadi tidak heran jika saat Rusdi datang ke Jakarta setiap 6 bulan, selalu disambut dengan suka cita oleh Poppy. Kemesraan diantara mereka selalu diakhiri dengan hubungan intim.

Poppy telah menyerahkan keperawanannya kepada Rusdi dulu saat mereka sama-sama tinggal di Jakarta berlibur. Poppy selalu memakai sistem kalender untuk menjaga jangan sampai ia hamil akibat hubungan itu.

Namun saat Rusdi telah berada kembali di Kalimantan, secara tiba-tiba, Poppy merasakan libidonya kembali naik untuk berhubungan sex. Sedang Rusdi kembali baru 4 bulan lagi. Ia kehabisan akal. Ia tidak ingin memakai jasa gigolo sebab ia tidak ingin diporoti oleh lelaki itu dan takut akan tergantung kepada jasa mereka. Sedang jika ia melakukan selingkuh dengan teman kerja, jelas tidak mungkin. Posisinya akan hancur dan menjatuhkan wibawa dan derajatnya.

Ia pusing sekali jika nafsunya datang menghentak-hentak. Timbul pikirannya untuk melakukan hubungan sex yang aman dan berisiko kecil. Setiap pergi dan pulang kantor, Poppy selalu menumpang becak. Ia menyadari, abang becak yang bernama Asep itu sering mencuri pandang ke betis dan dadanya saat ia di atas becak. Poppy amat merasakan hal itu.

Asep adalah tukang becak yang berumur 40 tahun. Sosoknya hitam, badan sedang, dan amat santun kepada Poppy setiap Poppy menaiki becaknya. Asep adalah lelaki yang telah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak yang telah beranjak dewasa. Istrinya bekerja sebagai tukang cuci di tempat Poppy.

Poppy tahu jika ia mengajak Asep, maka ia akan mudah mengaturnya sebab Asep tidak akan berani macam-macam apalagi memerasnya. Asep juga adalah bekas preman yang telah sadar, dan kembali bekerja secara baik-baik. Dulunya ia pernah masuk penjara. Tidak heran di pahanya ada tatto.

Asep sering juga menelan ludah jika Poppy yang menumpang becaknya. Selain cantik, Poppy juga sering memakai rok pendek dan kelihatan batang pahanya yang mulus di tumbuhi bulu-bulu halus. Juga ia memiliki leher yang jenjang. Baju yang dikenakan Poppy sering yang berleher rendah dan sesekali terlihat belahan dada yang mengundang birahinya.

Saat itu hari Jumat. Hari terakhir kerja bagi para karyawan. Malam itu Poppy menaiki becak Asep.

"Bang... langsung ke rumah ya?" kata Poppy.

"Baik, Mbak," jawab Asep.

Sesampai di rumah, Poppy minta Asep untuk memasukkan becaknya ke dalam garasi yang tersedia di rumahnya.

"Dimasukkan aja becaknya, ya, Bang..." kata Poppy.

"Baiklah, Mbak..."

"Ini bang, saya minta Abang membantu saya memindahkan komputer itu ke kamar saya, soalnya Mpok Ijah gak kuat" pinta Poppy.

"Baiklah, Mbak," jawab Asep.

Lalu Asep masuk kerumah Poppy dan Mpok Ijah menutup pintu dan menguncinya.

"Ini, Bang, komputernya," kata Poppy.

Lalu Asep membawa komputer itu kekamar Poppy yang berada di lantai atas rumah itu. Di kamar Poppy yang serba lux itu, komputer diletakkan di sudut kamar. lalu Asep dipersilakan duduk di beranda ruang kamar Poppy itu. Lalu Poppy membawa nampan yang berisi minuman dan makanan kecil. Poppy belum sempat ganti pakaian kerja saat itu.

Saat Poppy jongkok, Asep sempat mencuri pandang ke dada Poppy dan terlihat gundukan buah dada yang putih mulus itu menggantung. Lalu Poppy duduk kembali di depan Asep.

"Diminum airnya, Bang?" kata Poppy.

"Ya, Mbak," jawab Asep.

Sambil duduk Asep melihat sekeliling ruang kamar yang luas dan dingin karena AC itu. Sesekali ia memandang ke depan saat Poppy membaca koran. Rok kerja Poppy terbuka dan tampak olehnya celdam Poppy yang berwarna merah itu.

Poppy menyadarinya. Itulah yang ia inginkan. Liur Asep naik turun dan matanya menatap lekat ke paha Poppy. Ia terus memandang pemandangan yang menggairahkan itu. Lalu Poppy berdiri dan berjalan ke arah ranjangnya yang bergaya romawi itu. Di situ ia rebahkan tubuhnya yang padat berisi. Sambil tiduran ia memanggil Asep.

"Bang Asep... sini tolong saya, dong..." katanya.

Lalu Asep berjalan kearah Poppy.

"Ada apa, Mbak?" jawabnya.

"Bang, saya minta tolong.... Tolong diurut betis saya ini. Tadi saat saya di becak Abang sempat terantuk bangkunya," kata Poppy.

"Tapi Mbak, saya gak bisa mengurut," kata Asep.

Saat itu tampaklah pemandangan yang amat menarik gairah kelelakian Asep. Lalu sambil tangannya bergoyang, ia raih betis Poppy yang mulus itu. Dari jari kaki ia mulai mengurutnya. Sesekali matanya melihat ke paha Poppy, dan kembali ia dipancing gairahnya...

Pangkal paha Poppy amat mulus dan di tengahnya tertutup CD merah. Alangkah nikmatnya jika ia dapat merasakan kehangatan itu saat itu. Lalu ia urut satu satu dan Poppy hanya diam menikmati setiap gerakan tangan Asep. Lalu ia berujar.

"Agak ke atas, Bang..." katanya.

"Baiklah, Mbak" jawab Asep.

Lalu ia teruskan gerakan tangannya dan ia singkapkan rok kerja Poppy dan terlihat gundukan vagina Poppy yang bengkak itu. Dengan tidak ada sahutan dari Poppy, Asep lalu meningkatkan gerakannya. Ia merasa Poppy tidak akan marah kepadanya.

Lalu tangannya meraih batang paha Poppy dan dengan kasar ia remas paha Poppy. Poppy terbangun dan duduk. Ia pandangi Asep dengan pandangan penuh gairah. Asep pun mengetahui bahwa saat itu Poppy telah mulai bangkit birahinya.

Asep meraih pipi Poppy dan ia ciumi bibir merah Poppy. Dari bibir lalu ia ciumi juga telinga Poppy. Lalu sebelah tangannya bergerak meremas buah dada yang saat itu masih terbungkus blouse kerja. Poppy hanya terpejam. Asep lalu membuka satu per satu kancing baju itu sampai semuanya terlepas dan blouse telah ia buka dan tampaklah dada dan bahu Poppy yang putih mulus.

Seumur hidupnya baru kali itulah ia mendapatkan kesempatan memegang kulit tubuh wanita secantik Poppy. Dada Poppy masih terbungkus BH hijau muda ukuran 34b. Kemudian ia ciumi leher jenjang itu, lalu turun ke belahan dada Poppy. Di sana mulutnya diam dan terus melakukan aksinya. Lalu tangan Asep meraih pengait BH itu dan membukanya, sehingga dada Poppy terbuka seluruhnya. Saat itu tinggal rok Poppy saja. Dada yang putih mulus itu ia jilati inci demi inci. Asep tidak ingin kesempatan emas itu hilang. Poppy saat itu hanya merem melek menikmati aksi Asep.

Lalu Asep merebahkan tubuh Poppy di ranjang itu dan ia kemudian beralih ke arah bawah pusat Poppy untuk membuka rok kerja Poppy. Setelah rok kerja itu terbuka, maka yang tampak adalah sebuah celdam merah menutupi goa terlarang milik Poppy. CD itu ia buka, sehingga Poppy benar-benar bugil saat itu.

Dengan jarinya, lobang Poppy ia korek. Dimainkannya daging kecil itu. Poppy amat histeris. Asep lalu membuka semua pakaian kumal yang melekat di tubuhnya. Lalu ia baringkan badannya di antara kedua paha Poppy. Penisnya tegak menantang ingin masuk ke dalam lobang Poppy. Lalu ia buka paha Poppy dan terlihat lobang yang siap dimasuki oleh penis Asep.

Poppy diam menunggu. Penis Asep amat panjang dan besar. Lalu Asep memasukkan penisnya dan Poppy sempat mengeluh sakit.

"Adauuuuu.... Bang... Lambat sedikit, doong.... sakit nih..." katanya.

Asep terus memajumundurkan pelirnya selama kurang lebih 30 menit. Ia tidak peduli dengan keluhan Poppy. Sudah lama ia menanti saat itu. Lalu ia muntahkan spermanya sebanyak-banyaknya ke dalam rahim Poppy.

Poppy sadar akan akibat dari sperma Asep, maka ia telah bersiap-siap sebelumnya dengan meminum pil anti hamil.

Asep lalu terkulai di samping Poppy. Sedang Poppy merasa puas dan akan mencoba lagi permainan itu dengan Asep.

Meskipun Asep tidak berpendidikan namun ia amat suka cita melihat gaya primitif dari Asep. Tidak seperti pacarnya Rusdi yang penuh liku-liku dan irama. Namun ia tetap menomorsatukan Rusdi sebagai kekasihnya. Bagaimanapun Rusdi adalah calon suaminya. Sedang Asep adalah alat pemuas nafsunya yang sewaktu-waktu dapat ia minta. Asep pun tidak macam-macam kepada Poppy. Ia hanya manut kepada segala perintah Poppy.

Sejak saat itu hampir setiap libidonya minta dipuaskan, Poppy selalu meminta Asep yang melakukannya. Jika menggunakan jasa para gigolo, ia khawatir akan penyakit kelamin dan AIDS. Sedang Asep adalah lelaki yang setia kepada istrinya. Ia tak pernah 'jajan' kepada wanita lain. Satu-satunya wanita lain yang ditidurinya adalah Poppy seorang. Maka Poppy amat percaya akan kesehatan Asep.

TAMAT

Kembali ke depan