Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

     
   

Jayapura >> 

 Berita Terkini Media Papua

Elsham News Service, 17 November 2004

Konferensi Pers Bersama, ELSHAM Papua, LBH Papua, Kontras Papua, Dewan Adat Papua, Gereja, dan Mahasiswa
Hentikan Upaya Pemberlakuan Darurat Sipil dan Militer
di Papua


Pengantar
Perkembangan situasi sosial politik dan keamanan di Papua pada tiga bulan terakhir ini semakin tidak stabil. Sejumlah issue provokatif yang disebarkan oleh kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan Papua sudah beredar di masyarakat. Terutama issue akan dilakukan pembunuhan terhadap aktivis politik (PDP), teror dan intimidasi terhadap aktivis HAM seperti; John Rumbiak (Ketua Hubungan Internasional ELSHAM Papua di Luar Negeri), melalui selebaran yang dikeluarkan oleh kelompok peduli Papua di Manokwari dan Wamena yang menyebut John Rumbiak sebagai provokator TPN/OPM, Luis Madai (Koordinator Pos Kontak ELSHAM Wamena) diikuti oleh peristiwa yang sama terhadap relawan Elsham di Nabire dan Fakfak. Seluruh issue Papua Merdeka pada Maret 2005 tersebut diatas seakan-akan disebarkan dengan tujuan, memancing emosi rakyat Papua untuk melakukan konflik, baik konflik vertikal maupun horizontal.

Next>>


Elsham News Service, 16 November 2004

Kasus Mulia, Puncak Jaya
15 Pengungsi Meninggal Dunia, Dua Hilang, Tentara Musnahkan Kebun


Mulia, ENS,-
Sedikitnya 15 orang pengungsi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, meninggal dunia akibat kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Limabaelas Orang penggungsi yang meninggal itu terdiri dari 13 orang berusia anak-anak dan dua orang berusia dewasa. Sementara dua orang dewasa lainnya dilaporkan hilang saat melarikan diri dengan perahu ketika menyebrangi sebuah sungai yang deras dan dalam. Sedangkan Pengungsi lainnya terus mempertahankan hidup dengan memakan daun-dunan dan rumput apa saja yang bisa dimakan untuk mengganjal perut demi mempertahankan nyawa, demikian lapor sumber Elsham di Mulia Puncak Jaya, Sabtu (13/11).

Next>>


Elsham News Service, 16 November 2004

Pastor dan Mahasiswa Demo Tolak Bisnis Militer
Berdampak Gonocide di Merauke


Jayapura, ENS,-
Dua pastor dari Kabupaten Merauke dan Mappi bersama 350 mahasiswa Uncen yang tergabung dalam Forum Peduli Untuk Assue terlibat Demontrasi di gedung DPRD TK I Provinsi Papua Jumat (12/11) siang. Pendemo berjalan kaki dari keuskupan Katolik, Dok.II Jayapura menuju kantor DPRD TK I Provinsi Papua.

Next>>


Elsham News Service, 12 November 2004

Mulia Bergolak Lagi, dua Pejabat Pemerintah Luka Parah
dan Satu Anggota Polisi Tewas Dikampak


Mulia, ENS,-
Sumber Elsham di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya melalui telpon Satelit melaporkan bahwa, Jumaat (12/11) pukul 15.00 WP, kelompok tidak dikenal menyerang dan melukai dua orang pejabat Pemda TK. II Puncak Jaya, Yuni Wonda (31), kepala keuangan kantor bupati Puncak Jaya, Rahel Elaby (28), kepala Distrik kota Mulia dan menewaskan Yance (29) anggota Polisi, asal Ambon yang bertugas sebagai sopir kendaraan beroda empat.

Next>>


Harian Cenderawasih Pos, 13 November 2004

Kasus Mulia Membawa Kerugian Rp 19 Miliar
Bupati dan Ketua DPRD Puncak Jaya Temui Wagub Papua


JAYAPURA-Harus disadari oleh banyak pihak bahwa konflik itu memang tak ada untungnya. Termasuk konflik di Mulia (Puncak Jaya) yang kemudian lebih akrab disebut Kasus Mulia. Dari kasus tersebut, kerugian yang dialami mencapai Rp 19 miliar lebih.

Next>>


Harian Cenderawasih Pos, 13 November 2004

13 Bupati dan Walikota di Papua Akan Dipilih Serentak

JAYAPURA-Menyusul diberlakukannya Undang-Undang Pilkada yang baru yakni UU Nomor 32 tahun 2004, maka pada tahun 2005 nanti, 13 bupati dan satu walikota di Provinsi Papua akan dilakukan pemilihan umum Kepala Daerah Tingkat II tersebut secara serentak. Sesuai rencana pelaksanaannya, Juli 2005 nanti.

Next>>


Harian Cenderawasih Pos, 13 November 2004

Atururi Temui Mendagri

MANOKWARI- Pejabat Gubernur Provinsi Irian Jaya Barat (Irja Barat), Abraham Oktavianus Atururi, bertindak cepat. Puas atas putusan Mahkamah Konstitusi yang tetap mengesahkan keberdaan Provinsi Irian Jaya Barat Atururi bersama Ketua Sementara DPRD Irjabar D Mandowen, Asisten I Sekda Drs Jack Kapissa serta para pejabat lainnya, Jumat (12/11) kemarin langsung menemui Mendagri M Ma'ruf dan jajarannya.

Next>>


Harian Cenderawasih Pos, 13 November 2004

DPRD Papua Akan Undang Irja Barat
Untuk Duduk Bersama Berbicara Putusan MK


JAKARTA-Menyusul telah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan UU No 45 tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat, Provinsi Irian Jaya Tengah, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong tidak lagi mempunyai ketentuan hukum yang tetap serta mengakui keberadaan Provinsi Irjabar, maka pihak DPRD Provinsi Papua akan mengundang pihak Provinsi Irian Jaya (Irja) Barat guna melakukan koordinasi lebih lanjut. 

Next>>


 Media Nasional

Harian Suara Pembaruan, 17 November 2004
Tajuk Rencana


Putusan Perkara atas Papua

MAHKAMAH Konstitusi (MK) dalam putusan perkaranya atas UU No 45/1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah, Provinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong, Kamis (11/11) lalu, seharusnya menjadi kemenangan hukum. Bisa dikatakan demikian karena putusan dari perkara yang diajukan Ketua DPRD Papua John Ibo, sekilas benar, yakni UU No 45/1999 dinyatakan batal demi hukum karena bertentangan dengan UUD 1945, selain karena sudah adanya UU No 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Next>>


Harian Suara Pembaruan, 17 November 2004

Putusan MK yang Membingungkan
 

BINGUNG. Itulah satu kata paling tepat untuk menggambarkan situasi yang dihadapi beberapa tokoh Papua dan mereka yang hadir, beberapa saat setelah selesai sidang pleno Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipimpin ketuanya, Jimly Asshiddiqie, di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis lalu. Tidak hanya tokoh Papua saja yang bingung, anggota Tim Pembela Otonomi Khusus Papua (TPOKP) Iskandar Sonhadji, pemohon uji materiil yang juga Ketua DPRD Provinsi Papua John Ibo, pakar hukum tata negara dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia Dr Maria Farida Indrati Soeprapto juga menyatakan rasa kebingungan mereka.

Next>>


Harian Kompas, 17 November 2004

Perburuan Kayu Gaharu Memicu Memaraknya Miras dan Prostitusi


Jayapura, Kompas - Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Kasus Kemanusiaan Assue Kabupaten Mappi, Papua Selatan menolak peredaran minuman keras dan kegiatan prostitusi sebagai akibat dari adanya perburuan kayu gaharu di pedalaman Mappi. Karena, perburuan gaharu itu memicu penyebaran virus HIV, perkelahian antara pemuda.

Next>>


Harian Kompas, 17 November 2004


Satkorlak Disergap
- Satu Polisi Tewas, Dua Pejabat Luka

 

Jayapura, Kompas - Tim satuan koordinasi pelaksana penanganan pengungsi Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (13/11), diserbu kelompok Organisasi Papua Merdeka. Peristiwa itu menewaskan seorang polisi, Briptu Yance Koyima, dan dua pejabat pemerintah mengalami luka berat, yaitu Ny Rachel Elabi (Kepala Distrik Mulia) dan Yuni Wonda (Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Daerah Puncak Jaya). Ada 10 orang lainnya mengalami luka ringan, termasuk sejumlah anggota DPRD dan Ketua KPUD Puncak Jaya.

Next>>


Harian Kompas, 17 November 2004

Pemerintah Harus Perhatikan Pembangunan Kawasan Timur


Jakarta, Kompas - Lembaga swadaya yang menamakan diri Front Pemberdayaan Indonesia Timur (FPIT) meminta pemerintah untuk lebih memerhatikan pembangunan kawasan Indonesia timur. Mereka juga menginginkan pengembangan sumber daya manusia lebih ditingkatkan, sehingga bisa terlibat aktif dalam pembangunan.

Next>>


Suara Karya Online, 17 Nopember 2004

Presiden Serius Selesaikan Konflik

BANDA ACEH, (Suara Karya): Pengamat sosial politik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) HA Hamid Sarong, SH MH mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yodhoyono serius menyelesaikan konflik berkepanjangan di Indonesia.

Next>>


Harian Kompas, 17 November 2004

Ketua DPR Setuju Darurat Sipil NAD Diperpanjang


Jakarta, Kompas - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono setuju dengan rekomendasi sidang kabinet terbatas mengenai perpanjangan status darurat sipil di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk menjaga momentum yang telah tercapai selama ini. Persetujuan Agung untuk perpanjangan status darurat sipil di Aceh yang berakhir 18 November 2004 didasarkan juga pada permintaan langsung pimpinan DPRD Nanggroe Aceh Darussalam kepada dirinya.

Next>>


Harian Suara Pembaruan, 17 November 2004

DPR Setuju Darurat Sipil di NAD Diperpanjang 6 Bulan


JAKARTA-Komisi I DPR menyetujui permintaan pemerintah untuk memperpanjang darurat sipil di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Hanya perpanjangan itu berlaku enam bulan dan bertujuan menjamin rasa aman yang lebih besar bagi masyarakat Aceh dan pemulihan perekonomian.

Next>>


Harian kompas, 17 November 2004

Kontras-Polri Ambil Otopsi Munir di Belanda


Jakarta, Kompas - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid mewakili Suciwati, istri almarhum Munir, berangkat ke Belanda, Rabu (17/11). Usman bersama empat petugas kepolisian dari Bagian Reskrim Mabes Polri, dokter forensik Budi Sampurna, dan ahli toksikologi dari Universitas Indonesia akan mengambil hasil otopsi Pemerintah Belanda terhadap jenazah aktivis HAM, Munir.

Next>>


Tempo Interaktif, 17 November 2004


Imparsial Desak Presiden Bentuk Tim Investigasi Kasus Munir
 

TEMPO Interaktif, Jakarta:The Indonesian Human Right Monitor (IMPARSIAL) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk tim investigasi kasus kematian Munir yang tidak wajar. Menurut mereka, masalah ini adalah kasus yang besar dan akan menjadi dasar pengusutan kasus serupa.

Next>>


Harian Jawa Pos, 17 November 2004

 

Kasus Munir Prioritas di Belanda
 

JAKARTA - Bandara Schiphol, Amsterdam, tanggal 7 September, tak bakal terlupakan oleh Sri Rusminingtyas. Sedianya hari itu aktivis LSM Belanda tersebut bakal menjemput Munir. Namun, ternyata Munir datang dalam keadaan sudah jadi mayat. Terlebih, kini ternyata kematian Munir diduga kuat diracun arsenik.

Next>>


 English News

The Age, November 7, 2004 - 11:49AM

Indonesia's Papua a time bomb
 

The restive Indonesian province of Papua was a ticking time bomb that could drag Australia into its wreckage, a prominent Papuan human rights campaigner has warned.

Next>>


The Jakarta Post, 06 November 2004

Most Papuans no longer sympathize with security forces

Like war-torn Aceh, Papua remains in the spotlight. Papua Governor Jaap Solossa talked with The Jakarta Post's Ridwan Max Sijabat on Friday after leading a Papuan delegation to meet with President Susilo Bambang Yudhoyono to discuss the situation in the province.

Next>>


The Jakarta Post, 06 November 2004

KL to extend amnesty deadline for migrant workers

JAKARTA (Antara): Malaysia agreed on Friday to extend the amnesty period for undocumented Indonesian migrant workers from Nov. 14 to December, Minister of Manpower and Transmigration Fahmi Idris said from Kuala Lumpur.

Next>>


unpo.org/News, 05 November 2004
 

URGENT ACTION
 

West Papua: European Union wants to see Aceh and West Papua
 

Manifesto in support of the Campaign "World citizen legislative initiative"

The head of the European Union's Troika Delegation, Bernard Bot, said on Thursday October 28 that they were interested in visiting Aceh and West Papua. 

Next>>


John Rumbiak

About John Rumbiak

Activist warns of Papua 'time bomb'

By Nick Lenaghan
 

THE restive Indonesian province of Papua was a ticking time bomb that could drag Australia into its wreckage, a prominent Papuan human rights campaigner warned today.

John Rumbiak, international advocacy co-ordinator for the human rights group Elsham, said increasing militarisation, coupled with human rights abuses and unmet demands for independence had turned Indonesia's easternmost province into a "time bomb waiting to go off".

West Papua in Crisis
Press Release: Peace Movement Aotearoa National speaking tour by John Rumbiak

Elsham News Service, 17/09/2004
Press Release
Indonesia Human Rights Committee
John Rumbiak West Papuan leader to tour New Zealand


 

 

 
Diluncurkan Pertama Kali Tanggal 10 Oktober 2002

Sorong | Manokwari | Fakfak | Nabire | Biak | Serui | Wamena | Jayapura | Timika | Merauke | Peta Papua | Kamus Online  | Mop Publikasi | Gallery | Arsip


Copyright 2002 Elsham News Service. All rights reserved.