Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

STUDI BANDING OPERASIONAL

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

 

SITUS BINA NUSANTARA BISA DILIHAT DI

 

WWW.BINUS.AC.ID

 

STUDI BANDING OPERASIONAL

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

 

SITUS BINA NUSANTARA BISA DILIHAT DI

 

WWW.BINUS.AC.ID

 

Dari Hasil studi dapat disimpulkan sebagai berikut:

Universitas Bina Nusantara Terdiri dari

  1. Yayasan
  2. Pengelola Pendidikan (Universitas)
  3. Sistem Pendukung Pengelola Pendidikan
  4. Badan-Badan Bisnis Pendukung

 

Yayasan Pendiri Bina Nusantara adalah keluarga dekat

Pengurus yayasan adalah hanyalah keluarga yang sangat otoriter, tidak mengenal demokrasi dan keterbukaan untuk merubah dan mengatur kegiatan universitas.

Yayasan terkesan sangat tertutup dan sama sekali tidak bisa dicampuri oleh orang luar dalam operasionalnya.

 

Pengelola Universitas

adalah orang-orang yang sangat professional dan tidak diperbolehkan sama sekali bertentangan bahkan menentang pemimpin Universitas. Pemimpin Universitas adalah pemilik Yayasan Bina Nusantara. Sebisa mungkin pejabat di Pengelola adalah keluarga dekat. Begitu ada yang menentang langsung disingkirkan. Rector dibantu oleh beberapa Direktur danBukan pembantu Rektor (Fungsinya mirip dengan fungsi Direktur di perusaaan Bisnis, diperlakukan seperti pegawai perusahaan biasa, bisa sewaktu-waktu diganti, tanpa kesulitan)

 

Dua level Pengelola Universitas dan Yayasan ini sanat solid, tertutup oleh intervensi pihak luar, dan bahkan Rektor hanya dipilih oleh kelompok keluarga Pemilik Universitas.

 

Sistem Pendukung pengelola Pendidikan

Beberapa bagian yang ada di Bina Nusantara

1.      Bagian akademis, sangat berkuasa dalam mengendalikan jadwal dosen, boleh menegur dosen dan mengganti dosen jika dosen tidak mengajar

2.      Bagian Bahan Ajar, menyediakan bahan mengajar untuk dosen. Dosen tidak boleh memberikan bahan ajar di luar bahan transparansi yang diberikan

3.      Biro Nilai Mahasiswa yang menentukan dan mengolah nilai yang dibuat oleh dosen dan mengumumkan  nilai mahasiswa

4.      Jurusan hanya berperan dalam memberikan tugas awal kepada dosen dan menentukan bobot mata kuliah saja

 

        Di sinilah dosen luar dan orang luar membantu mengembangkan bina Nusantara. Keikutsertaan mereka hanya terbatas pada memberikan bantuan ilmu dalam mengajar saja. Keikutsertaan dalam administrasi dan pengelolaan Universitas sangat dibatasi dan tidak diperbolehkan sama sama sekali apalagi keikutsertaan dalam Yayasan. Bina Nusantara membuat kuliah dalam system modul.

        Semua mata kuliah dibuat transparansi, sehingga dosen hanya menjadi orang yang sekedar menyampaikan transparansi. Jika sewaktu-waktu dosen tidak mampu mengajar, dosen lain yang dapat mengajar dapat mengambil alih semua tugas dosen dalam mengajar. Dosen tidak dapat berbuat apa-apa, karena pengetahuan kuliah dimiliki oleh Universitas Bina Nusanatara dan bukan dimiliki oleh dosen. Sehingga jika dosen pergi meninggalkan mahasiswa dengan sangat cepat siapapun dapat mengambilalih tugas dosen yang bersangkutan. Bina Nusantara juga membuat standar penilaian mahasiswa dengan Sistem. Nilai tidak ada di tangan dosen akan tetapi ada di tangan Universitas Bina Nusantara, jika dosen berhalangan menilai maka dosen mananpun juga bisa menggantikan posisinya dengan cepat.

        Pegawai administrasi juga memanfaatkan mahasiswa yang masih aktif di Bina Nusantara, digaji murah dan lebih mudah dikendalikan karena keikutsertaan mereka berkait dengan kelulusan mereka. Pemakaian mahasiswa sebagai pendukung kegiatan operasional non akademis yang tidak berkaitan dengan nilai sama sekali. Akan tetapi ada pengawas senior yang sangat teliti dan bekerja sangat prosedural sekali.

        Prosedur kegiatan disusun sangat teliti dan detail. Bahkan sampai proses membuka pintu kelaspun dilakukan dengan sangat teliti. Tidak boleh ada seorangpun yang melaknggar prosedur kecuali ingin dipecat atau ditegur. Bahkan dosen juga dibatasi sekali dengan prosedur ketat. Terlambah 30 menit dianggap kelas bubar (untuk mata kuliah 2 sks. Untuk mata kuliah 4 sks, jika terlambat lebih dari 1 jam dosen dilarang masuk ke kelas oleh pengelola kegiatan belajar mengajar. Dosen tidak dapat protes.

        Sistem Pendukung yang dibuat ini disusun berupa deretan prosedur kerja yang sangat ketat. Sistem ini didukung oleh standar operasional kerja ISO-2000. Benar-benar seperti operasional di sebuah lembaga bisnis. Dosen hanya seperi pekerja yang keluar masuk dengan cepat. Yang tidak setuju dengan kebijakan yayasan dipersilahkan tidak mengajar.

        Keberadaan dosen hanya menjadi pelengkap pengajar saja, karena mahasiswa sudah dibekali juga dengan trasnparansi.

        Pemakaian ruangan sangat efisien. Dalam satu kelas ada 100 mahasiswa lebih. Sistem pembayaran dosen setiap kali masuk mengajar. Jika tidak mengajar maka tidak akan mendapat apa-apa. Mata kuliah bisa digantikan oleh dosen lain dengan intervensi sangat kuat dari Universitas.

 

 

Badan Bisnis Pendukung Bina Nusantara

Bina Nusanatara tidak hanya bergerak di bidang pendidikan. Ada bidang bisnis yang mendukung kegiatan pendidikan Universitas Bina Nusantara. Kegiatan pelatihan diwadahi oleh BINUS CENTRE, yang dikelola oleh lulusan baru BINUS kegiatan utama memberikan pelatihan kecil-kecilan : pelatihan komputer (tidak dimasukkan dalam kurikulum), pelatihan bahasa, pelatihan bisnis,

 

Dibedakan antara operasional sehari-hari dengan kegiatan akademis adalah kunci Universitas Bina Nusantara.

 

Operasional utama yang ada di Bina Nusantara didasarkan pada

1.      Solidnya Yayasan Yang mendukung Universitas Bina Nusantara

2.      Adanya sebuah system di luar yayasan yang mendukung operasioal sehari-hari Universitas Bina Nusantara

3.      Dosen hanya berperan melaksanakan fungsi mengajar, tidak sama sekali diikutkan dalam proses adminsitratif pengaturan operasional sehari-hari-hari yayasan

 

 

 

Vision, Culture, etc.


COMMITTED TO QUALITY, LOOKING TO THE FUTURE

Possessing an appropriate vision and mission is a vital requirement for determining future strategy. That is why Bina Nusantara has since its inception held a vision and mission that are clear and realistic yet flexible enough to anticipate future events. BiNus' vision and mission are supported by a policy of continuous quality improvement.


Vision
To be recognized as the leading private education institute in the development and application of science and technology in Indonesia, especially as related to or supported by Information Technology.

Mission



Policy of Quality
In line with its commitment to produce quality graduates, Universitas Bina Nusantara has developed the following Quality Policy:
As a Quality Higher Education Institute, Universitas Bina Nusantara resolves to produce highly qualified graduates who are well prepared and ready to work.

Quality Targets



Human Resouces :

Creating A Reliable 'Cyber-Community'

BiNusians are Bina Nusantara role models who have the correct vision, are consistently innovative in their field, and stay one step ahead in the application of information-based technology.

We aim to develop BiNusians into a reliable 'cyber community' supported by solid IT systems and programs. (The term "BiNusians" here includes not only students, graduates, alumni, and other academic bodies, but also members of the general public who have been or are closely involved in the educational programs offered by BiNus.

BiNus is dedicated to producing quality graduates, in the process of which everyone plays a key role. UBiNus currently has over 700 lecturers, including 400 qualified PhDs and M.A.s. These professionals are responsible for the instruction of over 20,000 students and are supported by 200 administrative staff. Improvement in quality and the image of the institute shall be applied through a pattern of building a family feeling based on discipline, harmony and cooperation.

At Universitas Bina Nusantara, students are viewed not as objects but rather as subjects who will play an active role in a strategic partnership with other academic bodies. It is hoped that this approach will produce proactive, quality graduates who are both responsive and responsible.

In addition to creating a strong multidiscipline team, UBiNus continuously seeks to increase the nowledge and skills of its staff and regularly organizes training and refresher courses. In order to synergize and maximize the overall performance of the entire Bina Nusantara family, a Culture of Quality has been developed which involves every member of the academic corps. This Culture of Quality comprises:

  1. Trust in God
  2. Continuous Improvement
  3. Benchmarking
  4. Sense of Closure
  5. Sense of Belonging

In the daily application of this approach, these four aspects are clearly identified within a Value System that encourages consistent character, egalitarianism, honesty, open-mindedness, fairness, courage, and a sense of responsibility. Further, UBiNus has developed a work ethic involving being a good role model, being committed, respecting and appreciating one another, communicating well, giving credit where credit is due, and helping to improve others.

Dari Hasil studi dapat disimpulkan sebagai berikut:

Universitas Bina Nusantara Terdiri dari

  1. Yayasan
  2. Pengelola Pendidikan (Universitas)
  3. Sistem Pendukung Pengelola Pendidikan
  4. Badan-Badan Bisnis Pendukung

 

Yayasan Pendiri Bina Nusantara adalah keluarga dekat

Pengurus yayasan adalah hanyalah keluarga yang sangat otoriter, tidak mengenal demokrasi dan keterbukaan untuk merubah dan mengatur kegiatan universitas.

Yayasan terkesan sangat tertutup dan sama sekali tidak bisa dicampuri oleh orang luar dalam operasionalnya.

 

Pengelola Universitas

adalah orang-orang yang sangat professional dan tidak diperbolehkan sama sekali bertentangan bahkan menentang pemimpin Universitas. Pemimpin Universitas adalah pemilik Yayasan Bina Nusantara. Sebisa mungkin pejabat di Pengelola adalah keluarga dekat. Begitu ada yang menentang langsung disingkirkan. Rector dibantu oleh beberapa Direktur danBukan pembantu Rektor (Fungsinya mirip dengan fungsi Direktur di perusaaan Bisnis, diperlakukan seperti pegawai perusahaan biasa, bisa sewaktu-waktu diganti, tanpa kesulitan)

 

Dua level Pengelola Universitas dan Yayasan ini sanat solid, tertutup oleh intervensi pihak luar, dan bahkan Rektor hanya dipilih oleh kelompok keluarga Pemilik Universitas.

 

Sistem Pendukung pengelola Pendidikan

Beberapa bagian yang ada di Bina Nusantara

1.      Bagian akademis, sangat berkuasa dalam mengendalikan jadwal dosen, boleh menegur dosen dan mengganti dosen jika dosen tidak mengajar

2.      Bagian Bahan Ajar, menyediakan bahan mengajar untuk dosen. Dosen tidak boleh memberikan bahan ajar di luar bahan transparansi yang diberikan

3.      Biro Nilai Mahasiswa yang menentukan dan mengolah nilai yang dibuat oleh dosen dan mengumumkan  nilai mahasiswa

4.      Jurusan hanya berperan dalam memberikan tugas awal kepada dosen dan menentukan bobot mata kuliah saja

 

        Di sinilah dosen luar dan orang luar membantu mengembangkan bina Nusantara. Keikutsertaan mereka hanya terbatas pada memberikan bantuan ilmu dalam mengajar saja. Keikutsertaan dalam administrasi dan pengelolaan Universitas sangat dibatasi dan tidak diperbolehkan sama sama sekali apalagi keikutsertaan dalam Yayasan. Bina Nusantara membuat kuliah dalam system modul.

        Semua mata kuliah dibuat transparansi, sehingga dosen hanya menjadi orang yang sekedar menyampaikan transparansi. Jika sewaktu-waktu dosen tidak mampu mengajar, dosen lain yang dapat mengajar dapat mengambil alih semua tugas dosen dalam mengajar. Dosen tidak dapat berbuat apa-apa, karena pengetahuan kuliah dimiliki oleh Universitas Bina Nusanatara dan bukan dimiliki oleh dosen. Sehingga jika dosen pergi meninggalkan mahasiswa dengan sangat cepat siapapun dapat mengambilalih tugas dosen yang bersangkutan. Bina Nusantara juga membuat standar penilaian mahasiswa dengan Sistem. Nilai tidak ada di tangan dosen akan tetapi ada di tangan Universitas Bina Nusantara, jika dosen berhalangan menilai maka dosen mananpun juga bisa menggantikan posisinya dengan cepat.

        Pegawai administrasi juga memanfaatkan mahasiswa yang masih aktif di Bina Nusantara, digaji murah dan lebih mudah dikendalikan karena keikutsertaan mereka berkait dengan kelulusan mereka. Pemakaian mahasiswa sebagai pendukung kegiatan operasional non akademis yang tidak berkaitan dengan nilai sama sekali. Akan tetapi ada pengawas senior yang sangat teliti dan bekerja sangat prosedural sekali.

        Prosedur kegiatan disusun sangat teliti dan detail. Bahkan sampai proses membuka pintu kelaspun dilakukan dengan sangat teliti. Tidak boleh ada seorangpun yang melaknggar prosedur kecuali ingin dipecat atau ditegur. Bahkan dosen juga dibatasi sekali dengan prosedur ketat. Terlambah 30 menit dianggap kelas bubar (untuk mata kuliah 2 sks. Untuk mata kuliah 4 sks, jika terlambat lebih dari 1 jam dosen dilarang masuk ke kelas oleh pengelola kegiatan belajar mengajar. Dosen tidak dapat protes.

        Sistem Pendukung yang dibuat ini disusun berupa deretan prosedur kerja yang sangat ketat. Sistem ini didukung oleh standar operasional kerja ISO-2000. Benar-benar seperti operasional di sebuah lembaga bisnis. Dosen hanya seperi pekerja yang keluar masuk dengan cepat. Yang tidak setuju dengan kebijakan yayasan dipersilahkan tidak mengajar.

        Keberadaan dosen hanya menjadi pelengkap pengajar saja, karena mahasiswa sudah dibekali juga dengan trasnparansi.

        Pemakaian ruangan sangat efisien. Dalam satu kelas ada 100 mahasiswa lebih. Sistem pembayaran dosen setiap kali masuk mengajar. Jika tidak mengajar maka tidak akan mendapat apa-apa. Mata kuliah bisa digantikan oleh dosen lain dengan intervensi sangat kuat dari Universitas.

 

 

Badan Bisnis Pendukung Bina Nusantara

Bina Nusanatara tidak hanya bergerak di bidang pendidikan. Ada bidang bisnis yang mendukung kegiatan pendidikan Universitas Bina Nusantara. Kegiatan pelatihan diwadahi oleh BINUS CENTRE, yang dikelola oleh lulusan baru BINUS kegiatan utama memberikan pelatihan kecil-kecilan : pelatihan komputer (tidak dimasukkan dalam kurikulum), pelatihan bahasa, pelatihan bisnis,

 

Dibedakan antara operasional sehari-hari dengan kegiatan akademis adalah kunci Universitas Bina Nusantara.

 

Operasional utama yang ada di Bina Nusantara didasarkan pada

1.      Solidnya Yayasan Yang mendukung Universitas Bina Nusantara

2.      Adanya sebuah system di luar yayasan yang mendukung operasioal sehari-hari Universitas Bina Nusantara

3.      Dosen hanya berperan melaksanakan fungsi mengajar, tidak sama sekali diikutkan dalam proses adminsitratif pengaturan operasional sehari-hari-hari yayasan

 

 

 

Vision, Culture, etc.


COMMITTED TO QUALITY, LOOKING TO THE FUTURE

Possessing an appropriate vision and mission is a vital requirement for determining future strategy. That is why Bina Nusantara has since its inception held a vision and mission that are clear and realistic yet flexible enough to anticipate future events. BiNus' vision and mission are supported by a policy of continuous quality improvement.


Vision
To be recognized as the leading private education institute in the development and application of science and technology in Indonesia, especially as related to or supported by Information Technology.

Mission



Policy of Quality
In line with its commitment to produce quality graduates, Universitas Bina Nusantara has developed the following Quality Policy:
As a Quality Higher Education Institute, Universitas Bina Nusantara resolves to produce highly qualified graduates who are well prepared and ready to work.

Quality Targets



Human Resouces :

Creating A Reliable 'Cyber-Community'

BiNusians are Bina Nusantara role models who have the correct vision, are consistently innovative in their field, and stay one step ahead in the application of information-based technology.

We aim to develop BiNusians into a reliable 'cyber community' supported by solid IT systems and programs. (The term "BiNusians" here includes not only students, graduates, alumni, and other academic bodies, but also members of the general public who have been or are closely involved in the educational programs offered by BiNus.

BiNus is dedicated to producing quality graduates, in the process of which everyone plays a key role. UBiNus currently has over 700 lecturers, including 400 qualified PhDs and M.A.s. These professionals are responsible for the instruction of over 20,000 students and are supported by 200 administrative staff. Improvement in quality and the image of the institute shall be applied through a pattern of building a family feeling based on discipline, harmony and cooperation.

At Universitas Bina Nusantara, students are viewed not as objects but rather as subjects who will play an active role in a strategic partnership with other academic bodies. It is hoped that this approach will produce proactive, quality graduates who are both responsive and responsible.

In addition to creating a strong multidiscipline team, UBiNus continuously seeks to increase the nowledge and skills of its staff and regularly organizes training and refresher courses. In order to synergize and maximize the overall performance of the entire Bina Nusantara family, a Culture of Quality has been developed which involves every member of the academic corps. This Culture of Quality comprises:

  1. Trust in God
  2. Continuous Improvement
  3. Benchmarking
  4. Sense of Closure
  5. Sense of Belonging

In the daily application of this approach, these four aspects are clearly identified within a Value System that encourages consistent character, egalitarianism, honesty, open-mindedness, fairness, courage, and a sense of responsibility. Further, UBiNus has developed a work ethic involving being a good role model, being committed, respecting and appreciating one another, communicating well, giving credit where credit is due, and helping to improve others.