Berikut ini merupakan cara-cara penanganan limbah tumpahan minyak secara mekanik :

Faktor lingkungan berperan sangat penting dalam keberhasilan proses bioremediasi. Lingkungan sangat mempengaruhi aktivitas mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme sangat aktif pada kondisi lingkungan tertentu dan tidak aktif pada lingkungan yang berbeda. Bioremediasi dibutuhkan makhluk hidup untuk proses detokfisikasi dan pengangkatan limbah pada lingkungan, dilangsungkan pada kondisi-kondisi dimana aktivitas mikroorganisme sangat tinggi. Untuk limbah bahan sintetik atau baru di lingkungan, mikroorganisme mungkin belum mampu mendegradasi karena belum memiliki gen spesifik agar dapat mendegradasi bahan tersebut.
Kecepatan biodegradasi hidrokarbon minyak bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor
seperti konsentrasi dan komposisi senyawa hidrokarbon, konsentrasi biomassa,
suhu, pH, ketersediaan nutrien, ketersediaan substrat primer dan terjadinya
adaptasi mikroorganisme terhadapa kondisi lingkungan yang baru (Fahruddin,
2000). Gumbira-Said dan Anas (1996) juga menyatakan bahwa proses pendegradasian
limbah minyak bumi oleh mikroorganisme aerobik membutuhkan oksigen dalam jumlah
yang cukup. Ketidakseimbangan antara suplai karbon dari hidrokarbon dengan
kebutuhan N dan P untuk pertumbuhan mikroba merupakan faktor pembatas biodegradasi
hidrokarbon. Menurut Fan dan Tafuri (1994) di dalam Fahruddin (2000), biodegradasi
hidrokarbon membutuhkan nisbah C : N : P sebesar 300 : 10 : 1. Pada kondisi
tersebut diperkirakan sepertiga hidrokarbon diubah menjadi massa sel dan dua
pertiga diubah menjadi CO2. Faktor lain agar proses bioremediasi berhasil
adalah ketersediaan mikronutrien dan akseptor elektron.