Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

 

Mikroorganisme Pendegradasi Senyawa Hidrokarbon Minyak Bumi

Sejak lama telah diketahui bahwa hidrokarbon minyak bumi dapat didegradasi oleh mikroorganisme. Pada umumnya hidrokarbon akan digunakan sebagai sumber energi untuk aktivitasnya. Mikroorganisme pendegradasi minyak tersebut dapat ditemukan di tanah, air laut, air tawar.


Mikroorganisme mampu menyebabkan perubahan kimiawi pada berbagai bahan. Jumlah mikroorganisme yang banyak disertai kemampuan kimiawinya yang beragam merupakan penyebab terjadinya banyak proses utama di lingkungan alam ini. Bahkan menurut Schlegel ( 1994 ) bahan-bahan tahan terhadap pengaruh kimia seperti minyak bumi, paraffin dan karet dapat diuraikan oleh mikroorganisme.


Lingkungan secara alamiah mengandung beraneka ragam mikroorganisme yang masing-masing memiliki kekhasan dalam metabolisme dan bisa memanfaatkan pada penanganan lingkungan. Salah satu dari mereka adalah Agrobacterium tumefaciens yang mampu merombak biosida dan mampu mengakumulasi DDT sampai 100 % dan dieldrin sampai 90 %. Peristiwa akumulasi pestisida oleh mikroorganisme berlangsung secara sangat cepat. Perbedaannya terletak pada waktu diperlukan untuk mengakumulasi senyawa dalam konsentrasi yang tinggi pada setiap organisme, meskipun mikroorganisme itu serupa. Mekanisme akumulasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keadaan fisiologis mikroorganisme, kepadatan populasi maupun ukurannya.


Metode penanganan limbah secara mikrobiologis tergantung pada tingkat kontaminasi limbah. Karena kompleksitas limbah tersebut, keberhasilan teknologi bioremediasi sangat bergantung pada pendekatan multi disiplin, termasuk di dalamnya bidang rekayasa, mikrobiologi, ekologi, geologi dan kimia ( Citoreksoko, 1996 ).


Dari penelitian Bossert dan Bartha (1984), telah ditemukan 22 genus bakteri yang hidup di lingkungan minyak bumi. Isolat yang mendominasi di lingkungan tersebut terdiri atas beberapa genus yaitu Alcaligenes, Arthrobacter, Acenitobacter, Nocardia, Achromobacter, Bacillus, Flavovbacterium, dan Pseudomonas. Dari hasil penelitian LEMIGAS telah ditemukan kultur campuran hasil isolasi dari air buangan yang mampu mendegradasi limbah minyak bumi. Kultur campuran tersebut didominasi oleh Pseudomonas sp (Udiharto, 1992).
Mikroorganisme pendegradasi memiliki kemampuan yang spesifik dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon walaupun terdapat pula beberapa spesies yang mampu mendegradasi beberapa jenis hidrokarbon pada saat bersamaan. Terdapat dua teori yang berkembang mengenai keefektifan dari monospesies dan multi spesies mikroorganisme pendegradasi. Namun pada aplikasinya, secara umum mikroorganisme bekerja bersama-sama membentuk suatu konsorsium dalam mendegradasi hidrokarbon.

Pseudomonas sp

Bakteri ini berperan dalam pendegradasian minyak bumi di lingkungan yang tercemar oleh limbah.