Kepemimpinan Kristen yang dinamis.

Dasar Alkitabiah tentang Kepemimpinan yang dinamis "Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang yang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang,pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang,dan pemimpin sepuluh orang", (Kel. 18:25)

Pengertian Kepemimpinan yang dinamis.
Kepemimpinan yang dinamis yaitu corak kepemimpinan yang hanya memiliki istilah maju. Dia tidak pernah mengenal istilah mundur dan menyerah. Dia memiliki keyakinan penuh bahwa Tuhan pasti membuka jalan untuk pekerjaan atau pelayanan yang dikerjakannya. Gereja sekarang ini, kekurangan pemimpin yang dinamis. Walaupun banyak orang menyebutkan dirinya sebagai pemimpin tetapi sebenarnya mereka menjalankan suatu kepemimpinan yang semu karena kapasitas sebagai yang cakap itu tidak ada.

KARAKTER KEPEMIMPINAN YANG DINAMIS.

1. POSITIF
Dia terus bergerak maju menuju suatu sasaran yang pasti dengan membuat perencanaan-perencanaan yang mantap. Dia tidak menunggu sampai ada persoalan, baru dia bereaksi untuk membuat rencana. Tetapi dia telah membuat schedule/rencana kerja dan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai target. Sedangkan pemimpin yang tidak memiliki rencana kerja yang mantap, pada saat ada persoalan, barulah dia bereaksi untuk membuat rencana. Hal ini terjadi karena dia tidak memiliki rencana kerja yang mantap dan hanya sekedar menjalankan rutinitas. Tipe kepemimpinan seperti ini tidak dinamis. Jika saudara mau menjadi pemimpin yang dinamis, maka saudara harus punya rencana kerja yang mantap walaupun tidak ada persoalan-persoalan dalam pekerjaan, supaya target yang sudah ditetapkan itu dapat dicapai. Karena memiliki rencana yang mantap, maka pemimpin yang berkarakter positif ini tidak mudah goyah dalam menghadapi kritik-kritik atau tantangan-tantangan untuk mencapai target yang telah ditetapkan tersebut. Bahkan tantangan-tantangan dan kritik-kritik tersebut tidak dianggap sebagai suatu beban atau penghalang. Karena begitu sibuk dan selalu memfokuskan perhatiannya untuk menuju kepada sasaran, maka semua tantangan atau kritik-kritik itu hanya merupakan suatu kesulitan kecil, yang justru akan dipakai untuk berlari lebih cepat menuju sasaran yang ingin dicapai.

2. KOSTRUKTIF
Dia bergerak menuju sasaran yang pasti,dan tidak merugikan/menghancurkan sekelilingnya khususnya manusia. Dia tidak memiliki sifat destruktif, tetapi justru rekan-rekan yang bekerja bersama-sama dengan dia itu dibuatnya menjadi maju/berprestasi juga. (Nasehat:Jangan menjadi pemimpin destruktif yang berdiri diatas puing-puing kehancuran rekan sekerja.) Sebagai seorang pemimpin yang memiliki karakter konsruktif ini, apabila dia telah mencapai sasaran, dia bukan diutamakan atau dipuji, tetapi rekan-rekan yang bekerja bersama-sama dengannya bisa menjadi lebih berprestasi dari dia. Kepemimpinan yang berkarakter konstruktif ini tidak bertepuk dada/memuji diri sendiri kalau berhasil dan tidak putus asa kalau dia gagal.

3. KREATIF
Dia bergerak maju menuju kepada rencana-rencana yang mantap, tidak meng-hancurkan/merugikan rekan sekerjanya dan kaya dengan kreasi-kreasi baru untuk mencapai sasaran.Kalau dia sudah membuat rencana yang mantap, tetapi ternyata kemudian rencana tersebut macet, maka dia tidak langsung putus asa. Dengan kreasinya yang baru dia berusaha untuk mencari alternatif yang lain dengan konsep-konsep baru untuk meneruskan rencananya sehingga mencapai sasaran. Lain halnya dengan pemimpin yang tidak kreatif, apabila programnya macet, dia langsung putus asa sehingga tidak mencapai sasaran.

PERBEDAAN ANTARA KEPEMIMPINAN DINAMIS DAN KEPEMIMPINAN SEMU.

KEPEMIMPINAN DINAMIS :
1. Orientasi kepada jemaat/melayani Tuhan.
2. Melayani dengan sukarela/tanpa paksa.
3. Memiliki sasaran yang pasti.
4. Kaya akan visi Allah.
KEPEMIMPINAN SEMU :
1. Orientasi pada Organisasi/lembaga melayani organisasi.
2. Melayani dengan harapan untuk mendapat upah/dorongan hal-hal yang bersifat materi.
3. Tidak memiliki sasaran yang pasti sehingga berputar-putar seperti lingkaran setan.Dia tidak tahu orang-orang yang dipimpinannya mau di bawa ke mana.
4. Ambisi manusia/ambisi pribadi.

SYARAT UTAMA UNTUK MENJADI KEPEMIMPINAN YANG DINAMIS

1.Menjadi Manusia Baru
"Jadi siapa yang ada didalam Kristus,ia adalah ciptaan baru:yang lama sudah berlalu,sesungguhnya yang baru sudah datang (ll Korintus 5:17)"
"Karena itu saudara-saudara,demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:1-2)

Keadaan orang yang sudah diperbaharui dan menjadi manusia baru:
Dia tidak menjadi serupa dengan dunia ini.
Dia mempersembahkan tubuhnya.
Hidup kudus dan berkenan
Bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat

Baca ayat referensi dibawah ini:
Galatia 5:22-23
Galatia 5-6
Galatia 4:5-6

2.Didominasi/dikuasai Roh Kudus
"Sejak hari itu dan Seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud".(l Samuel 16:13).

TUJUH KEBIASAAN PEMIMPIN YANG EFEKTIF.
1. Jadilah Pro-aktif
- Prinsip visi pribadi
Maksudnya: Kepemimpinan yang terus bergerak dan memiliki pengaruh yang luas dan besar terhadap lingkungan. Dia mewarnai/mempengaruhi lingkungannya, bukan lingkungan yang mewarnai/mempengaruhi dia. Jadi yang penting di sini adalah pengaruh.
Ciri kepemimpinan yang pro aktif ini selalu ada alternatif lain,tetapi ciri kepemimpinan non Pro-aktif,dia selalu mengatakan tidak ada jalan lain kecuali berhenti.

2. Berencana dan bertindak mulai dari akhir dalam pikiran
-Prinsip kepemimpinan pribadi
Maksudnya: Kepemimpinan yang bergerak mulai dari akhir baru menuju ke awal. Mengapa tidak mulai dari awal tetapi mulai dari akhir? Karena kalau dimulai dari awalnya, maka apabila pekerjaan tertumpuk dan mengalami kesulitan, akibatnya akan cepat putus asa. Tetapi kalau mulai dari akhir maka hal yang terpenting dapat diperhatikan,sehingga hal yang terpenting itu tidak akan sampai terletak dibawah yang terakhir.
Contoh: Ada seorang bernama Robert Carl.Dia berpikir, yang terpenting harus sukses rumah tangga terlebih dahulu. Tetapi yang dia kerjakan bukan mensukseskan rumah tangga.Tetapi dia berpikir rumah tangga harus sukses.
Contoh lain:Kalau saudara berencana supaya F.A.saudara beranak 10 F.A. lagi, maka dalam akhir pikiran pasti beranak 10,kalau begitu paling tidak ada 10 rumah dan 20 pengurus yaitu ketua dan wakil/sekretariat F.A. Jadi memulai dari akhir dan setelah mendapatkannya maka mundur ke awal. Ternyata inilah yang berhasil.

Cara supaya berhasil pada saat mulai dari akhir:
1. Carilah pertolongan Allah.
2. Jangan kompromi dengan ketidak jujuran.
3. Dengar dua pihak sebelum menghakimi.
4. lngat orang yang terlibat/rekan kerja perlu dihargai dan diperhatikan.
5. Terimalah nasehat orang lain.
6. Belalah mereka yang tidak hadir/jangan menjatuhkan mereka yang tidak hadir.
7. Sibuklah sementara engkau menunggu.
8. Jangan takut berbuat salah, takutlah kalau engkau tidak bisa dikoreksi.
9. Peliharalah sifat positif/kalau mendengar laporan jangan, langsung ditanggapi dan terpengaruh dengan laporan-laporan tersebut, tetapi telititah sehingga tidak salah mengambil keputusan.

3. Prioritas hal-hal yang utama.
- Prinsip manajemen/pengaturan pribadi.
Maksudnya : Kalau ada sebuah program, yang paling diutamakan adalah visi. Setelah itu baru disiplin, pengawalan/kontrol, membuat sekecil mungkin resiko. Jangan mengutamakan hal-hal yang tidak penting seperti membuat konsep surat, kirim surat atau menyelesaikan persoalan-persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan oleh orang lain. Kalau kebiasaan no: 1,2,3 ini berhasil dilakukan, maka anda akan memperoleh kemenangan pribadi.

4. Tempatkan pola berpikir menang-menang (Think win-win)
- Prinsip kerjasama dengan orang lain.
Maksudnya: Didalam kepemimpinan dan semua orang yang bekerja bersama anda harus ikut menang/berhasil. Jangan yang lain dimanipulasi supaya saudara sendiri yang menang/berhasil. Contoh:Program kerja Bethany,dalam bidang penggembalaan dan pengajaran yaitu F.A.,SOM dan pujian/penyembahan.Kita mau supaya pekerjaan lain juga menang dan berhasil seperti kita,tetapi Gereja lain yang tidak mau itulah yang menjadi permasalahan.
* Dalam semua bidang harus ada "kemauan" untuk bekerjasama supaya setiap kita dapat berhasil/menang.

5. Mengerti dahulu, baru mengerti.
- Prinsip komunikasi empatik.
Maksudnya: Kita harus terlebih dahulu mengerti orang lain dapat mengerti kita.Kadang-kadang kita selalu menyatakan kepada rekan kerja, kalian harus mengerti saya.

6. Kerjasama yang kreatif.
Maksudnya: Menciptakan kreatifitas sacara bersama-sama untuk mencapai tujuan.Kalau kebiasaan 4,5,6 ini berhasil,maka kita akan memperoleh kemenangan umum.

7. Mempertajam/mengasah gergaji.
Maksudnya: Kebiasaan 1,2,3,4,5,6 terus dipertajam sehingga menjadi lebih tajam.

TIGA PRINSIP KEPEMIMPINAN YANG BERHASIL

Supaya kita bisa sungguh-sungguh mencapai hasil yang semaksimal mungkin dalam kepemimpinan,maka perlu ada tiga prinsip ini dalam kehidupan seorang pemimpin yaitu :
1. Harus ada kemauan (Desire)
Kemauan ini diperoleh dari Roh Kudus.
2. Harus ada pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan ini diperoleh dari belajar.
3. Harus ada kecakapan (skill)
Skill ini diperoleh melalui pengalaman.

Tanpa tiga prinsip ini saudara tidak bisa berhasil menjadi seorang pemimpin yang dinamis.

Back

Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!