Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!
Baleno Next-G, Sedan Baru dari Suzuki

PERSAINGAN di pasar sedan kecil yang selama ini ditempati Toyota Soluna, Suzuki Baleno, Honda City, dan Hyundai Verna semakin ramai. Setelah PT Honda Prospek Motor mengganti City dengan New City, dan PT Toyota Astra Motor mengganti Soluna dengan Vios, kini PT Indomobil Niaga Internasional mengganti Baleno dengan New Baleno, yang diberi nama Baleno Next-G (Generasi Mendatang Baleno).

SUKSES besar yang diraih dengan penjualan Aerio, multi-purpose vehicle (MPV) dari Suzuki, membuat PT Indomobil Niaga Internasional berharap banyak pada penjualan Baleno Next-G. Mobil sedan terbaru dari Suzuki itu akan diluncurkan pada hari Minggu (30/3) besok di Studio 1 Indosiar, dan acara peluncurannya ditayangkan secara langsung. Khusus bagi wartawan otomotif, PT Indomobil Niaga Internasional memperkenalkan Baleno Next-G. ).

Meskipun menggunakan nama Baleno, tetapi Baleno Next-G sama sekali tidak mirip dengan Baleno. Sosok depannya malah sama dengan Aerio. Namun, jangan heran karena Baleno Next-G itu adalah versi sedan dari Aerio. ).

Aerio MPV pertama kali diluncurkan tahun 2001 dengan nama Suzuki Liana, yang merupakan singkatan dari Life In A New Age (Kehidupan di Dalam Abad Baru). Mungkin karena nama Liana terasa agak feminin, maka khusus Suzuki Liana yang dijual di Amerika Serikat dengan menggunakan nama Aerio, yang terasa lebih macho. Sedangkan yang dijual di Eropa, Australia, dan Singapura tetap mempertahankan nama Liana. ).

Ungkapan, What's in a name (Apa arti sebuah nama)?, William Shakespeare boleh menjadi ungkapan yang sangat terkenal. Namun, di dunia permobilan, ungkapan itu tidak berlaku, karena nama, memegang peranan yang sangat penting. ).

Baleno Next-G yang nama aslinya Liana sedan adalah sedan yang paling baru dari Suzuki. Mobil itu pertama kali diluncurkan di Geneva Motor Show 2002, awal Maret 2002. ).

Baleno Next-G menggunakan mesin 1.5 Liter, 4 silinder, double over-head camshaft (DOHC), dan dilengkapi variable valve timing (VVT). Baleno Next-G memiliki panjang 4,350 meter, lebar 1,690 meter, dan tinggi 1,545 meter. Mobil itu sudah dilengkapi dengan antilock brake system (ABS) yang dipadukan dengan electronic brake force/pressure distribution (EBD). ).

Untuk yang menggunakan persneling manual dijual dengan harga on the road di Jakarta Rp 149 juta, sedangkan yang menggunakan persneling otomatik Rp 160 juta. ).

Seperti mobil-mobil Suzuki yang terbaru, Baleno Next-G pun tidak lagi menggunakan bantalan mesin (engine mount) dari karet padat, melainkan menggunakan liquid filled engine mount (bantalan mesin berisi cairan) yang mampu meredam suara dan getaran yang dihasilkan oleh mesin sehingga menjamin kenyamanan di ruang dalam mobil (kabin). ).

Baleno Next-G juga tidak lagi menggunakan rubber timing belt, tetapi menggunakan metal timing chain yang memiliki kemampuan self lubricating dan self adjusting sehingga tidak memerlukan perawatan serta lifetime-nya lebih panjang. ).

Di masa lalu, rubber timing belt digunakan untuk membuat suara mesin lebih halus, mengingat suara mesin yang menggunakan metal timing chain agak berisik. Akan tetapi, rubber time belt harus diganti setiap 45.000-60.000 kilometer. Jika lupa mengganti, atau tidak diganti, pada waktunya, rubber timing belt dapat putus sewaktu-waktu. Dan, jika itu terjadi maka pemilik mobil harus mengeluarkan biaya yang cukup besar karena katup (klep) mesin akan bengkok, dan harus diganti. ).

Kini, sejalan kemajuan teknologi metal timing chain tidak lagi berisik karena sudah menggunakan silent chain, yang performanya lebih baik dari rubber timing belt biasa. ).

BALENO 1.6 Liter pertama kali diluncurkan tahun 1996, menggantikan Esteem yang turun dengan dua varian, yakni 1.3 Liter dan 1.6 Liter. Sambutan masyarakat pun saat itu cukup baik. Namun, sejalan dengan menurunnya daya beli masyarakat, Baleno pun mengalami perubahan. Tahun 2000, untuk tetap mempertahankan harga jualnya yang kompetitif, mesin Baleno ditukar dengan mesin 1.5 Liter. ).

Dari segi sosok, perbedaan antara Baleno 1.5 Liter dan 1.6 Liter hanya pada facelift di bagian depan mobil dan beberapa sentuhan baru pada dashboard. Dari segi mesin, penurunannya hanya 100 cc (sentimeter kubik). Secara relatif, perbedaan performa (performance)-nya tidaklah terlalu menonjol, tetapi dari segi harga perubahannya sangat signifikan. Mengingat besarnya perbedaan pajak untuk mobil yang berkapasitas mesin 1.5 Liter dengan yang berkapasitas 1.6 Liter. ).

Dengan harga Rp 149 juta untuk yang berpersneling manual, Baleno Next-G berhadapan langsung dengan Vios E-Type non-ABS/EBD manual yang juga dilepas dengan harga Rp 149 juta.(James Luhulima) ).

copyright http://www.kompas.com/kompas-cetak/0303/29/otomotif/223556.htm